17 Januari 2015

Secangkir Bahagia

Bahagia itu sekarang, bukan kemarin, bukan esok.
Bahagia itu sederhana, murah... Tapi, tidak murahan.

Karena bahagia akan berlipat dengan berbagi...
maka akan saya bagi kopi hitam siang ini, sambil bersama kita nikmati rintik hujan.

03 Januari 2015

Tips Memilih Taksi di Kota Bandung

"Pake argo?" Ini adalah pertanyaan pertama Anda sebelum naik taksi di Bandung. Betul! Saya tidak bercanda. Kecuali, Anda memiliki kelapangan rejeki dan hati yang tak terperi.

Jika Anda tidak terlalu terburu-buru dan masih memiliki sedikit waktu untuk menunggu... maka perkara memilih taksi yang baik di Bandung adalah sangat mudah. Karena Anda tidak punya pilihan. Hanya ada satu perusahaan taksi yang masih bisa dipercaya tanpa harus banyak mikir kir kir: Taxi Blue Bird!

Cegat Taxi Blue Bird di jalan, buka pintu dan sebut alamat tujuan. Anda akan sampai dengan selamat dan nyaman sampai tujuan dengan biaya yang rasional. Kecuali, tentu saja pada jam-jam tertentu akan ada banyak titik macet di Bandung, serta beberapa alamat jalan (kadang-kadang) tidak terlalu akrab bagi pak kusir (jalan-jalan kecil dan atau di pinggir kota). Jika ada waktu luang lebih lama Anda bisa menghubungi 022 756 1234 untuk layanan antar-jemput Taxi Blue Bird.
Taksi Blue Bird adalah SATU-SATUNYA taksi yang PASTI memakai ARGO di KOTA BANDUNG!!!

Layanan taksi yang direkomendasikan berikutnya adalah Taxi Cipaganti. Dahulu, taksi ini adalah salah dua dari taksi terbaik di Kota Bandung, berdasarkan pengalaman pribadi tentu saja, bukan jajak pendapat ilmiah. Pada saat pertama kali diluncurkan, sekali lagi menurut Saya pribadi, kondisi fisik taksi ini bahkan adalah yang terbaik. Lain dulu, lain sekarang! Taxi Cipaganti sayangnya tidak berhasil mempertahankan konsistensi layanannya. Yang paling parah adalah beberapa (oknum) supir bener-bener menjelma menjadi kusir, menolak memakai argo!
Layanan pelanggan Taxi Cipaganti dapat menghubungi 022 700 70000.

Beberapa layanan jasa taksi yang (konon) masih dapat dibujuk untuk memakai argo adalah (tanpa urutan tertentu): Taxi Gemah Ripah (jawara taksi Bandung sebelum Blue Bird mendarat di kota kembang) dan Taxi Putra. Jangan sungkan untuk meminta sopirnya menerapkan tarif argo untuk kedua merek taksi di atas. Menurut teman saya (belum pernah Saya tumpangi), Taxi Rina Rini juga layak diminta untuk menyalakan argo meternya. Dan yang terbaru Taxi AA (belum pernah juga Saya tumpangi) pun mendapatkan rekomendasi yang cukup baik dari beberapa teman.

Demikian rekomendasi jasa angkutan taksi di Kota Bandung berdasarkan pengalaman pribadi Saya. Jangan terpaksa naik taksi sembarangan dengan argo kuda di Bandung! Masih ada taksi dengan argo meter normal dan supir yang baik dan ramah di Kota Bandung. Jangan malu dan segan untuk bertanya: pake argo?

Jika Anda bepergian di dalam kota dengan 2 - 3 teman, taksi bisa jadi alternatif angkutan yang nyaman dan tidak terlalu mahal. Pada jam-jam sepi (tengah malam, misalnya), layanan taksi (dengan argo, tentunya) bisa jadi lebih murah dari angkot, plus lebih aman jika Anda memesan via telepon.

Beberapa pusat keramaian biasanya dikuasai geng taksi tertentu... misalnya di Bandara Husein Sastranegara dan Stasiun Bandung (Hall)... jangan khawatir. Luangkan sedikit waktu Anda untuk berjalan sejenak keluar area bandara atau stasiun, taksi-taksi tersebut di atas (yang sudah Saya rekomendasikan) dapat kita cegat atau jemput kita di pinggir jalan. Pusat perbelanjaan Cihampelas Walk (Ciwalk) sepertinya bekerja sama dengan Taxi Cipaganti, jadi Anda gak repot mencari taksi yang bagus setelah keluyuran di sekitar Ciwalk.

