19 Januari 2013

alfamart versus indomaret

dua minimarket yang paling agresif bertarung di pinggir jalan! dua-duanya pemain senior di bisnis jaringan minimarket indonesia: Alfamart dan Indomaret.

sampai akhir tahun lalu kedua minimarket ini masih saja memberikan pelayanan yang kurang menyenangkan buatku. mereka berdua memiliki masalah yang sama: lini-depan yang payah! penyakit yang jamak sebenarnya dalam bisnis ritel modern di indonesia (paling tidak yang pernah aku alami), tetapi aku mo fokus di dua merek ini dulu.

nafsu ekspansi yang besar sepertinya membuat mereka berdua abai akan kualitas karyawan khususnya pada sektor lini-depan. mereka dibuai oleh tipikal perilaku konsumen indonesia (termasuk aku :D) yang cenderung cuek dengan hak-haknya.

tetapi pasar sudah berubah... aktor yang bermain di panggung minimarket semakin banyak, bahkan waralaba impor pun tergiur dengan pasar indonesia. konsumen jadi punya banyak pilihan :) perubahan adalah suatu keharusan...

meskipun tidak mewakili semua gerai Alfamart dan Indomaret... paling tidak, awal tahun ini aku mengamati ada satu perubahan kecil yang mungkin akan membuat Alfamart sedikit berada di atas angin :D
pada beberapa gerai Alfamart di bandung, di meja kasir aku menemukan sebuah layar mungil yang menghadap ke konsumen dengan teknologi layar sentuh (meskipun kemampuannya masih terbatas). layar ini berisi informasi lengkap seputar barang yang kita beli dan pada tampilan akhir kita bisa memberikan penilaian (puas atau tidak puas) terhadap layanan gerai secara keseluruhan.

meskipun belum sempurna... menurutku ide ini sangat brilian! bahkan lebih canggih daripada kasir-kasir pada pebisnis ritel yang lebih besar. layar yang menghadap ke arah konsumen dapat meminimalisir uang belanja "siluman" seperti yang saat ini banyak dikeluhkan para konsumen di dunia maya. penilaian kualitas gerai secara langsung juga dapat menjadi "suara" bagi sebagian konsumen yang "pemalu" :D

paling tidak buat aku terobosan baru ini mengembalikan sedikit kepercayaanku terhadap kasir Alfamart :D dan tentu saja akan membuatku semakin jarang belanja di Indomaret. mudah-mudahan penerapan teknologi baru ini bisa konsisten... jangan sampai tiba-tiba layar monitornya menjadi gelap dan tidak berfungsi lagi pada tiga bulan mendatang :D

mudah-mudahan intervensi teknologi ini juga diikuti dengan perbaikan kualitas pelayan toko... khususnya kasir! buatku para kasirlah yang paling mewakili wajah minimarket secara keseluruhan. kasir yang baik memberikan kontribusi yang besar terhadap kepuasan pelanggan, sekali lagi menurut hematku lho :D

jadi... sebagai skor pembuka awal tahun: 1 - 0 sementara untuk kemenangan Alfamart :)

nb: di luar faktor lain, sayangnya menurutku saat ini layanan terbaik jatuh kepada Lawson. "sayangnya" karena ini minimarket waralaba asing. mungkin karena Lawson adalah pemain baru. tetapi, kalo Lawson ternyata bisa konsisten dengan layanan plus tampilan fisiknya yang menawan... mereka bisa jadi juara!
mari kita tunggu gebrakan CT "si anak singkong" yang juga mo terjun di dunia bisnis minimarket.

13 Januari 2013

setelah makan siang... curhat soal mantanku... sebelum tidur siang

menurut survei yang digelar oleh Gallup.com penduduk paling tidak bahagia di dunia ini ternyata mereka yang bermukim di Singapura! ironis ya... karena banyak orang kita yang berencana untuk hepi-hepi liburan di negeri jiran tersebut. ada juga segelintir WNI kolektor rupiah kotor yang memilih bermukim di sana, hidup bebas memanfaatkan celah hukum di antara kedua negara (Indonesia-Singapura).

