ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
21 September 2008
4,5 hari di rumah
tidak butuh waktu lama untuk menambah ukuran lingkar perut:-D. bulan puasa memang tidak relevan dengan upaya menjaga berat badan, malah memberi kontribusi positif, dalam artian menambah berat badan:-). kombinasi yang sempurna antara banyak makan dan tidur, terutama tidur di pagi hari setelah sahur yang dahsyat:-D. setelah bangun siang, menghabiskan hari dengan tidur-tiduran karena di rumah ga ada kerjaan. pas banget. padahal masih ada sisa waktu 3 minggu lebih! apalagi pada saat lebaran, saat-saat membantu ibu menghabiskan masakan-masakan yang enak. belum lagi saat berkunjung ke rumah teman, menghormati tuan rumah dengan makan yang banyak;-). sepertinya tugas berat menanti selepas mudik..tugas berat membakar timbunan lemak dengan segera. botak, gendut, item (di sini panas banget), pengangguran, kamar berantakan..waduh, makin sulit jodoh kayanya :-D ...
20 September 2008
mudik (epilog)
alhamdulillah, sudah 3 hari ini bs berpuasa di rumah bersama keluarga:-) mudik memang unik. salah satu tradisi bangsa indonesia yang sepertinya tidak terdapat di negara manapun di dunia. pada kurun waktu menjelang dan sesudah lebaran, di indonesia terjadi perpindahan massa dan uang (serta barang) dalam jumlah yang sangat besar. kenapa mudik? banyak alasan untuk mudik.. mudik buat aku lebih dari sekedar perjalanan badan, tetapi juga jiwa. mudik menjadi kesempatan untuk melewatkan saat-saat berharga di bulan ramadhan bersama keluarga, orang tua (bagi mereka yang masih hidup, alhamdulillah). tidak ada santapan istimewa di rumah kami, biasa-biasa saja, tapi aku rindu suasana makan bersama keluarga. yang paling utama adalah menikmati masakan ibu:-). ibuku punya tangan dan jemari ajaib yang mampu menciptakan masakan paling enak sedunia!.. mudik juga mengingatkan aku tentang makna menghargai jasa-jasa kedua orang tua. di rantau, jauh dari ayah ibu, aku seringkali melupakan amanah mereka, banyak laku yang takabur. aku lupa akan pengorbanan mereka yang telah membesarkan aku dan membiayai, bahkan sampai detik ini, hampir seluruh keperluan hidupku. ayah dan ibuku bukan orang tua yang sempurna, tetapi mereka berdua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi orang tua yang baik. buat aku, mudik menjadi semacam penyegar ingatan bahwa aku tidak boleh lupa untuk menjaga amanah mereka berdua. mudik juga adalah sebuah nostalgia. mengenang sulitnya menahan haus dan lapar dahulu, masa-masa bahagia saat lebaran, kerepotan rutin di pagi hari sebelum shalat id, ayahku yang paling berisik pada saat buka (padahal ayah tidak puasa:-D) mencuri kue lebaran bersama adik (tahun ini dia lebaran di bali:-() dan masih banyak lagi. nostalgia yang lain adalah reuni dengan teman-teman, baik teman kecil maupun sma. banyak yang berubah, tetapi kita punya memori kolektif yang sama:-). singkatnya merawat tali silaturahmi. mudik juga berarti wisata kuliner. banyak jajanan khas prabumulih, yang paling enak dan cuma enak dimakan di sini:-D. sebenarnya semua aktifitas tersebut di atas dan semua perasaan yang termaktub di dalamnya, bisa saja aku lakukan/dapatkan di lain waktu, tetapi kombinasi dari semuanya hanya bisa dilakukan/didapatkan pada saat mudik lebaran. suatu saat pasti ada yang akan berubah. suatu saat pasti akan ada yang hilang. suatu saat pasti mudik tidak akan terasa sama lagi. buat sekarang, ini mudikku:-).
