27 Mei 2009

orang indonesia

sulit sekali menjadi pribadi asertif di indonesia. orang indonesia, termasuk aku, terkenal malu-malu (dan kadang malu-maluin), tidak dibiasakan mengungkapkan perasaan secara gamblang, ngalor-ngidul cuma untuk bilang 'A', ditanya 'mo makan dimana?' jawabnya 'terserah!', 'mo minum apa?' 'apa aja deh!', 'mau dibikinin teh?' 'boleh!' (bukannya bilang 'mau!') dll.. yang paling sulit lagi adalah memberikan opini/kritik/keberatan (terutama kritik) terutama di depan orang yang dimaksud. demennya ngomong di belakang punggung atau kemudian setelah lewat kejadiannya, buat apa? di mulut setuju, di hati belum tentu. aku sadar terlalu terus terang juga kadang banyak juga mudharatnya.. tp berkata apa adanya dengan bahasa yang baik dan sopan tentu besar juga potensi manfaatnya. ada beberapa hal emang yang tidak etis diungkapkan di depan publik.. tapi kan 'hanya' beberapa, bukan sebagian besar atau malah semuanya! dalam setiap kesempatan aku selalu berusaha untuk terbuka, dan bila tidak terucap atau terungkap lebih baik aku simpan sendiri dan berusaha untuk tidak menyesal terhadap konsekuensinya. well, meskipun usaha ini tidak selalu berhasil, paling tidak aku sudah berusaha (paling tidak dalam niat di hati :-)). jadi.. lain kali kamu ditanya, ungkapkan isi hatimu! bilang tidak, bila tidak. bilang mau, bukan boleh. tapi jangan lupa untuk tetap memilih kata dan merangkai kalimat yang baik dan sopan. tidak mudah memang :-).. easier said than done!

16 Mei 2009

stupid idiot

dlm durasi hidup yg hampir 3 dasawarsa ini.. plg tdk ada 1 hal yg aku ngerasa paling bego' tp jg kadang lmyn jago :-) lbh sering bego'nya of course :-D perjalanan 3 dasawarsa tentulah bkn wkt yg singkat, cukup byk penglaman hidup, interaksi dgn byk org.. yet, i never learnt :-( mungkin Tuhan memang tdk menghendaki :-l yg paling nyebelin tentu saja adalah saat dmn aku mnydari bahwa aku telah terperosok k lubang yg sama.. ber-kali2! damnit! tp seiring brjlnnya wkt, masa pemulihan hati berlangsung smakin cepat :-) nah kl untuk urusan ini pengalaman emang jd guru yg baik (mskpun rada kejam). tp tetep aja nyebelin!..
ya sdhlah.. skdar berbagi dgn diri sndri :-) next time better, ok dude?!

30 April 2009

mencoba untuk hidup

'dunia sophie' jostein gaarder (dlm bhs indonesia) mungkin adalah buku yg paling sering aku baca ber-ulang2. dan setiap kali membaca ulang, biasanya aku butuh waktu yg lbh lama untuk menyelesaikan tiap bab dlm buku ini. entah kemampuan berpikir yang mengendur atau emang bukunya yg semakin sulit dibaca. meskipun kadang didera bosan, tetapi buku ini tetap menarik minat untuk dibaca dan dibaca lg.
hampir sama dengan kondisi di atas.. aikido adalah aktivitas fisik yg paling sering aku lakukan (dan ajaibnya dlm jangka waktu yg cukup lama, ajaib krn aku gampang bosan). sama seperti 'dunia sophie', berlatih aikido jg sama uniknya. gerakan2/teknik2 dasar justru semakin lama semakin sulit untuk dilakukan. kayaknya taisho lebih mudah dilakukan ketika aku masih kyu 6. mengulang2 melakukan teknik2 dasar kyu 6 selalu menciptakan sensasi baru dan rasa ingin tahu yg baru jg.
apa emang seperti ini proses menuju pemahaman yg lazim dilalui semua org? apa ini hanya aku yg mempersulit diri sendiri? took the road less travelled? apa cara berlaku dan berpikirku yg hrs didekonstruksi?
tapi aku menikmati caraku menempuh perjalanan ini. kebosanan pasti ada, tp ini cuma jd rehat bentar. entahlah, tp sepertinya aku akan tetap begini, no matter what. sedikit pusing tak apalah. sedikit liku tak masalah. ini aku. i ketut catur ramadhan.

