ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
08 Juni 2012
tutur Borobudur III
sebagian yang rusak ... sebagian yang hilang ... mudah-mudahan sisanya tetap terjaga!
Kepala arca Buddha adalah bagian yang paling banyak dicuri. Pemerintah Hindia Belanda juga pernah merestui penjarahan ini, beberapa artefak utuh dikirim ke Thailand sebagai hadiah bagi Raja Chulalongkorn. artefak-artefak itu kini dapat disaksikan di Museum Nasional di Bangkok. pada 21 Januari 1985, sembilan stupa rusak parah akibat sembilan bom. (wikipedia)
tutur Borobudur
| Monumen Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO |
| Borobudur dilihat dari sudut tenggara |
| sudut tenggara pada bagian Kamadathu (dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah") yang "dibuka" untuk menampakkan relief Karmawibhangga (naskah yang menggambarkan ajaran mengenai karma) |
| arca singa penjaga gerbang |
| arca Buddha dalam relung pada tingkat Rupadhatu (dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk) |
ceceran
tidak dimuat secara kronologis :D
| cuci mulut terakhir di Malang sebelum pulang ke bandung :D |
| JANGAN pernah meniru pose konyol dua pria yang bodoh dan kampungan ini!!! |
(pose narsis dengan resiko merusak arca)
| kuburan batu di Candi Sewu |
| jaman dahulu, mungkin para prajurit musik ini pulang ke barak naik kereta kuda atau jalan kaki :) |
| lokasi favorit foto bersama sebelum naik ke Candi Borobudur |
| instalasi seni di kawasan Kilometer Nol Jogja |
| Dwarapala, arca penjaga dengan latar belakang Candi Utama di komplek Candi Sewu |
| bunga teratai di kolam Tugu Malang |
barang antik sang jenderal
kisah Zen ini mempengaruhi banyak pilihan hidupku... "banyak" lho, sayangnya belum "semua" :'(
menurutku, membebaskan pikiran menjadi tujuan utama dalam praktik Zen. tetapi tujuan ini berlaku universal, bahkan buat kamu yang gak percaya surga sekalipun :) kemelekatan adalah sumber penderitaan.
tapi ini gak berarti kita harus berhenti bekerja dan berusaha :D gaya hidup yang pasif dan apatis bukan jalan menuju hidup yang indah :) salah satu biksu Zen yang terkenal sangat menekankan pentingnya kerja keras adalah Baizhang. karena kemandirian dan ketidaktergantungan membuat kita dapat menentukan nasib di tangan kita sendiri. (kisah Baizhang ini pernah aku kutip di blog ini, tapi entar aku ceritain lagi deh :D)
kembali lagi ke topik "membebaskan pikiran"... prinsip hidup "ala" Zen ini mempengaruhi banyak sendi kehidupan di Cina (dan kemudian Jepang, dan kemudian siapapun pada era modern ini) termasuk dalam seni bela diri. seni bela diri tradisional Cina dan Jepang sangat erat kaitannya dengan prinsip "ketidakmelekatan." di Cina pengaruh ini dapat terlihat dengan jelas pada Shaolin Kungfu dan Tai Chi Chuan.
di Jepang, Zen sangat mempengaruhi Bushido (secara sederhana berarti "jalan hidup ksatria"). salah satu contoh terkenal dari meleburnya teknik pedang Jepang dan Zen adalah esai yang ditulis oleh Takuan Soho (dapat dibaca dalam "The Unfettered Mind" yang diterjemahkan oleh William Scott Wilson, 1986, edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2007).beliau ini bukan karakter fiksi lho, meskipun kisah hidupnya banyak dituangkan dalam karya fiksi :D (yang paling populer ada dalam "Musashi" karya Eiji Yoshikawa). seni bela diri Jepang modern yang diangkat dari seni Bushido klasik juga sangat menghargai Zen, termasuk dan khususnya Aikido.
sebagai praktisi bela diri, sangat penting buatku untuk mencantumkan dua paragraf di atas ini :D
wafatnya penyanyi legendaris Whitney Houston disebabkan oleh narkoba menyisakan sebuah kesedihan - terutama setelah sejumlah selebritas kaya seperti Michael Jackson meninggal dengan cara yang sama. peristiwa ini dapat menjadi renungan bagi kita bahwa kekayaan materi tidak menyelesaikan semua masalah. dalam kehidupan sejumlah selebritas dunia, kekayaan materi menciptakan rasa sakit yang tak tertangani.
sekilas tampak seolah-olah semua arah kehidupan salah. miskin salah, kaya salah. punya uang salah, tidak punya uang apalagi. nah saat semua arah terlihat salah, kenapa tidak belajar "menutup pikiran" (baca: menjaga pikiran). dengan penuh kesadaran. seni hidup dengan penuh kesadaran ini disebut juga dengan istilah "kekayaan yang hilang." salah satu wajah seni hidup ini adalah bisa menerima kehidupan sempurna apa adanya.
sehat adalah berkah agar bisa banyak menolong. sakit adalah masukan tentang batas-batas diri. saat bahagia gunakan kebahagiaan untuk memperkuat kesadaran, taatkala sedih gunakan kesadaran untuk merawat bayi kecil bernama kesedihan.
