11 Mei 2011

:on passion:

aku akan banyak sekali menggunakan kata "konon" dalam blog ini :p karena aku gak cukup percaya diri untuk mengklaim bahwa semua yang aku tulis adalah benar-sebenarnya :)

konon, secara umum bangsa barat (i.e. eropa, amerika) lebih kreatif daripada bangsa asia (pastinya gak semua orang akan setuju dengan "konon" yang ini :p). konon pula, hal ini disebabkan oleh beberapa karakter bangsa asia yang unik (kalo dibilang jelek, khawatir ada banyak bata yang melayang :p).

salah satu karakter yang disoroti adalah ukuran sukses dalam hidup. banyak orang yang mengukur sukses berdasarkan materi yang dimiliki (ayo ngaku aja!). mari kita lihat orang-orang di sekitar kita yang memiliki rumah besar, mobil bagus, dan uang yang banyak. apa yang ada dalam pikiran anda? sukses? kemungkinan besar itu jawabnya, meskipun sebagian orang mungkin hanya akan menjawab pelan atau di dalam hati :).

apa yang terjadi? orang-orang lebih tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang (diasumsikan) dapat mendatangkan kekayaan dengan cepat, misalnya dokter (bukan berarti bahwa profesi dokter adalah profesi yang buruk lho :)) atau pengacara (kalo yang ini, konon Tuhan sudah menciptakan ruang khusus untuk para pengacara di neraka :p i'm kidding bro!).

yang terjadi kemudian adalah kita "dipaksa" untuk mengambil kuliah atau jurusan tertentu yang diharapkan dapat membantu kita dalam mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang "berpotensi" kaya. bahkan hal tersebut diakomodasi dengan riang gembira oleh sistem pendidikan kita. misalnya, jurusan IPA pada tingkat SMU berada pada kelas dengan nomor urut kecil (disusul dengan IPS, Bahasa, dst...). seakan-akan memberikan kasta yang lebih tinggi.

pun dengan jurusan-jurusan yang populer di dunia mahasiswa. dahulu, jurusan-jurusan kependidikan jadi pilihan buncit (secara umum) dalam seleksi masuk ptn. sejak pak beye jadi presiden, gaji & kompensasi guru meningkat dengan drastis. hal ini sukses mendongkrak popularitas jurusan keguruan (dan perolehan suara partai pemerintah tentunya:p), meskipun belum menjadi yang terpopuler.

tidak banyak pelajar atau mahasiswa yang dapat mengejar hasrat hidupnya. tidak banyak pelajar atau mahasiswa yang beruntung memiliki orang tua yang mengizinkan mereka mengambil pilihan jurusan yang sesuai dengan hasrat mereka, bukan hanya berdasarkan pilihan ortu atau popularitas di masyarakat. tidak banyak juga sarjana yang dapat "memilih" pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. seberapa besar uang yang dapat dihasilkan oleh profesi tersebut biasanya yang jadi motivasi utama.

padahal sebenarnya passion juga gak selalu berarti miskin lho :)

well, menurutku kita tidak juga boleh menyalahkan para ortu kita yang berbuat begitu (bagi yang merasa dipaksa secara sadar atau tidak dalam pilihan hidupnya). tidak ada gunanya menggerutu dan larut dalam penyesalan :). buat yang masih (merasa) muda, masih ada waktu untuk mengejar hasrat hidup kamu! tidak mudah pastinya hidup di luar arus utama, tapi gak berarti tidak mungkin kan? :)

buat yang udah punya anak, uhm... cobalah berbesar hati untuk membiarkan anak melakukan pilihan hidup yang sesuai passion-nya. fasilitasi kebutuhan anak yang sesuai dengan hasratnya. misalnya dengan membelikan buku-buku yang relevan dengan hobinya. atau membiarkan dia memilih kursus keterampilan yang dia suka. well, jadi ortu emang gak mudah dan gak murah lho :). (makanya aku belum jadi ortu :p).

jadi... menjadi kaya menurutku bukanlah perbuatan yang buruk :) bahkan kekayaan dapat membantu kita membantu orang lain untuk mewujudkan mimpi mereka. kekayaan yang halal tentunya :). tetapi mudah-mudahan bukan kekayaan yang jadi ukuran utama kita dalam menilai sebuah sukses :) (sebenernya ini juga sulit buat aku :p)... mari kita sama-sama berusaha dan saling mengingatkan! :)

