31 Desember 2012

Re-Post: (BUKAN) Resolusi!

(karena isinya masih sangat relevan... tidak ada yang berubah dalam setahun ini :D )

sekali lagi ini bukan resolusi... lebih tepatnya ini posting ulang :D tiba-tiba aku teringat masa-masa galau akhir tahun 2010 dan terlintas lagu ini Next Year Baby - Jamie Cullum dari album Twenty Something. kalo kamu cari di youtube ada banyak versi-nya deh (ini salah satu versi yang keren dari Live at Bleinheim). gini lirik lagunya...

Next Year, Things are gonna change,
Gonna drink less beer And start all over again
Gonna pull up my socks Gonna clean my shower
Not gonna live by the clock But get up at a decent hour
Gonna read more books Gonna keep up with the news
Gonna learn how to cook And spend less money on shoes
Pay my bills on time File my mail away, everyday
Only drink the finest wine And call my Gran every Sunday
Resolutions Well Baby they come and go
Will I do any of these things? The answer's probably no
But if there's one thing, I must do, Despite my greatest fears
I'm gonna say to you How I've felt all of these years
Next Year, Next Year, Next Year I gonna tell you, how I feel
Well, resolutions Baby they come and go
Will I do any of these things? The answer's probably no
But if there's one thing, I must do, Despite my greatest fears
I'm gonna say to you How I've felt all of these years
Next Year, Next Year, Next Year

(aku gak ngerti apakah memuat lirik lagu termasuk dalam pelanggaran hak cipta... mudah-mudahan aja enggak)
ngomong-ngomong... ini resolusi yang bagus kan? :) dan cukup realistis... Will I do any of these things? The answer's probably no... :D

But if there's one thing, I must do, Despite my greatest fears I'm gonna say to you How I've felt all of these years :)

29 Desember 2012

mari bung! rebut kembali bandung!

halo-halo bandung...

seperti biasa... atau sudah biasa... pada waktu tertentu kota bandung akan kebanjiran kendaraan bermotor. volume kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan daya tampung jalan-jalan yang ada di kota kembang. lebar jalan makin menyempit karena bahu jalan pada ruas tertentu banyak disalahgunakan sebagai lahan parkir (dadakan maupun terencana).

seakan-akan bandung masih kekurangan masalah transportasi. padahal beban rutin jalanan bandung aja kayaknya sudah begitu berat. misalnya, perilaku pengguna jalan (baik pribadi maupun umum) yang kurang disiplin dan kondisi fisik jalan yang buruk. beberapa pelaku bisnis bahkan mematok jalan umum layaknya jalan pribadi (misalnya untuk jalur parkir, bahkan ada yang menjadi lahan parkir).

masalah bertambah parah bila musim hujan tiba... selokan yang kotor dan penuh sampah membuat air enggan melewatinya dan lebih memilih mengalir di jalanan atau menggenang di lubang jalan. lubang di jalan seperti siap memerangkap pengguna jalan yang sial... beberapa bahkan memakan korban jiwa.

kalo dahulu pada masa perjuangan bandung pernah menjadi "lautan api"... sepertinya saat ini bandung masih layak dapat julukan lautan, tapi lautan mobil, sepeda motor, air, sampah,... lautan masalah!
kalo dahulu "lautan api" terjadi karena kerelaan berkorban dan keberanian para pejuang... maka saat ini lautan masalah terjadi karena kelalaian (sengaja dan tidak sengaja) dari para pemangku kepentingan, semua yang terlibat dari rakyat sampai birokrat! dari swasta sampai pemerintah!
kalo dahulu artinya pengorbanan untuk kepentingan bersama yang lebih besar... kalo sekarang mengorbankan rakyat kecil untuk kepentingan segelintir pemilik modal.
kalo dahulu untuk "merdeka!"... kalo sekarang untuk "kaya!"

mari kita sama-sama rebut kembali kota kita yang tercinta ini!
mari kita sama-sama jaga kebersihan dan ketertibannya, mulai dari diri kita sendiri aja... mulai dari yang sederhana aja... mulai dari sekarang!

mudah-mudahan pada pemilihan kepala daerah mendatang para pemilih di kota bandung khususnya dan di jawa-barat pada umumnya dapat berpikir lebih rasional dan menggunakan hak pilihnya dengan cermat dan tepat!

mudah-mudahan bandung dapat menjadi kota yang lebih baik lagi di masa mendatang.

mari bung rebut kembali!

