30 Juli 2011

Selamat dari Hal-hal Terburuk

Entah di mana Anda berada, di tengah hutan atau bahkan di dalam rumah, Anda bisa bertemu dengan sesuatu yang 'menakutkan.' Beberapa tips sederhana berikut ini bisa membantu Anda keluar dari skenario terburuk. (ini contekan abis dari pembukaan artikel ini)

oia, ini dimuat dalam MHI edisi Agustus 2011, rubrik Ragam: Selamat dari Hal-hal Terburuk, halaman 74. aku akui ini sangat tidak original :D alias nyontek abis. karena aku anggap info ini penting banget buat teman-teman yang baca (pria atau pun wanita).

oke deh kita mulai...

awalnya ada dua skenario buruk yang jadi contoh: maling yang masuk rumah dan ada perampok mengancam di lampu merah. skenario penting lainnya ada juga seperti terluka benda tajam dan digigit anjing. pastinya ini emang kejadian yang sangat tidak kita harapkan tapi mungkin aja terjadi. jadi kalo mo tu lebih lengkap, baca aja di Men's Health Indonesia edisi Agustus 2011 ini :)

yang tidak kalah pentingnya adalah skenario ini: KONDOM BOCOR!!!
kecuali emang udah siap jadi Ayah... penting banget untuk baca tips ini. dapatkan morning-after-pill (semacam pil pencegah kehamilan) dari farmasi. bergeraklah cepat. efektivitas dari kontrasepsi darurat berkurang seiring waktu, dan kemungkinan tidak bekerja lebih dari 72 jam setelah seks yang tidak terproteksi.
masalah kedua adalah infeksi. kalo yang ini kudu periksa ke dokter atau laboratorium, bro. apalagi kalo kita gak tau riwayat kesehatan-seksual pasangan (atau kita sendiri).

well... aku kaget juga kalo ini masuk dalam kategori 'skenario terburuk,' lucu juga baca judulnya, tapi kalo dipikir-pikir ada benernya juga. kehamilan tidak terencana tuh banyak banget lho dampaknya (bagi kedua belah pihak). jadi ya kudu ekstra hati-hati bro. pastikan beli kondom yang bagus kualitasnya dan pake yang bener. meskipun ini juga tidak 100% aman, tapi kan lumayan juga supaya gak deg-degan banget kalo dah 'beres' :)

ok deh, gitu aja sih sebenernya :D jadi ya penting gak penting juga :)
mudah-mudahan bermanfaat!

Secuil Ayat dari MHI bulan ini (agustus 2011)

uhm... ini hampir copy-paste abis deh :D ya lumayanlah buat ngisi postingan akhir bulan :) buat pengingat juga sapa tau diperlukan suatu saat. majalahnya juga pinjeman, jadi harus segera dikembalikan ke empunya :D ada tiga hal yang menarik perhatianku dari MHI bulan ini. trivia aja, soalnya kalo artikel lengkap pastinya bagus-bagus semua di majalah ini. let's start!

pertama dari Buletin Kesehatan halaman 16: Bunuh Diri di Tempat Paling Bahagia. aku baru tau kalo ternyata tingkat bunuh diri di negara-negara sejahtera, seperti Kanada, Amerika Serikat, Islandia, Irlandia dan Swiss, lebih tinggi dibanding negara lain. alasannya: Orang yang tidak bahagia namun hidup di tempat bahagia, merasa diperlakukan secara kasar oleh kehidupan, karena mereka dikelilingi oleh orang-orang yang puas dengan hidup mereka.

tadinya aku pikir perasaan bahagia tuh bisa menular lho, artinya kalo kita dikelilingi oleh orang-orang yang berpikiran positif (bahagia, puas dengan hidupnya) kita juga akan tertular dengan perasaan yang sama. artinya aku beruntung juga tinggal di negara yang (konon) hampir gagal (menurut beberapa indikator) ini :D jadi banyak warga yang senasib, jadi bisa lebih bersyukur juga (apalagi kalo melihat penderitaan sebagian warga negara kita yang lain). bukan bahagia di atas penderitaan orang lain lho :D cuma berusaha untuk bersyukur aja dengan hidup yang aku punya. lagian juga gak ada jalan lain selain tetap hidup kan? biarpun langit runtuh di negeri ini.