(tiga paragraf terakhir di atas ini aku kutip secara bebas dari kolom Pernik majalah SWA no 7 edisi 29 Maret - 11 April 2012, yang ditulis oleh Gede Prama berjudul "kekayaan yang hilang")
bener-bener posting yang berat kali ini ya :) ...ringan buat jemari, mudah buat lidah, tapi sulit banget untuk dilaksanakan. meskipun tidak berarti tidak mungkin kan? :) cobain bareng-bareng yuk!...
ps: posting ini juga aku dedikasikan buat sepasang temanku yang beberapa hari yang lalu rumahnya kerampokan, bahkan temanku yang laki-laki harus mendapatkan perawatan serius karena luka berat yang diderita akibat bacokan perampok. aku tidak bisa membayangkan betapa besar kesedihan yang harus dialami oleh keluarga muda ini. aku hanya bisa berdoa semoga mereka sekeluarga diberi kekuatan dan ketabahan untuk menjalani kehidupan setelah ini. Amin!
dikisahkan, seorang jenderal sedang menimang-nimang cangkir antiknya yang bernilai sangat tinggi. tiba-tiba cangkir tersebut tergelincir dari pegangan, dengan sigap sang jenderal berhasil menangkap cangkir yang hampir pecah menyentuh lantai. "hampir saja" pikir sang jenderal yang mencemaskan "keselamatan" cangkir tersebut. kemudian dia merenung, "saya pernah memimpin puluhan ribu tentara, mempertaruhkan nyawa dalam perang dan tak pernah takut. lalu mengapa saya menjadi begitu cemas oleh cangkir kecil ini?" akhirnya ia sadar bahwa kemelekatanlah yang menyebabkan ia demikian takut kehilangan dan menderita. maka ia mencampakkan cangkir itu melewati bahunya.
menurutku, membebaskan pikiran menjadi tujuan utama dalam praktik Zen. tetapi tujuan ini berlaku universal, bahkan buat kamu yang gak percaya surga sekalipun :) kemelekatan adalah sumber penderitaan.
tapi ini gak berarti kita harus berhenti bekerja dan berusaha :D gaya hidup yang pasif dan apatis bukan jalan menuju hidup yang indah :) salah satu biksu Zen yang terkenal sangat menekankan pentingnya kerja keras adalah Baizhang. karena kemandirian dan ketidaktergantungan membuat kita dapat menentukan nasib di tangan kita sendiri. (kisah Baizhang ini pernah aku kutip di blog ini, tapi entar aku ceritain lagi deh :D)
kembali lagi ke topik "membebaskan pikiran"... prinsip hidup "ala" Zen ini mempengaruhi banyak sendi kehidupan di Cina (dan kemudian Jepang, dan kemudian siapapun pada era modern ini) termasuk dalam seni bela diri. seni bela diri tradisional Cina dan Jepang sangat erat kaitannya dengan prinsip "ketidakmelekatan." di Cina pengaruh ini dapat terlihat dengan jelas pada Shaolin Kungfu dan Tai Chi Chuan.
di Jepang, Zen sangat mempengaruhi Bushido (secara sederhana berarti "jalan hidup ksatria"). salah satu contoh terkenal dari meleburnya teknik pedang Jepang dan Zen adalah esai yang ditulis oleh Takuan Soho (dapat dibaca dalam "The Unfettered Mind" yang diterjemahkan oleh William Scott Wilson, 1986, edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2007).beliau ini bukan karakter fiksi lho, meskipun kisah hidupnya banyak dituangkan dalam karya fiksi :D (yang paling populer ada dalam "Musashi" karya Eiji Yoshikawa). seni bela diri Jepang modern yang diangkat dari seni Bushido klasik juga sangat menghargai Zen, termasuk dan khususnya Aikido.
sebagai praktisi bela diri, sangat penting buatku untuk mencantumkan dua paragraf di atas ini :D
wafatnya penyanyi legendaris Whitney Houston disebabkan oleh narkoba menyisakan sebuah kesedihan - terutama setelah sejumlah selebritas kaya seperti Michael Jackson meninggal dengan cara yang sama. peristiwa ini dapat menjadi renungan bagi kita bahwa kekayaan materi tidak menyelesaikan semua masalah. dalam kehidupan sejumlah selebritas dunia, kekayaan materi menciptakan rasa sakit yang tak tertangani.
sekilas tampak seolah-olah semua arah kehidupan salah. miskin salah, kaya salah. punya uang salah, tidak punya uang apalagi. nah saat semua arah terlihat salah, kenapa tidak belajar "menutup pikiran" (baca: menjaga pikiran). dengan penuh kesadaran. seni hidup dengan penuh kesadaran ini disebut juga dengan istilah "kekayaan yang hilang." salah satu wajah seni hidup ini adalah bisa menerima kehidupan sempurna apa adanya.
sehat adalah berkah agar bisa banyak menolong. sakit adalah masukan tentang batas-batas diri. saat bahagia gunakan kebahagiaan untuk memperkuat kesadaran, taatkala sedih gunakan kesadaran untuk merawat bayi kecil bernama kesedihan.
(tiga paragraf terakhir di atas ini aku kutip secara bebas dari kolom Pernik majalah SWA no 7 edisi 29 Maret - 11 April 2012, yang ditulis oleh Gede Prama berjudul "kekayaan yang hilang")
bener-bener posting yang berat kali ini ya :) ...ringan buat jemari, mudah buat lidah, tapi sulit banget untuk dilaksanakan. meskipun tidak berarti tidak mungkin kan? :) cobain bareng-bareng yuk!...
ps: posting ini juga aku dedikasikan buat sepasang temanku yang beberapa hari yang lalu rumahnya kerampokan, bahkan temanku yang laki-laki harus mendapatkan perawatan serius karena luka berat yang diderita akibat bacokan perampok. aku tidak bisa membayangkan betapa besar kesedihan yang harus dialami oleh keluarga muda ini. aku hanya bisa berdoa semoga mereka sekeluarga diberi kekuatan dan ketabahan untuk menjalani kehidupan setelah ini. Amin!
Langganan:
Postingan (Atom)