OSU!!!

kopi (air) susu (ibu)

waktu kecil, kalo makan (atau minum) aku paling pilih-pilih (sulit makan maksudnya). bahkan aku lebih memilih untuk menahan lapar (gak makan) daripada harus makan makanan yang aku gak suka (khususnya sayur-mayur). kalo sekarang? jangan tanya deh... :p

saat ini aku menganggap diriku sebagai petualang rasa :) untuk makan atau minum aku gak pilih-pilih (apalagi kalo lagi gak punya duit dan atau lagi ditraktir :p). salah satu minuman favoritku saat ini adalah kopi, paling suka kopi hitam dengan sedikit atau tanpa gula.

saat ini, menurutku kopi dan alkohol adalah pasangan yang sempurna. konon, alkohol membuat kafein bekerja lebih maksimal (memperpanjang waktu urai, sehingga sensasi nikmatnya lebih lama bagi peminum). trust me! it works! :p aku belum pernah minum kopi luwak (konon pula kopi paling mahal dan paling nikmat sedunia), jadi aku belum bisa membandingkan.

tidak sulit untuk memperoleh kopi luwak sebenernya. di bandung sendiri ada beberapa tempat yang menjual. yang sulit adalah kenyataan hidup bahwa begitu banyak lembar rupiah yang harus dibarter dengan segelas kopi :p (well, aku bukan petualang kaya)...

tapi ada satu jenis racikan kopi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya sampai aku membacanya dalam sebuah artikel di internet. banyak jenis bahan (makanan atau minuman) yang aku bayangkan bisa dicampur dengan kopi... tapi tidak untuk yang satu ini. aku benar-benar tidak pernah membayangkan minum kopi susu dengan asi (betul, AIR SUSU IBU!).

konon, asi memiliki rasa yang unik tergantung dari jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh sang ibu. hampir semua orang tidak bisa mengingat rasa asi yang dulu diminumnya ketika masih bayi. jadi marilah bertanya kepada sang ibu yang sedang menyusui (atau kepada suaminya :p). karena rasanya yang unik ini, tentulah tidak akan ada dua cangkir kopi asi yang sama rasanya. uniknya lagi kita bisa merencanakan aroma yang kita inginkan dengan "memaksa" sang ibu untuk mengkonsumsi bahan makanan atau minuman tertentu (sesuai rasa yang diinginkan :p dan berharap sang bayi juga bisa menikmati rasanya).

buat aku ide ini bener-bener sulit bahkan untuk sekedar mampir di kepala, apalagi untuk menerima kenyataan bahwa di luar sana ada orang yang pernah nyobain jenis kopi susu yang satu ini. bahkan ada ide gila untuk meminta sang ibu untuk meminum minuman alkohol tertentu (yang biasa dicampur dengan kopi). gile bener! mudah-mudahan aja ini cuma urban-legend :)

mudah-mudahan suatu saat aku bisa nyobain jenis minuman yang satu ini :p ... mau?

10 Mei 2011

goblog!? y not? :p

blogging tiap hari? kenapa enggak? :p

kemudahan akses internet yang aku miliki sekarang membuat posting di sini jadi lebih nyaman :) ... posting via hp bener-bener menyiksa jempolku :p dulu aku pernah baca ada seseorang yang jemarinya (khususnya jempol) yang mengalami radang sendi karena terlalu sering dipake buat sms-an, beneran lho! cari aja beritanya di google atau yahoo. sementara untuk memakai hp dengan qwerty keyboard, rasanya semua jariku menjadi jempol dibanding skala keyboard yang imut.

well, mudah-mudahan aja aku bisa menjaga konsistensi semangat untuk menulis tiap hari :)

uhm, kalo ada yang baca tulisan-tulisanku yang warna-warni kayak pelangi di sini, silahkan komen apa aja :) (meskipun berdasarkan statistik belum banyak yang baca blog ini :p tapi optimistis boleh kan?)

mending mana ya? update status tiap hari di situs jejaring sosial? atau blogging tiap hari?

a tight six pack, mau?