kedua adalah Nutrisi halaman 28: aku suka banget makan daging (tapi berusaha banget juga untuk gak berlebihan dalam konsumsinya, ini yang sulit apalagi kalo gratis :D). fakta yang mengerikan adalah daging yang dipanggang terlalu matang berisiko akan menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker). semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa yang terbentuk. senyawa ini terdapat paling banyak pada lapisan terluar (bagian yang terlihat kecoklatan atau kehitaman) pada daging panggang.

biasanya aku suka pesen yang well done tuh... dan ngarep juga rada gosong dikit. trus bagian yang luar kan biasanya jadi rada garing-garing gimana gitu yang enak buat dikunyah :D apalagi kalo saus yang dipakai tuh jadi kayak nempel banget di "kulit" dagingnya, uhm... maknyus! tapi ya kudu hati-hati deh dari sekarang. jadi lain kali... very well done? tidak, terima kasih! :)

nah yang ketiga nih yang paling kocak dan paling penting! dalam rubrik Ragam: Selamat dari Hal-hal Terburuk halaman 74. tapi yang ini di posting berikutnya aja ya :p

23 Juli 2011

hantu Nazarudin

nazarudin emang keren banget! kayaknya satu indonesia ini gak ada yang gak kenal di deh :D atau paling enggak bisa jadi "trend topic" dalam percakapan sehari-hari khususnya dalam bidang politik.

setelah diawali dengan sms-bbm, trus telpon, dan kemaren tuh video conference via skype... konflik nya tuh kayak diatur, kayak dalam film. data yang diajukan semakin akurat (paling tidak ada gambar kertas dan flash-disk, yang entah isinya apa, bener atau enggak). tokoh yang disasar makin spesifik... dengan embel-embel "ini masalah pribadi!" beh... udah kayak tag-line film yang mo tayang aja :p

entahlah apa ini rekayasa. entahlah siapa yang diuntungkan dari rekayasa ini (kalo emang bener rekayasa). entahlah pihak mana yang benar, mana yang salah (gak mungkin dua-duanya bener kan? kalo dua-duanya salah mungkin aja :p). entahlah materi-materi yang ditunjukkan oleh nazarudin adalah bukti yang otentik dan valid secara hukum. entahlah apakah partai Demokrat akan bisa bertahan sampai (paling tidak) 2014... entahlah, entahlah.

kalo aku sih mikirnya... suatu saat bagus juga nih kalo "drama" politik ini dibikin jadi film layar lebar :) ya kayak di amerika sono. kan ada beberapa film yang inspired-by atau based-on peristiwa politik yang sesungguhnya, misal JFK, All President Men. tapi ya mungkin juga gak ada yang berani :p tapi kalo ada yang berani, kayaknya lumayan juga. ada aksi tembak-tembak nya juga lho (gitu kalo denger dari pengakuan bang udin semalam).

kalo menyitir dari kalimat pembuka dalam Communist Manifesto, Marx & Engels: Hantu sedang membayangi Eropa--hantu Komunisme... manifesto yang manakutkan kaum borjuis saat itu, manifesto yang menggetarkan kelompok penguasa.

"Hantu sedang membayangi Demokrat--hantu Nazarudin"

22 Juli 2011

...

Apa artinya usaha kreatif kita yang tak habis-habisnya,
Jika hanya dalam sekejab, kematian akan mengakhiri segalanya?