28 Desember 2012

Boris Karloff "The Monster"

dari wikipedia


satu lagi nih aktor film horor terkenal... Boris Karloff! tulisan ini akan jadi bagian terakhir dari rangkaian tiga aktor horor klasik ternama dari Hollywood pada blog ini. nama aslinya William Henry Pratt, berkebangsaan inggris... beda banget ama bayangan kita kalo baca nama panggungnya :D
ada beberapa alasan kenapa dia merubah namanya untuk keperluan dunia hiburan, bisa dibaca di sini.
Karloff ini sedikit keturunan India, sehingga secara fisik sedikit berbeda dengan orang inggris pada umumnya, dan tentu saja "darah-campuran" ini yang (konon) sering membuatnya mendapatkan celaan pada masa kanak-kanak justru menjadi berkah di belantara Hollywood.



dari wikipedia
Karloff paling dikenang sebagai aktor film horor terkenal karena film ini Frankenstein (1931), jadi pastikan kamu harus nonton film klasik yang satu ini ya! :) film ini diadaptasi dari novel karya Mary Shelley dengan judul yang sama, Frankenstein. aku asumsikan aja kalo kita semua sudah tau bedanya antara karakter Frankenstein dan makhluk ciptaannya (yang sering dijuluki Monster). dalam sebuah wawancara, Sara Karloff (anak perempuan Boris Karloff) menyatakan bahwa kemungkinan besar ayahnya mendapatkan inspirasi untuk menghidupkan karakter sang Monster berdasarkan pengalaman masa kecilnya yang sering diasingkan oleh teman-teman sepermainan. perasaan yang dialami sang monster tidaklah asing baginya ditambah lagi dengan pengalaman aktingnya yang cukup banyak sebelum Frankenstein.
secara usia, Karloff ini rada telat terkenalnya. bayangkan dia main di Frankenstein itu pada usia sekitar 44 tahun! Chaney berperan sebagai Phantom pada usia 42 tahun, tapi dia udah maen di cukup banyak film dan lebih dulu terkenal... mungkin aja kalo dia gak keburu meninggal, Chaney yang bakal meranin Count Dracula dan The Monster! :D Lugosi juga rada telat "menjadi" Count Dracula di layar lebar setelah berumur sekitar 49 tahun, meskipun dia sudah bermain sebagai tokoh yang sama di panggung teater sejak 3 tahun sebelumnya. mungkin alasannya adalah karena Chaney adalah aktor kelahiran Amerika Serikat, sedangkan kedua aktor yang lain adalah pendatang (Lugosi dinaturalisasi pada tahun 1931, sementara Karloff sendiri tidak pernah menjadi warga negara Amerika Serikat)

meskipun bintangnya mulai bersinar pada usia yang cukup senja, Karloff meninggal pada usia yang cukup lanjut, 81 tahun. Lugosi sendiri meninggal pada usia 73 tahun dan Chaney pada usia 47 tahun! Karloff dan Lugosi mungkin beruntung tidak lahir dan merintis karir di Hollywood... sepertinya iklim bekerja di Amerika Serikat lebih tidak sehat dibandingkan dengan iklim bekerja di dunia hiburan Eropa. meskipun demikian tampaknya di antara ketiga aktor ini Lugosi lah yang bernasib paling sial... dia bahkan pernah mengalami kesulitan membayar biaya perawatan di rumah sakit pada tahun terakhir menjelang kematiannya.

maka, dibandingkan dengan kedua aktor lain... meskipun paling telat ngetopnya, tapi dapat dikatakan bahwa Karloff lebih beruntung menjalani sisa hidupnya (maksudnya secara materi dan ketenaran, kalo secara psikologis aku gak tau :D). sebelum meninggal dunia, Karloff tidak kehabisan tawaran untuk tampil di pelbagai media. nama dan fotonya sendiri diabadikan dalam 3 perangko di Amerika Serikat (1997: serial film klasik sebagai karakter The Monster dan The Mummy, 2003: mewakili kategori Make-up dalam serial pembuatan film)

ehm... tiga aktor yang aku tulis secara berturut ini tentu saja hanya mewakili selera pribadi (yang banyak terhasut juga oleh Mark Gatiss dalam doku-mini-seri A History of Horror :D) sebagian besar sumber data juga hanya diambil dari wikipedia, jadi dangkal-dangkal aja. sesuai isi doku-mini-seri tersebut di atas, masih banyak lagi film-film horor yang bagus dan berkesan pada jamannya... kabar baiknya sebagian film-film tersebut sudah menjadi Public Domain dan dapat diakses dengan mudah di dunia maya :)

jadi... selamat berburu dan selamat menikmati! :)
.