27 April 2009

i'm only human

aku selalu mencoba untuk berdamai dengan ketidaksempurnaan. berusaha untuk lebih sabar setiap waktu. menerima kenyataan bahwa hidup ini tidak adil. lebih relaks. berusaha mengabaikan pikiran negatif. aku selalu berusaha menikmati hidup, saat ini, sekarang. bahagia, dimanapun aku berada.
tapi aku hanya manusia biasa...

31 Maret 2009

tergesa-gesa.... makin lambat

komik Zen Membebaskan Pikiran

satu orang anak muda mendaki gunung, ingin belajar ilmu pedang pada guru pedang tersohor. sesampainya di padepokan sang guru, anak muda langsung menemui beliau dan bertanya, "guru, jika saya belajar dengan tekun, berapa lama saya baru bisa berhasil?" sang guru menjawab, "barangkali, sepuluh tahun." anak muda kembali bertanya, "ayahku sudah semakin tua dan saya harus merawatnya. jika saya berlatih lebih giat lagi, berapa lama baru bisa berhasil?" sambil tersenyum sang guru menjawab, "dalam hal ini, bisa jadi tiga puluh tahun." anak muda terperanjat. bingung dan penasaran, kembali dia bertanya, "mulanya, guru menyebut sepuluh tahun, lalu tiga puluh tahun. saya bersedia menempuh jalan sesulit apapun. saya mesti mempelajarinya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya." dengan tenang sang guru berkata, "kalau begitu, engkau perlu tujuh puluh tahun."

mereka yang terburu-buru mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apapun pada akhirnya. perhatian pada peristiwa sehari-hari adalah jalan keluarnya. :)

pernah beberapa kali ada yang nanya... mas butuh waktu berapa lama untuk menguasai aikido? latihan berapa lama untuk mencapai sabuk hitam? dulu sih sempat kepikiran seperti itu. kapan ya... ? berapa lama lagi ya... ?
tapi beberapa tahun kemudian, jawaban-jawaban apapun dari pertanyaan-pertanyaan sejenis di atas menjadi tidak relevan. berjalan di jalan aiki (aikido) merupakan perjalanan sepanjang hayat. setuju banget dengan pernyataan bahwa "jalan" itu sendiri adalah tujuan :).

tapi bukan berarti berlatih tanpa ambisi atau tanpa tujuan. menikmati setiap bagian dalam perjalanan ini adalah jalan keluarnya. setiap kali latihan adalah pengalaman baru yang mengasah kemampuan diri. bahkan tidak ada satu teknik-pun yang sama yang pernah dilakukan, bahkan kepada orang yang sama. seperti sungai yang mengalir, sungai yang sama tetapi airnya selalu berbeda.

limit waktu hanya akan membatasi perkembangan diri kita. aikido itu dapat menjadi terbatas dan tidak terbatas, tergantung kita sebagai pelaku. potensi diri kita pun memiliki karakteristik yang sama. jadi kembali kepada tujuan semula, kenapa kita berlatih aikido? apa motivasi diri kita berlatih aikido? berapa lama kita akan berlatih aikido? sampai kapan kita akan tetap berlatih aikido? kenapa kita tidak menikmati saja pemandangan indah sekarang, disini :).

jadi... mari kita berlatih saja! berlatih dan terus berlatih... terus berlatih sampai di ujung nafas :). konon di saat-saat terakhir sebelum meninggal dunia, O-sensei berkata bahwa beliau sendiri masih belajar Aikido. imagine!