21 Juli 2011

bebek Tokyo

menurut survei biaya hidup yang dilakukan oleh the Economist Intelligence Unit, Tokyo masih jadi juaranya kota paling mahal sedunia (www.economist.com). penyebab utama dari keadaan ini adalah kuatnya mata yang Yen (jadi ada untungnya juga tuh kalo mata uang Rupiah kita itu lemah :p). survei ini menghitung harga rata-rata dari 160 produk dan jasa, dari harga sekerat roti sampai sebiji mobil mewah. info lengkapnya harus baca majalah The Economist tuh :p

meskipun masih ada kritik seputar metode penelitian yang dipakai, ya kita asumsikan aja secara sederhana kalo tinggal di Tokyo (di Jepang secara umum) dan beberapa negara Eropa lebih mahal daripada tinggal di Amerika, apalagi kalo dibandingkan di Indonesia :D. (aku gak tau apakah Jakarta masuk dalam 133 kota yang disurvei) salah satu contohnya adalah harga satu kilo beras putih di Hong Kong adalah $1.77, di New York $3.42, nah kalo di Tokyo gak gitu mahal CUMA $7.96!!! uhm dalam dollar amerika ya, silahkan dikonversi ke dalam rupiah dan bandingkan dengan harga beras di Indonesia. yang aku tau sih harga rata-rata beras saat ini kurang dari 10 ribu rupiah (ya sekitar $1!). harga segitu aja udah banyak warga negara kita yang makan nasi aking.

mahal emang relatif... dengan (misalnya) perbandingan pendapatan perkapita tiap negara, harga mahal di beberapa negara maju bisa sedikit dimaklumi. tapi ya seru juga kalo kita banding-bandingkan secara langsung :p jadi nasi goreng yang semalam aku beli (8 ribu rupiah) akan berharga sekitar 60-70 ribuan rupiah di Tokyo :p makanya nasi goreng jadi salah satu makanan favorit bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung kesini :) apalagi orang Jepang yang kesini, trus bawa uang Yen yang banyak trus makan di warung-warung di daerah kos-kosan kayak di daerah kebon bibit ini, harga nasi putih seporsi sekitar 2500.

jadi apa hubungannya dengan bebek-bebek di rumahku? jadi gini... aku punya beberapa ekor bebek di rumah. bukan untuk dijual, tapi untuk dimakan sendiri daging dan telurnya. nah kami juga punya beberapa ekor ayam (sama juga untuk konsumsi sendiri). menurut ayahku, bebek ini lebih rakus makannya daripada ayam, wajar aja karena berat badannya juga relatif lebih besar daripada ayam. di rumah kami makanan utama bebek dan ayam ini adalah nasi. jadi ibuku kalo masak nasi sedikit dilebihkan supaya ada sisa buat bebek dan ayam. kalo aku perhatikan, malah kadang bebek kami makan nasi lebih banyak daripada tuannya :D tapi ya, karena bebek ini bukan untuk dijual dan jadi semacam pengisi kesibukan buat ortu yang sudah pensiun, kami cuma ketawa-ketawa aja kalo ngobrolin fakta nasi bebek ini.

ayahku sempat bilang gini nih.. kalo aja ampe harga beras mencapai 10 ribu rupiah atau lebih per satu kilogram, kayaknya semua bebek yang kami pelihara,lebaran ini akan jadi rendang bebek :p kalo aku bilang harga beras di Tokyo per kilogram, mungkin ayahku gak akan pernah melihara bebek atau ayam deh :D dan aku gak akan pernah juga menikmati ajaibnya rasa bebek goreng dan rendang bebek buatan ibuku :p kira-kira berapa ya harga bebek atau ayam di Tokyo? tapi mungkin juga mereka gak makan atau paling tidak gak banyak makan nasi di sana, kasian ya bebeknya.

anyway... marilah kita bersyukur atas nikmat nasi putih yang masih terhidang di meja kita. masih banyak juga saudara kita sebangsa-senegara yang bahkan sulit untuk makan sekali per hari. tapi saranku, jangan makan nasi putih berlebihan ya! kalo ada beras merah, lebih bagus tuh buat kesehatan. trus kalo emang memungkinkan, pasokan karbohidrat ini juga bisa diganti, dengan roti misalnya. bukan sok bule :p tapi diselang-seling aja, bagus buat perut, bagus juga buat Indonesia, supaya negara kita gak terlalu tergantung dengan beras gitu loh (gara-gara rezim orde baru nih!). sapa tau di masa depan negara kita bisa swasembada beras lagi, trus bisa ekspor tuh beras :)

ok deh... sampai ketemu di Tokyo! itadakimasu....

ps: penasaran juga dengan harga satu ekor bebek peking di Tokyo :)