25 Desember 2012

tiga ikon aktor film horor klasik

selingan aja nih sebelum membahas Boris Karloff salah satu ikon horor klasik setelah Lon Chaney dan Bela Lugosi. bila sebelumnya produser menginginkan Lon Chaney memerankan Count Dracula dalam film Dracula dan karakter tersebut akhirnya dimainkan oleh Bela Lugosi (atas banyak alasan), maka... ketika Bela Lugosi menolak bermain sebagai the Frankenstein monster dalam film Frankenstein, peran tersebut jatuh kepada Boris Karloff!

ketiga ikon horor klasik ini sepertinya dipersatukan dalam rangkaian kebetulan sejarah :D

aku harus jujur kalo inspirasi memuat cerita ketiga ikon ini aku dapatkan dari sebuah dokumentasi dari BBC tentang sejarah film horor (Hollywood). ketiga nama tersebut di atas dianggap mewakili karakter horor pada jamannya (mulai dari film-bisu sampai era film-hitam-putih-bersuara).

sebagai penikmat film... dokumenter BBC tersebut terdengar seperti tantangan buatku :D perburuan film-film dari ketiga aktor tersebut pun dimulai! paling tidak ada tiga film yang harus aku tonton: The Phantom of the Opera (1925), Dracula (1931), dan Frankenstein (1931). alhamdulillah ketiga film tersebut sudah aku tonton :) ditambah beberapa film sejenis dari era yang sama.

ketiga film tersebut di atas adalah adaptasi sinematografis dari tiga novel dengan judul yang sama. The Phantom of the Opera karya Gaston Leroux, Dracula karya Bram Stoker, dan Frankenstein karya Mary Shelley. sayangnya baru Frankenstein yang sudah aku baca penuh novelnya, sementara Dracula hanya baru terbaca novel versi adaptasi (lebih pendek dan sederhana), sementara The Panthom of the Opera baru sampai beberapa halaman awal saja yang sudah aku baca.

bagusnya abis serial tulisan ketiga aktor ini, aku juga menulis ulasan mengenai ketiga film dan novelnya :D mudah-mudahan aja diberi waktu dan nyali yang cukup ya! :) buat kamu yang penasaran, ketik aja kata kunci yang kamu inginkan di mesin pencari, luangkan sedikit waktu untuk membaca novelnya dan menonton filmnya... kalo kepepet banget, cari aja ulasannya di wikipedia :D

oke... selamat menikmati bagian akhir dari kisah tiga ikon aktor film horor klasik... setelah ini!

Bela Lugosi "Dracula"

dari wikipedia
buat penggemar berat film Dracula (dalam versi yang manapun) harus kenal dengan bapak yang satu ini :)

Béla Ferenc Dezső Blaskó (20 Oktober 1882 – 16 Agustus 1956), lebih dikenal sebagai Bela Lugosi, adalah aktor yang memerankan karakter "Count Dracula" dalam film Dracula pertama yang dibuat dengan suara pada tahun 1931 dengan judul "Dracula", sebuah film adaptasi dari novel karya Bram Stoker dengan judul yang sama "Dracula." (banyak banget ya kata "Dracula"-nya dalam satu kalimat :D)


dari wikipedia
dari wikipedia


buat Bela Lugosi kayaknya gak butuh tata-rias yang rumit untuk menghidupkan karakter Dracula :D
selain tampangnya... aksen bicara aktor berkebangsaan Hungaria ini juga pas banget (sudah sewajarnya kalo Dracula berbicara dalam aksen Eropa Timur kan?).






kabar baiknya bagi para penggemar film klasik... film "Dracula" (1931) ini ada kok di youtube :D
film ini "hampir" diperankan oleh Lon Chaney lho! tetapi kesehatan Lon Chaney yang semakin memburuk pada tahun 1928 diperparah oleh Great Depression memaksa produser untuk memangkas anggaran secara drastis. penghematan dilakukan salah duanya dengan cara mengurangi beberapa adegan dan memakai aktor baru (yang belum begitu terkenal).


sebelum film ini, sebenarnya Lugosi sudah memerankan "Count Dracula" dalam pentas Broadway pada tahun 1927 sekali lagi dengan judul yang sama, "Dracula". tetapi aksen bicaranya yang unik membuat Lugosi kesulitan mendapatkan peran yang besar setelah "Dracula." meskipun demikian, sepertinya sampai saat ini gaya bicara Lugosi tersebut sudah menjadi "tanda-tangan" suara Count Dracula (dalam banyak film Dracula setelahnya yang meniru gaya bicara Lugosi).

memerankan karakter Count Dracula sepertinya adalah berkah sekaligus kutukan bagi Lugosi. namanya mungkin akan selalu dikenang sebagai pemeran karakter tersebut yang paling berpengaruh sepanjang jaman, karakter yang diwariskan hingga saat ini. tetapi akhir hidupnya tidak mewariskan banyak harta.

Lugosi meninggal akibat serangan jantung di rumahnya, di Los Angeles. Dia dimakamkan dengan mengenakan salah satu kostum Dracula atas permintaan Bela G. Lugosi (anaknya) dan Lillian (istri ke-4-nya).

(hampir semua data diperoleh dari wikipedia)

dari wikipedia
sedikit info tambahan: buat penggemar film Dracula tidak ada salahnya kalo nonton juga film "Nosferatu" (1922), sebuah adaptasi tanpa izin dari Bram Stoker's Dracula yang dibuat oleh sineas Jerman. sedikit berbeda dan unik... tetapi tetap menarik. :) banyak kok beredar di dunia maya :D