15 Mei 2011

11 Mei 2011

saat muda, saatnya bikin dosa! :p

seorang teman membagi tautan dari sebuah harian online yang judulnya "saat mahasiswa, saatnya bikin kesalahan"...

intinya adalah salah satu cara untuk mengasah soft skills, siswa atau mahasiswa harus ikut organisasi. dengan berorganisasi, mereka akan bertemu dengan banyak orang, melakukan kesalahan... tetapi dari situ mereka akan memilki soft skills yang bagus.

uhm... tidak ada bagian yang tidak aku setujui dari artikel tersebut, tapi menurutku belum lengkap :p. menurutku, saat muda adalah saat yang tepat juga untuk melakukan banyak dosa :p ... karena kesalahan tidak selalu identik dengan dosa.

aku bisa membayangkan... dahulunya, para anggota dewan atau pejabat publik atau politisi adalah mereka yang tekun belajar di kampus, lulus tepat waktu, dengan nilai yang baik. sebagian lagi juga rajin berorganisasi, ada yang idealis, ada yang oportunis, tapi bisa jadi lepas kuliah masuk parpol yang sama :p tapi lihat kelakuan mereka saat ini...

meskipun tidak bisa dibilang mewakili semua pejabat publik atau wakil rakyat atau politisi di indonesia, sudah jadi rahasia publik betapa bobroknya sistem birokrasi di negara kita. beberapa orang bahkan terlibat skandal murahan (seperti menonton film xxx waktu sidang dpr). ada juga yang selingkuh dengan penyanyi dangdut. ada yang video mesumnya beredar di masyarakat.

kayaknya waktu kuliah dulu, atau masa muda dulu, mereka ini terlalu tekun belajar, atau terlalu rajin ikut organisasi kampus, sehingga lupa atau gak sempat pacaran yang hot misalnya :p atau punya obsesi terpendam untuk menaklukkan banyak wanita, tapi jaim karena ikut forum ilmiah atau reliji di kampus. setelah punya kuasa, setelah punya dana, barulah mereka berulah :p

tapi bukan berarti yang rajin bikin dosa bakal jadi bosan dan jadi pejabat yang baik lho :p malah mungkin tidak akan sempat jadi apa-apa :D tapi paling enggak dia cuma bikin dosa dan sengsara diri sendiri... daripada bikin dosa dan sengsara para konstituen atau seluruh warga negara indonesia... bayangkan!

gak usah ditanggapin terlalu serius ya ;>

:on passion:

aku akan banyak sekali menggunakan kata "konon" dalam blog ini :p karena aku gak cukup percaya diri untuk mengklaim bahwa semua yang aku tulis adalah benar-sebenarnya :)

konon, secara umum bangsa barat (i.e. eropa, amerika) lebih kreatif daripada bangsa asia (pastinya gak semua orang akan setuju dengan "konon" yang ini :p). konon pula, hal ini disebabkan oleh beberapa karakter bangsa asia yang unik (kalo dibilang jelek, khawatir ada banyak bata yang melayang :p).

salah satu karakter yang disoroti adalah ukuran sukses dalam hidup. banyak orang yang mengukur sukses berdasarkan materi yang dimiliki (ayo ngaku aja!). mari kita lihat orang-orang di sekitar kita yang memiliki rumah besar, mobil bagus, dan uang yang banyak. apa yang ada dalam pikiran anda? sukses? kemungkinan besar itu jawabnya, meskipun sebagian orang mungkin hanya akan menjawab pelan atau di dalam hati :).

apa yang terjadi? orang-orang lebih tertarik pada pekerjaan-pekerjaan yang (diasumsikan) dapat mendatangkan kekayaan dengan cepat, misalnya dokter (bukan berarti bahwa profesi dokter adalah profesi yang buruk lho :)) atau pengacara (kalo yang ini, konon Tuhan sudah menciptakan ruang khusus untuk para pengacara di neraka :p i'm kidding bro!).

yang terjadi kemudian adalah kita "dipaksa" untuk mengambil kuliah atau jurusan tertentu yang diharapkan dapat membantu kita dalam mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang "berpotensi" kaya. bahkan hal tersebut diakomodasi dengan riang gembira oleh sistem pendidikan kita. misalnya, jurusan IPA pada tingkat SMU berada pada kelas dengan nomor urut kecil (disusul dengan IPS, Bahasa, dst...). seakan-akan memberikan kasta yang lebih tinggi.

pun dengan jurusan-jurusan yang populer di dunia mahasiswa. dahulu, jurusan-jurusan kependidikan jadi pilihan buncit (secara umum) dalam seleksi masuk ptn. sejak pak beye jadi presiden, gaji & kompensasi guru meningkat dengan drastis. hal ini sukses mendongkrak popularitas jurusan keguruan (dan perolehan suara partai pemerintah tentunya:p), meskipun belum menjadi yang terpopuler.

tidak banyak pelajar atau mahasiswa yang dapat mengejar hasrat hidupnya. tidak banyak pelajar atau mahasiswa yang beruntung memiliki orang tua yang mengizinkan mereka mengambil pilihan jurusan yang sesuai dengan hasrat mereka, bukan hanya berdasarkan pilihan ortu atau popularitas di masyarakat. tidak banyak juga sarjana yang dapat "memilih" pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya. seberapa besar uang yang dapat dihasilkan oleh profesi tersebut biasanya yang jadi motivasi utama.