ternyata ya... rumput tetangga yang jelas-jelas lebih hijau, sejatinya tidak harus selalu membuat kita iri :)

tapi aku sedang sedih... karena Ardina Rasti.
pada oktober 2012, pihak Adina Rasti telah mengadukan Eza Gionino ke Polres Jakarta Selatan dengan tuduhan penganiayaan dan perlakuan tidak menyenangkan. Akibat dugaan kekerasan itu, Ardina mengalami luka di bagian pipi, kepala, dan kaki. Semua foto dan hasil visum sudah diperiksa penyidik.


kenapa? kenapa Eza? Adina itu kurang apa? kalo kamu bosan kembalikan dia padaku, aku bersedia kok mengorbankan seluruh jam tidur siangku selama januari ini untuk menemani Rasti.


ada dua jenis penganan khas Bandung yang melayang-layang di benakku setelah makan siang tadi: colenak dan uli bakar. kesamaan dari dua jajanan ini adalah keduanya sama-sama dibakar sebelum disajikan. kalo colenak berbahan dasar tape (atau peuyeum dalam bahasa sunda) maka uli bakar terbuat dari ketan. kalo colenak diguyur gula jawa cair yang dicampur serutan kelapa, maka uli bakar disiram dengan sambal kacang, sambal oncom, ataupun serundeng (atau campuran ketiganya).

agak sulit menemukan kedua jajanan ini di sekitar kediamanku di tamansari ini. males banget kalo harus mengarungi kemacetan di perjalanan menuju Pasar Lembang demi menikmati colenak atau uli bakar di sana.

cuaca yang sedang tidak bersahabat sepertinya mulai membuat enggan penduduk luar kota untuk menghabiskan akhir pekan di Bandung. sabtu malam kemarin, perjalananku melalui pasteur dan surya sumantri relatif lancar. pagi dan siang ini pun, meskipun hanya melintas sekilas beberapa ruas jalan utama, sepertinya arus lalu-lintas relatif sepi untuk ukuran Bandung di akhir pekan. atau mungkin juga karena ini pertengahan bulan :D atau mungkin juga sebagian besar pengunjung setia Bandung akan kembali membanjiri kota pada akhir pekan yang panjang pada 24 januari nanti.

rasa-rasanya arak bali tidak menjadi bagian dari menu santap siang tadi :D
jangankan arak bali... nemuin bir aja sekarang susahnya minta ampun di minimarket, supermarket, bahkan hipermarket. aku gak pernah beli sih :D cuma penasaran aja. konon saat ini di Bandung sedang dilakukan pengaturan ketat soal pengedaran minuman beralkohol.

terima kasih buat kamu yang sudah membaca sampai baris terakhir ini :)
saatnya tidur siang... sambil dengerin lagu baru berjudul Break Down dari Super Junior M.

12 Januari 2013

mereka memanggilku malaikat

judul di atas adalah pelesetan dari salah satu novel karya Arswendo Atmowiloto yang berjudul asli "Kau Memanggilku Malaikat." 


memanfaatkan momentum... aku ikut-ikutan massa yang sedang ramai membicarakan seorang putri yang bernama malaikat (tepatnya "malaikat kecil") :) percaya atau enggak, harus percaya :D, malaikat yang cantik ini punya situs pribadi lho... sila klik di sini! ada juga blog-nya di sini. (meskipun arsip terakhirnya bertanggal 9 juli 2009) nah blog yang lebih baru bisa kamu ikuti di sini.(tulisan terakhir 5 april 2012, sekitar tiga minggu sebelum ditahan KPK). penasaran dengan foto-fotonya? ketik aja namanya di mesin pencari! bejibun foto dan beritanya di dunia maya. beliau juga dapat dipastikan memiliki akun jejaring sosial... cari sendiri ya! :D

nama tengahnya berkaitan dengan kata patriot... cocok sekali dengan karir terakhir pilihannya saat ini. patriot dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki perasaan kuat untuk mendukung negaranya. sementara patrotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. suatu sikap yang mulia, bukan? BUKAN! :D

nah... nama belakangku berasal dari salah satu legenda rakyat minahasa (legendanya dituturkan di sini). seorang wanita yang berakhlak mulia.. terkenal karena kecantikan, sifatnya yang ramah dan yang paling utama, setia. seorang wanita yang lebih memilih hidup miskin dengan seorang nelayan karena cintanya, daripada menerima pinangan seorang raja.

