03 Oktober 2012

draft-sandwich!

 
dari wikipedia









entah karena lapar... mungkin juga karena baru saja membayangkan pemanggang roti yang "melempar" rotinya setelah matang dan tipe pemanggang roti yang "menjepit" :D kayak teknik aikido aja...

karena sudah entah berapa banyak draft-tulisan yang tidak pernah terselesaikan... karena sudah semakin jauh jeda antar tulisan yang dimuat di blog ini... biarlah tulisan ini menjadi semacam roti lapis yang isinya draft-draft tulisan yang entah kenapa semakin lama semakin sulit untuk diselesaikan.

itadakimasu....

01 Oktober 2012

fx rudy gunawan: [ K-O-M-A ]

bagaimana Kodrat menjalani hidup sesuai takdir dan Kenangan yang terkait masa silam.

ko.ma nomina tanda baca (,) yang dipakai untuk memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian, untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi dalam kalimat, dan sebagainya
ko.ma nomina Kedokteran dan Fisiologi keadaan tidak sadar sama sekali dan tidak mampu memberi reaksi terhadap suatu ransangan (karena keracunan, sakit parah, dan sebagainya)
...begitu yang tercantum dalam KBBI 1997 di rak bukuku.

aku tidak akan menyematkan pujian "a must read book!" kepada novel karya fx rudy gunawan ini... maaf :) meskipun novel ini jauh dari kualitas buruk, paling tidak menurutku :D yang pasti novel ini berhasil menyihirku untuk "menyelesaikannya" dalam waktu yang cukup singkat... cukup menarik perhatianku. sesuatu hal yang cukup langka untuk insan-malas-baca-sampai-tamat sepertiku :D

judul novel ini sebenarnya sudah "membocorkan" sebagian besar bagian akhir ceritanya :D dengan cara yang cerdas. sekalian aja ya aku bocorin sedikit di sini :D pengarang "membiarkan" Kodrat berada dalam kondisi koma pada akhir cerita. kisah hidup Kenangan pun berlanjut dalam benak pembaca... seperti sebuah kalimat yang belum sempurna karena belum diakhiri dengan tanda titik (.).

hidup ini memang seperti sebuah kalimat panjang yang (mungkin) penuh dengan koma. sebuah rangkaian kata-kata belum sempurna menjadi sebuah kalimat sebelum diakhiri dengan tanda titik. hidup yang penuh dengan koma menjanjikan ketidakpastian yang menggairahkan, paling tidak bagi sebagian orang. "apa asyiknya hidup jika kita tahu apa yang akan terjadi esok?" ujar Kodrat (halaman 23). meskipun kejutan dapat berarti 50% kemungkinan menyenangkan dan 50% kemungkinan sebaliknya... dan Kodrat pun berakhir dengan 50% kemungkinan hidup dan 50% kemungkinan mati (halaman 175).

masih ingat Medulla Sinculasis yang aku baca beberapa waktu yang lalu? menurutku ada sedikit kemiripan pesan antara Medulla dan Koma... sama-sama menyuarakan kritikan sosial penulis, meskipun dalam gaya bahasa yang berbeda. Paox Iben dalam Medulla lebih blak-blakan dalam bercerita, paling tidak melalui penyebutan nama karakter asli yang bahkan masih hidup sampai saat ini. sementara FX Rudy Gunawan menggunakan nama-nama karakter samaran meskipun mengacu pada peristiwa-peristiwa faktual. meskipun Kodrat sempat menyindir "katanya sekarang udah reformasi, udah demokratis, udah transparan..., gimana sih, pak?" (halaman 29) tetapi ternyata Paox lebih transparan daripada Rudy :)

soal cerita?... menarik. buktinya aku yang cepat bosan ini sukses menamatkan novel ini dalam waktu singkat (pun karena novel ini tidak terlalu tebal :D). ceritanya... kasi tau gak ya? beneran kamu pengen tau? :D baca sendiri aja deh.

[ K-O-M-A ]
sebuah novel karya FX Rudy Gunawan
Penerbit Spasi & VHR Book, Jakarta, 2008, ix + 182 halaman.

15 September 2012

parkir sepeda motor yang lebih manusiawi di BIP :)

mungkin ini bukan berita baru dan gak penting banget :D ...tapi aku baru tau jum'at kemaren kalo parkir sepeda motor di BIP sudah pindah bari Basement 3 ke Basement 1. kenaikan status lantai ini menurutku membuat tempat parkir sepeda motor di BIP menjadi lebih manusiawi :) tempat parkir dahulu, pada lantai terbawah (bawah tanah) menurutku sangatlah merendahkan pengunjung yang memakai sepeda motor, seolah-olah mereka (kami) ini adalah pengunjung kelas 3. posisi lahan parkir dahulu sangat tidak sehat, yang lebih kasihan lagi sebenernya adalah para petugas parkirnya.

yang paling baik tentu saja adalah lahan parkir yang cukup luas dengan sirkulasi udara yang baik :) yang lebih baik lagi sebenernya adalah mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan memakai moda angkutan umum! :D yang terbaik adalah JALAN KAKI dong kalo nge-Mall! :D berani?!

dari wikipedia


selamat akhir pekan ya! :)