18 September 2008
mudik part 3
segmen terakhir dari mudik tahun ini adalah bagian yang paling dramatis. setelah keluar dari kapal sekitar jam 19, aku terombang-ambing antara ada dan tiada selama 3 jam lebih dan perut lapar. akhirnya bus nyampe juga ke rumah makan gadang jaya 3 jam 22:30, time to buka and sahur at the same time! bus berangkat lagi. nah perjalanan menuju daerah tanjung enim adalah bagian yang paling menyiksa. entah kenapa aku didera pusing berat selama 7 jam ke muka. mungkin karena jalannya yang berkelok-kelok, mungkin juga karena makan yang terlalu banyak tadi. sebenarnya ada satu perhentian lagi pada saat sahur, tapi kepala terasa sangat berat, aku memutuskan untuk tidur-tiduran aja di bus. menjelang jam 6 bus berhenti di rumah makan kartika jaya di tanjung enim. kepala masih terasa pusing, oh ya, mungkin juga karena aku ga tahan dinginnya ac di dalam bus. kabar baiknya adalah rumah semakin dekat. aku memutuskan untuk tidak tidur lagi, selain masih rada pusing, rasanya cukup menyenangkan melihat-lihat pemandangan yang semakin akrab di mata. menjelang jam 8, bus melewati kebon sawit milik ayahku. senang sekali! dan setengah jam kemudian akhirnya bus nyampe di pasar prabumulih tempat menurunkan penumpang terakhir. aku tidak turun, karena bus masih akan melanjutkan perjalanan ke garasinya yang terletak di dekat rumahku. jadi aku nebeng bus sampai ke rumah, lumayan hemat ongkos angkot dan tentu saja lebih nyaman. perjalanan mudik berakhir di rumah sekitar jam 9 lewat. kalo pergi dari kosan dianter ama om aang, maka pulang ke rumah aku dijemput oleh kak wayan dan hani, keponakanku. end of mudik.
17 September 2008
mudik part 2
akhirnya aku keluar bus, meregangkan badan, meskipun rada males karena di atas kapal ternyata cukup panas. setelah terbengong-bengong selama 1 jam-an, aku kembali ke dalam bus dan meneruskan 'meditasi' lagi. banyak 'meditasi' karena bingung mo ngapain, di selat sunda ga ada sinyal, jadi HP juga ga bisa dipake. aku terbangun sekitar jam 19, tepat pada saat bus keluar dari kapal, dan sudah tiba saatnya berbuka puasa. karena tidak membawa apapun, jadinya cuma buka ama roti dan air putih aja. buka paling sederhana, biasanya mah langsung tancap gas makan nasi. setelah buka, kembali terbengong ria. dan akhirnya kembali ke.. 'meditasi'.. zzz.. terbangun beberapa kali, sampe akhirnya tiba di rumah makan gadang jaya 3, yuhuu! akhirnya bisa makan nasi. setelah menyeka muka, langsung kalap, makan nasi tamboh cie', pake ikan dan hati sapi. puas. btw, td nyampe rumah makan sekitar jam 22 lewat. tidak terasa sudah tiba waktunya meneruskan perjalanan. end of part 2.
16 September 2008
mudik part 1
setelah melalui malam yang 'menegangkan'.. aku makan sahur dan akhirnya bisa tidur sebentar. aku bangun jam 6 pagi, setelah melalui remeh temeh khas mudik dan membiarkan kamar berantakan, aku berangkat ke rumah om aang sekitar jam 7:30. setelah menunggu sebentar, kami berangkat dari rumah om jam 8. ternyata lewat iptn, terus ciroyom, terus tau-tau udah nyampe jalan soekarno hatta. sekitar jam 9 kurang kami sampai di tujuan, tempat menunggu bus. alhamdulillah mudik tahun ini ada yang mengantar, jauh lebih nyaman dan cepat. terima kasih banyak om aang. aku mendapat seat nomor 12, dan alhamdulillah lagi ternyata aku duduk sendirian, jadi bisa duduk lebih lega. orang baik emang disayang Allah. bus berangkat jam 10:30, setengah jam diluar jadwal, masih bisa maklum, yang penting bisa mudik. this is it, the real mudik has begun!.. sesuai rencana pula, aku langsung 'bermeditasi' di atas kursi yang nyaman dan sejuk. sesekali terbangun dan ber-sms ria dengan beberapa teman. bus harum sari ini tidak langsung berangkat menuju merak, tetapi harus mengangkut beberapa penumpang di rawa mangun. selama transit sebentar di rawa mangun aku isi dengan sms dan chatting. sekitar jam 13 busnya berangkat lagi dan aku kembali tenggelam dalam 'meditasi' yang indah. tidak terasa aku terbangun tepat pada saat bus memasuki kawasan pelabuhan merak, busnya sendiri bisa masuk ke kapal sekitar jam 15:40, tampak panas di luar, aku memutuskan untuk menunggu di dalam bus saja. mungkin sebentar lagi akan keluar mencoba sedikit meluruskan pinggang dan menjaga agar pantat tetap seksi. uhm, sepertinya itu dulu bagian pertama laporan mudik kali ini. mudah-mudahan di pemberhentian berikutnya ada sinyal gprs yang cukup kuat dan stabil. jadi.. sampai ketemu lagi..
Langganan:
Postingan (Atom)