(nama keluarga tidak aku telusuri... bagi yang berminat atau penasaran, kamu tau apa yang harus kamu lakukan!)

sungguh besar kiranya amanat yang diemban sang empu, pemilik nama di atas. aku adalah seorang malaikat kecil yang mencintai negaraku dan berperilaku setia. bagiku, kepentangan bersama dan atau negara adalah segala-galanya. bagiku, cinta tidak bisa dibeli dengan harta dan tahta. dan meskipun aku cantik, aku tidak sombong.

aku harus jujur kalo aku tidak banyak menguasai substansi masalah hukum sang putri ini, pun aku bukan ahli hukum :D jadi uraianku yang menyinggung ranah hukum bisa dipastikan tidak kredibel :D
pembaca... ampunilah opiniku yang dangkal ini!

lepas sidang pembacaan vonis pada kamis sore (10/1) kemarin, hampir semua stasiun tivi (khususnya stasiun berita merah dan biru) mengupas tuntas-tas-tas hampir semua aspek khususnya seputar kelayakan/kepantasan hukuman 4 tahun 6 bulan dan denda 250 juta rupiah yang dijatuhkan oleh hakim. seperti kasus-kasus korupsi sebelumnya... kali ini pun putusan hakim dirasakan tidak memenuhi rasa keadilan rakyat. hukuman yang dinilai terlalu rendah oleh sebagian pihak dinilai tidak memberikan efek jera. terlepas dari materi hukum dan fakta pengadilan... aku setuju dengan kedua opini di atas.

dalam amar putusan yang dibacakan, beberapa hal yang meringankan terdakwa menurutku tidak relevan dengan substansi masalah. misalnya pernah menjadi pembicara di forum ini dan itu, mewakili indonesia, duta anu, dan lain sebagainya yang menegaskan bahwa sang putri sedikit banyak sudah berjasa bagi negara. menurutku... bila semua ini harus jadi pertimbangan, malah seharusnya menambah berat kesalahannya! misalnya gini: apa Komnas Perlindungan Anak gak tercoreng kalo Duta Membaca-nya ternyata seorang koruptor? mudah-mudahan tidak ada anak yang gemar membaca jadi terinspirasi untuk meraup kekayaan cepat dengan jalan korupsi seperti sang Duta.

dan ini nih fakta yang dijamin akan lebih menyakiti hati rakyat kecil... sang putri resmi ditahan KPK sejak tanggal 27 April 2012. tahukah anda, bahwa sejak tanggal tersebut hingga hari ini (entah sampai kapan) anggota dewan yang terhormat ini masih anggota dewan yang terhormat lho! artinya dia belum dipecat! artinya dia masih menerima gaji dan fasilitas layaknya anggota dewan yang lain. bayangkan! konon salah satu alasannya karena putusan hakim yang belum memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). negara kita benar-benar negara yang menghormati kedaulatan hukum dan setia kepada konstitusi yang menjamin setiap warga negara mendapatkan perlakuan hukum yang sama. TIDAK!!!

dalam novel Arswendo Atmowiloto yang berjudul "Kau Memanggilku Malaikat" tersirat pesan bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal (dan adil) di akhirat dari-Nya atas segala perbuatan semasa hidup di dunia... dan (sepertinya) malaikat pun tergoda untuk menjalani kehidupan layaknya manusia.

pasti banyak malaikat yang tergoda untuk terlahir sebagai manusia di negara kita... tetapi mudah-mudahan tidak ada satupun yang tertarik mengikuti jejak langkah sang "malaikat kecil" :)

sekian dulu ngelindur yang ngelantur sebelum tidur ini...
doa sebelum tidur: Ya Allah, berikanlah aku kesempatan untuk melakukan mega korupsi! cukup satu aja, tapi yang nilainya triliunan rupiah... aku rela ditangkap dan diadili di indonesia, mumpung hukuman dan dendanya masih sangat ringan. kabulkanlah doaku ini Ya Allah! Amin Ya Rabbal Alamin.