Meskipun laporan kejahatan taksi di Bandung masih sangat minim, tetap tidak ada salahnya untuk waspada dengan meluangkan sedikit waktu untuk mencatat identitas taksi: nomor pintu (dan pelat nomornya jika sempat) beserta identitas supir. Sikap waspada selalu lebih baik.

Selamat menikmati taksi di Kota Bandung! :D

07 Desember 2014

Bus DAMRI dari Stasiun Tanjung Karang, Lampung

Paska kenaikan harga BBM... tentu saja DAMRI tidak ketinggalan ikut-ikutan latah dengan menaikkan tarif tiket busnya :)

Dari Stasiun Tanjung Karang, Lampung, DAMRI melayani pejalan yang menuju Jakarta, Bandung, Bogor dan Bekasi. Di Jakarta bus ini akan mampir di Stasiun Gambir, sementara di Bandung busnya mampir dekat dengan Stasiun Hall, ngesot dikit, tepatnya di Pool Damri Kebon Kawung. Buat Bogor, Damri bersedia mengantarkan kamu sampai Botanic Square. Untuk sampai ke Bekasi, setelah mendapatkan izin khusus dari perwakilan diplomatik RI terdekat :D busnya terpaksa berhenti di Terminal Kayuringin.

Bus yang berangkat dari Lampung akan terbagi dalam tiga kasta: Royal, Executive dan Bisnis (bukan Business? entahlah). Perbedaan paling mencolok terlihat dari jumlah kursinya, dengan formasi duduk 2-1, Royal memberikan kelegaan maksimal. Sementara kedua kelas lain sama-sama menganut formasi kursi 2-2. Hanya kelas bus kelas bisnis yang tidak memuat toilet, itu perbedaan lainnya.

Informasi yang paling penting tentu saja adalah jadwal keberangkatan... atau tarif ya? Apapun. Berikut akan saya paparkan hasil contekan paling mutakhir dari dinding loket bus Damri di Stasiun Tanjung Karang (kenaikan tarif terbaru paska kenaikan harga BBM non subsidi):

Royal 
ke Jakarta Rp. 250.000,00 jadwal berangkat 08:00, 10:00, 20:00, dan 21:00
ke Bogor Rp. 270.000,00 jadwal berangkat 21:00
ke Bandung Rp. 280.000,00 jadwal berangkat 20:00 dan 21:00
ke Bekasi Rp. 265.000,00 jadwal berangkat 21:00

Executive
ke Jakarta Rp. 215.000,00 jadwal berangkat 10:0021:00 dan 22:00
ke Bogor Rp. 230.000,00 jadwal berangkat 21:00
ke Bandung Rp. 240.000,00 jadwal berangkat 21:00

Bisnis
ke Jakarta Rp. 170.000,00 jadwal berangkat 10:0021:00 dan 22:00
ke Bekasi Rp. 185.000,00 jadwal berangkat 21:00
ke Bandung Rp. 205.000,00 jadwal berangkat 20:00

Tentu saja pihak Damri memiliki kewenangan penuh untuk merubah daftar tersebut di atas sewaktu-waktu sesuka-sukanya mereka... tanpa repot-repot memberitahu saya :D
Karena itulah saya juga akan memberikan daftar nomor telepon yang bisa dihubungi untuk kepastian tarif, jadwal dan ketersediaan kursi:
Bandung 0853 8205 0007
Bogor 0858 8324 0240
Bekasi 0853 8205 0006
Jakarta 0812 8607 5382
Sementara bagi warga Lampung dapat menghubungi:
Pool Damri Raja Basa 0823 2500 0101 - 0721 703 241
Stasiun Tanjung Karang 0853 2500 0102
Teluk Betung Pasar Kangkung 0812 2597 0003
Natar 0813 7959 8991

Demikianlah daftar tarif dan jadwal keberangkatan yang dilayani oleh Bus DAMRI yang berangkat dari Stasiun Tanjung Karang, Lampung. Mudah-mudahan bermanfaat! :)

p.s.: Saya sangat merekomendasikan kelas Royal untuk Anda yang ingin maksimal menikmati perjalanan :) lega banget apalagi kalo dapet kursi yang sendirian :D tidak ada ruginya sesekali merogoh kantong sedikit lebih dalam.

28 Oktober 2014

Fight Club 15th Anniversary

"You met me at a very strange time in my life."

Demikian sepotong kalimat terakhir dalam film Fight Club. Dunia Sophie (Jostein Gaarder) dan Fight Club merupakan dua karya yang sangat menginspirasi hidupku. Dunia Sophie tidak sengaja kutemui di kamar seorang teman pada masa awal kuliah di Bandung, sekitar dua tahun kemudian tanpa rencana aku menonton Fight Club di bioskop.