...are things more easy with a tight six pack?... (twenty something) {yang betul secara tata bahasa tuh more easy atau easier ya?}

dengan kesadaran penuh, tanpa paksaan dari pihak manapun, aku harus mengakui bahwa aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk bermimpi memiliki "enam pak" yang komplit pada perutku :p dan lebih banyak waktu lagi untuk memproyeksikan mimpi tersebut ke cermin di kamarku :D

definisi perut yang sehat sepertinya tidak meliputi perut kotak-kotak ala sampul majalah men's health... saya juga gak yakin kalo laki-laki (apalagi perempuan) dengan six pack akan lebih mudah mencari pekerjaan atau mencari jodoh, bahkan untuk tampil di sampul majalah pun kita harus bersaing dengan banyak perut kotak yang lain.

menurut saya, album twenty something-nya jamie cullum menggambarkan dengan baik curhat-an laki-laki pada rentang usia 20-an... lagu twenty something-nya sendiri menceritakan seorang sarjana yang baru lulus dan masih bingung mo ngapain setelahnya (rada mirip dengan lagu sarjana muda om iwan fals). salah satu alternatif rencana hidupnya adalah nge-gym untuk mendapatkan perut kotak, dan bertanya apakah hal tersebut akan dapat mempermudahnya menjalani hidup.

well... percaya atau enggak, perut enam pak bukan hanya mimpi pemuda umur 20-an :p aku pernah liat ada orang yang cukup berumur (lebih dari 20-an) dengan perut yang konsisten kotak-kotak.

ok, jadi kita lagi ngomongin apa nih? :p

gini aja... teman-teman, laki-laki atau perempuan, yuk kita jaga lingkar perut kita tetap pada ukuran yang normal! kalo ada yang bisa jadi kotak-kotak, boleh juga :) ... ukuran lingkar perut yang normal emang bukan jaminan hidup yang sehat (apalagi jaminan mendapatkan pekerjaan :p kalo jaminan sosial masih dalam taraf wacana di dpr) tetapi saya percaya bahwa perut yang sehat bisa jadi salah satu jalan untuk menikmati hidup :) percayalah! percayalah! percayalah!

latihan otot perut yuk!

09 Mei 2011

rollerblade downhill

tau rollerblade (merek sebuah inline-skates) kan? aku gak pernah punya :p pun gak bisa menungganginya (atau mengendarainya?)... aku aja baru tau dari om wiki kalo itu nama merek, bukan nama "itu"-nya. mungkin aja ada merek inline-skates yang lain, tapi gak populer di dunia aikido enryukai pastinya :p

well, barusan aku liat aksi berani anak kecil menunggangi (beneran menunggangi lho!) satu (bukan sepasang!) inline-skates (seterusnya kita sebut rollerblade aja yah) melakukan semacam aksi downhill di jalan aspal pinggir kosan yang mulus menurun (atau menanjak dari perspektif lainnya).

menunggangi... karena tubuhnya yang kecil, anak tersebut benar-benar duduk pada bagian atas sepatu (yang cukup keras & kuat ternyata untuk menahan beban), berpegangan pada bagian belakang sepatu (yang meninggi), kedua kaki diangkat sedikit di atas aspal sambil berusaha menyeimbangkan badan. hebatnya kedua anak yang berani ini tidak mengenakan alas kaki atau perangkat keselamatan lainnya (hanya bergantung pada sejumlah malaikat yang ditugaskan Tuhan untuk menjaga mereka, buat mereka yang percaya) (aku ngebayangin kulit yang terkelupas tergesek aspal, atau anunya bocah yang kejepit sepatu saat meluncur...brrr)

dengan bantuan gaya gravitasi mereka meluncur berdua bersisian menyusuri jalan aspal sejauh sekitar 50 meter. meskipun turunannya tidak terlalu curam, tetapi massa badan kedua bocah tersebut cukup untuk membuat rollerblade melaju kencang. aku perhatikan mereka mengerem dengan sedikit meliuk, atau zigzag, dan setelah agak lambat barulah kedua kaki menginjak aspal (kadang juga dengan bantuan badan, jatuh maksudnya :p)

aku jadi inget salah satu film yang menceritakan tentang sekelompok pemuda afrika yang berpartisipasi dalam sebuah cabang olahraga pada olimpiade musim dingin. lupa judulnya. kalo gak salah mereka berlatih dengan kereta dorong beroda di atas tanah, karena gak ada lapangan es untuk berlatih. well, mungkin bukan analogi yang tepat banget :p tapi paling tidak mewakili kreativitas manusia dalam keterbatasan.

jadi... let's roll! (maksudnya ukemi aja, kan rolling juga :p)