10 Januari 2013

hoki di januari

beneran gak rugi nih, akhir tahun ngantri lama cuma biat ngisi pulsa... :D
sampai hari ini, sukses mengunduh banyak film tanpa pengurangan kuota yang berarti.
sepertinya ada masalah dengan operatornya, alhamdulillah :D

satu lagi... akhirnya aku bisa nonton tipi (lagi)!
beberapa bulan terakhir aku kesulitan menikmati berita-berita melalui media tipi, sederhana aja masalahnya: tidak ada yang bersedia memperbaiki posisi antena di atap yang labil diterpa angin.
ternyata solusinya sederhana aja: tidak perlu antena untuk menangkap sinyal siaran tipi lokal! beneran lho... hanya dengan menggantung di jendela, kabel antena tipi yang sudah dikuliti pada ujungnya. gambarnya emang tidak sempurna, tapi mendingan, paling tidak sinyal suara tertangkap cukup jelas. cuma butuh itu untuk "denger" berita di tipi.

efek samping internet dan tipi sudah jelas... jam tidur terganggu, jam baca berkurang!
kita gak bisa dapet semuanya kan? :)
mudah-mudahan aja hoki di januari ini tidak berakhir dini... dua minggu lagi mo pergi nih :D
ekspektasi tinggi tinggi tidak terhindari, mudah-mudahan berakhir hepi! :)

nonton tipi dulu ya.... terima kasih!

(to be) big or not (to be) too big

... that is not the question
(not related to Hamlet, Act III)

membaca artikel Tesco Effect di situs BBC menginspirasi tulisan ini, meskipun aku sendiri sangat tidak akrab dengan Tesco apalagi Harris and Hoole (segera ketik di mesin pencari kesayanganmu kalo pengen tau :D)... tetapi selalu menarik buatku untuk membicarakan kopi dan ngopi :)

meskipun dipicu oleh kebiasaan ngopi orang Inggris (yang dikenal lebih demen ngeteh) fokus utama tulisan ini adalah upaya rekayasa citra di mata publik oleh perusahaan besar (multinasional). "Large global brands realise there is a generic dislike of super brands, so they often like to appear smaller than they are to avoid negative publicity," demikian pendapat seorang ahli yang aku kutip dari artikel tersebut di atas.

dunia bisnis global memang sangat dinamis... untunglah dahulu aku berhasil melewati mata kuliah bisnis internasional dengan sukses (gak ada hubungannya sih :D). ketika membuka gerai pertamanya di Indonesia pada tahun 1998, Carrefour mungkin tidak akan mengira bahwa belasan tahun kemudian si "anak singkong" Chairul Tanjung akan menguasai 100 % saham Carrefour Indonesia melalui anak perusahaan CT Corp, PT Trans Retail Indonesia, sejak 19 november 2012. ditengarai lilitan utang mengancam keberlangsungan bisnis Carrefour SA (pemilik merek Carrefour), sehingga mereka terpaksa menjual gerai di negara berkembang dan melakukan efisiensi perusahaan (salah satunya dengan menutup gerai). (sumber kontan)

sepertinya heboh-heboh sampai dibawa ke sidang KPPU soal akuisisi PT Carrefour Indonesia terhadap Alfa Supermarket pada awal 2008 yang lalu tidak akan terjadi lagi. setelah 100% dimiliki oleh pemodal dalam negeri, maka Carrefour Indonesia "keluar" dari Daftar Negatif Investasi dan berhak terjun bebas ke bisnis minimarket (bakal-lawan-tangguh bagi Alfamart dan Indomaret nih!).


nah... kalo di Indonesia, karakteristik konsumen lokal secara umum menyukai merek global (dan atau luar negeri) :) misalnya nih, lebih keren belanja dan nongkrong di emperan Circle K daripada di depan Alfamart. atau sementara makanan di McDonalds masuk dalam kategori makanan sampah (junk food) dan negara maju seperti Amerika Serikat sudah membuktikan kemujaraban makanan sejenis ini dalam menyuburkan obesitas... di negara kita resto-cepat-saji malah jadi tempat nongkrong gaul, bahkan wisata keluarga.

atau yang ini... ribut-ribut soal boikot produk-berkait-yahudi, tetep aja ngopinya di Starbucks atau minumnya Coca-cola, nonton film Disney, dan seperti aku memakai produk komputer dengan prosesor Intel (tapi aku gak ribut-ribut soal anti-yahudi lho!). (sebagian) orang Indonesia emang gemar sekali mengikuti tren dunia (termasuk tren kebencian) dan mudah terpukau dengan kemasan asing, atau cuma bego aja!

tetapi tidak ada salahnya kita meniru sikap sebagian penggemar ngopi yang menolak "intervensi" sekecil apapun pemodal besar terhadap kafe-kafe kecil kesayangan mereka. seperti sikap penduduk Totnes (sebuah kota kecil di Inggris) yang gemar ngopi, menolak dibukanya Costa (jaringan tempat ngopi terbesar di Inggris) di kota mereka.