"Welcome to Fight Club.
The first rule of Fight Club is.. You do not talk about Fight Club.
The second rule of Fight Club is.. You do not talk about Fight Club!"

Oke, aku bersalah... Tapi aturan dibuat untuk dilanggar, bukan?
Lima belas tahun kemudian film ini tentu saja tidak 'mengejutkan' lagi. Entah sudah berapa kali film ini aku tamatkan (saking terpesonanya, aku bahkan menonton film ini dua kali berturut-turut di bioskop yang sama saat itu, 1999). Menonton film ini berulang-ulang berfungsi untuk menguatkan iman, mencerna ulang wahyu-wahyu yang berserakan sepanjang film, mencari pesan-pesan tersembunyi, memberi semangat dalam hidup.
Film ini mungkin saja tidak memberikan banyak kejutan lagi... tetapi tetap menarik untuk disimak.

"The things you own end up owning you."

Bayangkan membaca pesan tersebut di atas pada fase labil dalam hidupmu! Menurutku pesan ini tidak baru. Banyak sistem kepercayaan yang menyarankan pesan yang sama tentang kepemilikan duniawi, Buddha misalnya. 'Penderitaan berasal dari keterikatan' sementara 'keterikatan berasal dari kepemilikan' jadi jika 'tanpa-penderitaan adalah sama dengan bahagia' maka ... Aku rasa kamu cukup pintar untuk mengisi sendiri titik-titik tersebut.

"Advertising has us chasing cars and clothes. Working jobs we hate so we can buy shit we don't need."
...
"We've all been raised on television to believe that one day we'd be millionaires and movie gods and rock stars. But we won't." (dalam film, dialog terakhir ini diucapkan Brad Pitt yang berdiri di sebelah Jared Leto... '30 Seconds to Mars' lahir pada tahun 1998, sindiran? mungkin)

"You are not your job. You're not how much money you have in the bank. You're not the car you drive. You're not the contents of your wallet. You're not your fucking khakis." (untuk saat ini mungkin bisa ditambahkan "you are not how many friends you have in facebook, how many likes, how many tweets, how many followers... etc")

Sebagian dari kita terjebak dalam kehidupan sosial. Kita adalah binatang sosial, kita memang sulit sekali untuk hidup sendiri. Tetapi kita tidak harus menjalani kehidupan orang lain. Yang terburuk menurutku, adalah mereka yang terjebak kehidupan sosial di dunia maya. Kasihan.

Ya kamu harus menonton filmnya sendiri. Ada banyak aksi, dijamin tidak membosankan. Ada banyak pesan... Dan ada lebih banyak kejutan jika kamu lebih teliti. Menonton di bioskop tidak tergantikan kenikmatannya, efek gambar dan suara yang menggelegar membangun cerita. Tetapi buat kamu yang lahir belakangan... menonton di monitor membuat kamu dapat menikmati lebih banyak kejutan. Aku beruntung diberi kesempatan untuk menonton film ini di bioskop dan di rumah.

"And the eight and final rule. If this is your first night at Fight Club... you have to fight."

Tulisan ini bukan resensi, hanya selebrasi pribadi. Selamat malam.

02 Oktober 2014

Galau Kelas Ekonomi

Begini...
Menurut situs resmi PT. Kereta Api Indonesia (Persero):
PSO Tiket KA Ekonomi 2015
begitu deh, bisa dibaca sendiri :)
Mungkin informasi ini berguna buat teman-teman yang sedang merencanakan perjalanan murah-meriah yang melibatkan Kereta Api jarak jauh dan menengah kelas ekonomi. Sepertinya jurang tarif antara kelas ekonomi dan bisnis (dan eksekutif) akan semakin sempit dan tidak terlalu dalam. Mungkin bisa jadi pertimbangan untuk membayar sedikit lebih mahal demi kenyamanan, dengan naik kelas. Atau, memilih moda angkutan lain yang lebih nyaman dengan tarif yang tidak jauh berbeda.

Sila membuat tanda salib, menyilangkan jari, menengadahkan kedua belah tangan, menangkupkan kedua telapak tangan, atau apapun cara berdoamu... atau menunjukkan jari tengah, atau membuat petisi di dunia maya, atau berheboh di jejaring sosial... meminta dengan sungguh, berharap dengan sangat, semoga, sama seperti beberapa masa yang lalu: PSO dicabut, untuk kembali di lain waktu.
Atau.. kembali ke masa prasejarah, bertahan hidup dengan berburu (tiket promo) :D

ngomong-ngomong, ada sedikit perbedaan antara "subsidi" dan "PSO." Sila baca di sini deh.

update: tarif baru dengan PSO berlaku mulai 1 maret 2015, kereta ekonomi kembali ekonomis! :D