padahal sebenarnya passion juga gak selalu berarti miskin lho :)

well, menurutku kita tidak juga boleh menyalahkan para ortu kita yang berbuat begitu (bagi yang merasa dipaksa secara sadar atau tidak dalam pilihan hidupnya). tidak ada gunanya menggerutu dan larut dalam penyesalan :). buat yang masih (merasa) muda, masih ada waktu untuk mengejar hasrat hidup kamu! tidak mudah pastinya hidup di luar arus utama, tapi gak berarti tidak mungkin kan? :)

buat yang udah punya anak, uhm... cobalah berbesar hati untuk membiarkan anak melakukan pilihan hidup yang sesuai passion-nya. fasilitasi kebutuhan anak yang sesuai dengan hasratnya. misalnya dengan membelikan buku-buku yang relevan dengan hobinya. atau membiarkan dia memilih kursus keterampilan yang dia suka. well, jadi ortu emang gak mudah dan gak murah lho :). (makanya aku belum jadi ortu :p).

jadi... menjadi kaya menurutku bukanlah perbuatan yang buruk :) bahkan kekayaan dapat membantu kita membantu orang lain untuk mewujudkan mimpi mereka. kekayaan yang halal tentunya :). tetapi mudah-mudahan bukan kekayaan yang jadi ukuran utama kita dalam menilai sebuah sukses :) (sebenernya ini juga sulit buat aku :p)... mari kita sama-sama berusaha dan saling mengingatkan! :)

OSU!!!

kopi (air) susu (ibu)

waktu kecil, kalo makan (atau minum) aku paling pilih-pilih (sulit makan maksudnya). bahkan aku lebih memilih untuk menahan lapar (gak makan) daripada harus makan makanan yang aku gak suka (khususnya sayur-mayur). kalo sekarang? jangan tanya deh... :p

saat ini aku menganggap diriku sebagai petualang rasa :) untuk makan atau minum aku gak pilih-pilih (apalagi kalo lagi gak punya duit dan atau lagi ditraktir :p). salah satu minuman favoritku saat ini adalah kopi, paling suka kopi hitam dengan sedikit atau tanpa gula.

saat ini, menurutku kopi dan alkohol adalah pasangan yang sempurna. konon, alkohol membuat kafein bekerja lebih maksimal (memperpanjang waktu urai, sehingga sensasi nikmatnya lebih lama bagi peminum). trust me! it works! :p aku belum pernah minum kopi luwak (konon pula kopi paling mahal dan paling nikmat sedunia), jadi aku belum bisa membandingkan.

tidak sulit untuk memperoleh kopi luwak sebenernya. di bandung sendiri ada beberapa tempat yang menjual. yang sulit adalah kenyataan hidup bahwa begitu banyak lembar rupiah yang harus dibarter dengan segelas kopi :p (well, aku bukan petualang kaya)...

tapi ada satu jenis racikan kopi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya sampai aku membacanya dalam sebuah artikel di internet. banyak jenis bahan (makanan atau minuman) yang aku bayangkan bisa dicampur dengan kopi... tapi tidak untuk yang satu ini. aku benar-benar tidak pernah membayangkan minum kopi susu dengan asi (betul, AIR SUSU IBU!).

konon, asi memiliki rasa yang unik tergantung dari jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh sang ibu. hampir semua orang tidak bisa mengingat rasa asi yang dulu diminumnya ketika masih bayi. jadi marilah bertanya kepada sang ibu yang sedang menyusui (atau kepada suaminya :p). karena rasanya yang unik ini, tentulah tidak akan ada dua cangkir kopi asi yang sama rasanya. uniknya lagi kita bisa merencanakan aroma yang kita inginkan dengan "memaksa" sang ibu untuk mengkonsumsi bahan makanan atau minuman tertentu (sesuai rasa yang diinginkan :p dan berharap sang bayi juga bisa menikmati rasanya).

buat aku ide ini bener-bener sulit bahkan untuk sekedar mampir di kepala, apalagi untuk menerima kenyataan bahwa di luar sana ada orang yang pernah nyobain jenis kopi susu yang satu ini. bahkan ada ide gila untuk meminta sang ibu untuk meminum minuman alkohol tertentu (yang biasa dicampur dengan kopi). gile bener! mudah-mudahan aja ini cuma urban-legend :)

mudah-mudahan suatu saat aku bisa nyobain jenis minuman yang satu ini :p ... mau?

10 Mei 2011

goblog!? y not? :p

blogging tiap hari? kenapa enggak? :p

kemudahan akses internet yang aku miliki sekarang membuat posting di sini jadi lebih nyaman :) ... posting via hp bener-bener menyiksa jempolku :p dulu aku pernah baca ada seseorang yang jemarinya (khususnya jempol) yang mengalami radang sendi karena terlalu sering dipake buat sms-an, beneran lho! cari aja beritanya di google atau yahoo. sementara untuk memakai hp dengan qwerty keyboard, rasanya semua jariku menjadi jempol dibanding skala keyboard yang imut.

well, mudah-mudahan aja aku bisa menjaga konsistensi semangat untuk menulis tiap hari :)

uhm, kalo ada yang baca tulisan-tulisanku yang warna-warni kayak pelangi di sini, silahkan komen apa aja :) (meskipun berdasarkan statistik belum banyak yang baca blog ini :p tapi optimistis boleh kan?)

mending mana ya? update status tiap hari di situs jejaring sosial? atau blogging tiap hari?