balik lagi ke topik semula... pada awal era globalisasi, semua hal berlomba-lomba meng-Global. titel global sepertinya menyiratkan ukuran yang besar dan kualitas baik, citra positif. kemudian tren berubah menjadi berpikir-global tetapi berlaku-lokal. ketika kita mulai sadar bahwa globalisasi mulai membunuh kebudayaan lokal. dan saat ini akhirnya sebagian dari kita mulai sadar bahwa globalisasi mungkin memiliki dampak positif tetapi juga berpotensi negatif, ketika perusahaan-perusahaan multinasional mulai menguasai perekonomian dunia dan mendikte gaya hidup kita, dan mulai terungkapnya banyak praktik bisnis kotor mereka khususnya di negara berkembang-miskin.

buat aku sendiri... alasanku enggak ngopi di Starbucks lebih karena alasan ekonomis, bukan politis. :D sebagai mantan mahasiswa HI, kajian ekonomi-politik-internasional adalah kegemaranku, jadi sedikit banyak aku mengetahui jalinan cinta kotor dunia ekonomi dan politik di bawah langit. tapi sekali lagi, pertimbangan politis tidak terlalu mempengaruhi gaya hidupku, tidak sebanyak pertimbangan ekonomis. :D aku setuju dengan pameo (entah dari siapa, aku lupa) yang mengatakan bahwa "kita harus mengisi perut dahulu sebelum mengisi kepala." bahkan para nabi pun banyak yang tunduk pada ungkapan ini :)

selain (biasanya) lebih hemat... belanja atau konsumsi produk lokal membuat selera kita tetap menjadi unik, tidak pasaran apalagi ikut-ikutan. sebenernya banyak pemilik merek luar yang memakai bahan baku produk teh dan kopi dari Indonesia. artinya kopi dan teh kita rasanya nikmat! teh walini misalnya, alhamdulillah PTPN VIII akhirnya insyaf untuk lebih giat mengusung merek lokal dan mulai menjual lebih banyak varian tehnya. atau cobain beli kopi merek Kopi Aroma (Koffie Fabriek Aroma) yang terletak di jalan banceuy.

salah satu cerita sukses merek "kecil" adalah Lenovo yang mengakusisi IBM pada 2005, (pasti sudah) menjadi inspirasi banyak produsen komputer lokal (Indonesia) untuk berinovasi demi menyediakan produk bermutu dangan harga terjangkau. (aku sendiri mengetik tulisan ini dengan menggunakan Lenovo S10-3 :D).

jadi apakah kita harus menghentikan sama sekali konsumsi atau pemakaian produk-produk keluaran perusahaan besar (atau multinasional)? tentu saja tidak :D ...berlakulah bijak! :) harus aku akui aku tidak setangguh tokoh pujaanku Mahatma Gandhi. aku tidak cukup kuat untuk melakukan perlawanan seperti yang beliau lakukan, tapi aku akan terus berusaha. menurutku, paling tidak kita bisa mulai mengurangi ketergantungan kita pada konsumsi produk tertentu.

misalnya kita bisa mulai menjauhi minuman karbonasi dan makanan cepat saji yang secara ilmiah sudah terbukti banyak merugikan kesehatan. kalo mo nimbun lemak, mending makan di warung padang! :D terus, kalo emang kebelet nongkrong... kenapa gak ngopi di warung atau kafe lokal, ada banyak tuh yang bagus dan enak di bandung, paling tidak sebagian besar uang kita masuk ke kantung pengusaha lokal. buat petualang lidah, sebenernya kekayaan kuliner tradisional Indonesia tuh sangat luar biasa, kalo berkunjung ke suatu daerah jangan lupa makan di warung kecil atau di pinggir jalan! :)

jadi... sebagai konsumen kita tidak boleh pelit kalo belanja produk lokal dan harus irit kalo beli barang bermerek global. :D sebagai pemilih, kita juga harus jeli! cermat mengamati rekam jejak para calon pemimpin. jangan mudah tertipu dengan senyuman dan janji palsu. kali ini cobain deh pilih walikota Bandung dan gubernur Jabar yang baru... yang lama kan udah jelas tuh kinerjanya buruk. lho... kok jadi ngawur? :D

selamat malam dan selamat istirahat deh! :)
maaf tengah malem ngelindur gak terstruktur...