Kejujuran yang Asing

dari Wikipedia
 
"Aku telah hidup dengan cara tertentu, aku juga bisa hidup baik dengan cara lain. Telah kulakukan ini dan tak kulakukan itu. aku tak melakukan satu hal, sebaliknya kulakukan yang lainnya. Lantas kenapa?" (dari Sang Pemberontak, halaman 161-162)

karya Albert Camus yang pertama kali aku baca adalah Mite Sisifus: Pergulatan dengan Absurditas (Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama 1999). seingatku waktu itu aku tertipu oleh sebuah resensi di Kompas :D dan sampai saat ini lebih dari sepuluh tahun kemudian aku masih tetap gak mengerti apa itu "Absurditas" ...beberapa hari yang lalu, aku menemukan karya Camus yang edisi aslinya diterbitkan pada waktu yang sama dengan Mite Sisifus, pada tahun 1942, yaitu Sang Pemberontak (Penerbit Liris 2010). dua karya ini seharusnya memiliki hubungan filosofis yang erat dalam hubungannya dengan konsep absurditas... tapi terus terang aku tetap gak ngerti :D

dari sisi terjemahan dulu deh... tentu saja hasil terjemahan penerbit besar semacam GPU sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, sementara Liris sendiri adalah sebuah penerbit yang lebih kecil dari Surabaya. meskipun demikian, mencerna karya non-fiksi semacam Mite Sisifus bukanlah perkara mudah (meskipun sudah dibantu dengan terjemahan yang baik), sebaliknya membaca novel Sang Pemberontak terasa lebih ringan (meskipun terjemahannya tidak begitu baik :D)... Mite Sisifus emang lebih berat (bukunya juga lebih tebal :D).

bila dalam pengantar Mite Sisifus diangkat tema mengenai daya tarik kejujuran Camus... maka (bukannya mo ikut-ikutan lho :D) menurutku hal yang sama juga yang membuat Sang Pemberontak menjadi menarik untuk dibaca. Meursault, karakter utama dalam novel ini, adalah seorang laki-laki yang berusaha hidup apa adanya dan jujur. mungkin aja karakter ini adalah refleksi-diri sang penulis (sok tau nih :D) dan penulis memanfaatkan novel ini untuk menjelaskan filosofi hidupnya dalam bahasa yang lebih ringan daripada Mite Sisifus (lebih sok tau lagi! :D).

sulitnya bagi Meursault (dan aku juga merasakan hal yang sama) adalah manusia tuh pada dasarnya munafik. manusia pada umumnya menjunjung tinggi nilai kejujuran tetapi membenci pahitnya kenyataan. novel ini dalam bahasa aslinya berjudul L'Étranger yang diterjemahkan menjadi The Stanger atau The Outsider... orang jujur adalah orang asing di negeri orang munafik atau lebih parah lagi adalah seorang pemberontak yang harus dihukum. di sini kejujuran kehilangan daya tariknya...

tetapi... setiap pilihan pastilah mengandung konsekuensi. Meursault dapat saja berperilaku berbeda, lebih fleksibel misalnya, dalam bersosialisasi di masyarakat. kita tentu tak asing dengan "topeng-publik" demi memuaskan orang lain. Meursault lebih memilih untuk diam daripada berbohong (meskipun "tidak mengatakan yang sebenarnya alias diam" juga adalah sebuah kebohongan menurut Ekman :D) dan membiarkan orang lain menafsirkan sendiri sikap diam-nya. yang paling penting adalah Meursault bertanggungjawab terhadap pilihan hidupnya dan menjalani hukuman atas perbuatannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

pembunuhan inilah tindakan Meursault yang paling tidak aku sukai... buatku "hidup dengan cara tertentu" adalah sebuah pilihan yang rasional dan sah-sah aja, tetapi sebuah "pembunuhan" apapun alasannya adalah sebuah pelanggaran hak hidup. bagaimana mungkin kita bisa menjunjung tinggi nilai kebebasan hidup tetapi di waktu lain justru membatasi hidup seseorang dengan membunuhnya. bahkan Camus pun tidak "mengizinkan" seseorang untuk membunuh-diri-sendiri walaupun hidup ini absurd. singkatnya, membunuh bukan sebuah opsi.

secara umum menurutku buku ini menarik untuk dibaca dan direnungkan :) ...pembaca yang lebih serius tentunya akan dapat memberikan apresiasi yang lebih dalam pula, dibandingkan posting dangkal ini :D

jadi... daripada tertipu oleh resensi ini, mending kamu beli sendiri bukunya (gak mahal kok, beneran!) di toko buku terdekat. atau lebih baik lagi membaca novel ini dalam bahasa aslinya atau paling tidak dalam edisi bahasa inggris.

selamat tertipu...

ps: salah satu resensi yang menarik bisa dibaca di wikipedia :)

12 September 2012

Lenggang Palembang II

Golden Gate Bridge-nya Palembang... Jembatan Ampera :D

...menjelang jembatan, gerombolan kendaraan bermotor mulai padat merayap. tapi gak lama setelah sebuah bundaran...

 jalanan menjadi lega lagi di awal jembatan :)

 seorang pejalan kaki melintasi jembatan dengan latar belakang Sungai Musi. jadi jembatan ini juga bisa dilalui dengan jalan kaki lho... tapi jangan tanya seberapa teriknya matahari kalo siang hari! :D

melewati "The Two Towers" yang dahulu bisa dilewati kapal tuh di bawahnya... sekarang? seandainya masih bisa tentu bakal jadi atraksi yang menarik untuk dilihat :)

dermaga bus air bawah ampera 16 ilir...  gitu nama resminya. lain kali kayaknya aku harus nyobain juga naik salah satu kapal kecil dari sini :)

nb: Jembatan Ampera ini adalah salah satu bangunan yang menginspirasi dua karya monumental: The Golden Gate Bridge di San Fransisco dan The Two Towers (dari trilogi The Lord of the Rings-nya J.R.R Tolkien)
(dari sumber yang sangat meragukan :D)