Betul-betul membutuhkan kesungguhan untuk bisa konsisten menulis di blog ini. Kemudahan operasional ternyata tidak membuat aku jadi lebih rajin posting di sini. Selain cita-cita menjadi Aikidoka Profesional, aku selalu ingin menjadi penulis. Menulis seharusnya menjadi menu latihan rutin, supaya terbiasa menulis dan dapat menulis dengan lebih baik dari waktu ke waktu. Easier said than done . Aku belum merasakan ada banyak perkembangan dalam kualitas tulisanku. Well, at least I’ve tried.
Saat ini masih tersisa sekitar 1,8 giga akses data dari smart yang belum aku gunakan untuk bulan pertama (dari enam bulan) ini. Ternyata jatah 2 GB akses data per bulan itu jauh lebih banyak dari pada yang aku perkirakan sebelumnya .
ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
26 Desember 2008
16 Desember 2008
yippie....
setelah mengarungi pelbagai rintangan dan hambatan.. dengan segala keterbatasan diri.. akhirnya aku bisa ol lagi di kamar sendiri:) dengan pc pinjaman dari mr. W yang baik hati.
05 Desember 2008
sedikit kecewa :)
meskipun koneksinya cukup cepat, soalnya ga buka situs yg berat2, he3.. tapi ternyata wap browser di hpnya ga enak dipake, ga friendly.. yea, what do u expect from a 300k rp hp, he3.. so i need a pc now.
04 Desember 2008
01 Desember 2008
ahimsa
kenapa ya manusia ga pernah belajar kalo kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah? kalo kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan yang lain?
beberapa hari yang lalu kita menyaksikan drama penyanderaan hotel di mumbay. data resmi menunjukkan lebih dari 100 korban jiwa dan 300 lebih korban luka-luka. kelompok yang bernama deccan mujahidin (maaf kalo salah eja) mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. terus terang saya tidak mengerti betul motif di balik penyanderaan ini. tapi saya bisa mengerti duka orang-orang yang kehilangan anggota keluarganya gara-gara insiden ini. saya juga bisa mengerti bila kemudian mayoritas hindu di india seperti mendapatkan alasan baru untuk menekan minoritas muslim di sana. dan lingkaran setan kekerasan ini tidak akan pernah berakhir. bukan perkara mudah memang untuk menerapkan prinsip hidup anti-kekerasan di jaman seperti ini. kita bisa menyaksikan kekerasan hampir setiap saat di setiap penjuru dunia. akumulasi penderitaan yang melahirkan dendam membuat kekerasan menjadi cara dan sarana utama dalam mencapai tujuan. saya pribadi-pun tidak luput dari cengkramannya baik sebagai korban, bahkan sebagai pelaku (i'm not proud of it). setiap hari saya berusaha, mulai dari diri sendiri, untuk perlahan menerapkan prinsip hidup anti-kekerasan. bahkan pada latihan aikido, dalam konteks bela-diri, saya selalu berusaha menanamkan prinsip tersebut meskipun tidak mudah. sesuai yang dicontohkan oleh gandhi, meskipun sulit tidak berarti prinsip ahimsa tidak bisa kita terapkan di semua sektor kehidupan dan buat semua orang. pada saat gandhi masih hidup, beliau sempat menyaksikan pertikaian berbau sara antara umat muslim dan hindu di india. beliau pun bersumpah untuk berpuasa sampai mati demi persatuan india. suasana sempat mereda saat itu, karena gandhi adalah tokoh yang dihormati semua pihak. tragisnya hidup beliau justru harus berakhir di ujung peluru seorang hindu fanatik. if only he was still alive or survive from the bullet.. entah apa yang ada dalam pikirannya menyaksikan perpecahan india-pakistan dan konflik yang menyertainya. baiklah..kita tidak usah bermuluk-muluk menyelamatkan dunia. mari kita mulai dari diri kita sendiri. hentikan kekerasan! dalam bentuk apapun.. berikan contoh yang baik kepada anak-anak kita bahwa kekerasan TIDAK menyelesaikan masalah. let's make love, not war:-).
beberapa hari yang lalu kita menyaksikan drama penyanderaan hotel di mumbay. data resmi menunjukkan lebih dari 100 korban jiwa dan 300 lebih korban luka-luka. kelompok yang bernama deccan mujahidin (maaf kalo salah eja) mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. terus terang saya tidak mengerti betul motif di balik penyanderaan ini. tapi saya bisa mengerti duka orang-orang yang kehilangan anggota keluarganya gara-gara insiden ini. saya juga bisa mengerti bila kemudian mayoritas hindu di india seperti mendapatkan alasan baru untuk menekan minoritas muslim di sana. dan lingkaran setan kekerasan ini tidak akan pernah berakhir. bukan perkara mudah memang untuk menerapkan prinsip hidup anti-kekerasan di jaman seperti ini. kita bisa menyaksikan kekerasan hampir setiap saat di setiap penjuru dunia. akumulasi penderitaan yang melahirkan dendam membuat kekerasan menjadi cara dan sarana utama dalam mencapai tujuan. saya pribadi-pun tidak luput dari cengkramannya baik sebagai korban, bahkan sebagai pelaku (i'm not proud of it). setiap hari saya berusaha, mulai dari diri sendiri, untuk perlahan menerapkan prinsip hidup anti-kekerasan. bahkan pada latihan aikido, dalam konteks bela-diri, saya selalu berusaha menanamkan prinsip tersebut meskipun tidak mudah. sesuai yang dicontohkan oleh gandhi, meskipun sulit tidak berarti prinsip ahimsa tidak bisa kita terapkan di semua sektor kehidupan dan buat semua orang. pada saat gandhi masih hidup, beliau sempat menyaksikan pertikaian berbau sara antara umat muslim dan hindu di india. beliau pun bersumpah untuk berpuasa sampai mati demi persatuan india. suasana sempat mereda saat itu, karena gandhi adalah tokoh yang dihormati semua pihak. tragisnya hidup beliau justru harus berakhir di ujung peluru seorang hindu fanatik. if only he was still alive or survive from the bullet.. entah apa yang ada dalam pikirannya menyaksikan perpecahan india-pakistan dan konflik yang menyertainya. baiklah..kita tidak usah bermuluk-muluk menyelamatkan dunia. mari kita mulai dari diri kita sendiri. hentikan kekerasan! dalam bentuk apapun.. berikan contoh yang baik kepada anak-anak kita bahwa kekerasan TIDAK menyelesaikan masalah. let's make love, not war:-).
Langganan:
Postingan (Atom)