Oke.. Nyalakan komputer! Harus menulis sesuatu malam ini!
Ehm.. Sekalian ngecek surel dan akun sosmed, ah. Klik satu tautan, nyambung ke tautan lain.. dan seterusnya. Ah lupa, harus menulis sesuatu malam ini!
Nyalakan pemutar lagu.. pilih lagu latar yang pas. Sejenak, dua jenak ikut menyanyi.. beberapa album kemudian! Ah baru inget, harus menulis sesuatu malam ini!
Ke dapur sebentar, segelas kopi dan sekerat roti.. perut terisi, umpan inspirasi. Semangat kembali! Harus menulis sesuatu malam ini!
Sekarang aku siap.. Ah, satu notifikasi di akun sosmed! Satu-dua klik tidak akan lama... Ups! Hampir terjebak ke lingkaran setan. Bener-bener beneran serius nih, harus menulis sesuatu malam ini!
Leherku kenapa ya? Sekarang baru kerasa capeknya latihan abis maghrib tadi...
Mungkin menulis "sesuatu"nya dilanjutkan nanti saja setelah sahur!
Ya! Setelah sahur...
Sign out!
ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
02 Juli 2014
01 Juni 2014
spageti terasi
Banyak teman yang mengunggah foto-foto makanan... Bukan aku!
Ups... Sumpah mati, piring ini tadi berisi spaghetti saus sambal terasi. Ada beberapa potongan daging sapi dan banyak cincangan bawang bombay. Saus sambal terasi merupakan racikan khas dapur kami yang memadukan saus spaghetti bolognese dengan sambel terasi. Prinsip masakku sederhana: sesuatu yang enak dimakan terpisah, akan tetap enak jika dimakan bersama (dalam satu masakan maksudnya). Prinsip lain yang tidak kalah pentingnya: seorang seniman sejati tidak pernah membuat dua karya yang sama. Jadi aku gak bisa mengulangi lagi resep ajaib spaghetti fusion barusan :D
Selamat makan (ke)malam(an)!
berita terbaru (5 juni 2014): spaghetti bolognese dengan rendang enak juga! :D teruji di dapur Hikari!
10 juni 2014: pake sarden kaleng juga enak... plus sambal terasi :D
Bukan aku gak mau :D tapi aku jarang makan gourmet-food di fancy-restaurant. Jika media sosial adalah representasi tren gaya hidup saat ini... maka makan-makan di restoran mahal dengan menu ajaib sudah terlalu mainstream. Itulah alasan kenapa orang-orang seperti aku lebih sering makan di warteg atau warung kecil. Paling keren di warung padang. Karena kami adalah generasi anti-kemapanan :D
Makan-makan yang paling ekstrim adalah... masak sendiri, makan sendiri! Pun karena masak sendiri dan makan berdua (biasanya dengan pasangan) adalah suatu ke-jamak-an! Sementara kami adalah generasi ganjil! Berikut adalah foto makan malamku barusan... peringatan: jika kamu mudah tergiur dan sedang diet karbo dan kalori yang ketat, sebaiknya kamu exit sekarang!
Ups... Sumpah mati, piring ini tadi berisi spaghetti saus sambal terasi. Ada beberapa potongan daging sapi dan banyak cincangan bawang bombay. Saus sambal terasi merupakan racikan khas dapur kami yang memadukan saus spaghetti bolognese dengan sambel terasi. Prinsip masakku sederhana: sesuatu yang enak dimakan terpisah, akan tetap enak jika dimakan bersama (dalam satu masakan maksudnya). Prinsip lain yang tidak kalah pentingnya: seorang seniman sejati tidak pernah membuat dua karya yang sama. Jadi aku gak bisa mengulangi lagi resep ajaib spaghetti fusion barusan :D
Selamat makan (ke)malam(an)!
berita terbaru (5 juni 2014): spaghetti bolognese dengan rendang enak juga! :D teruji di dapur Hikari!
10 juni 2014: pake sarden kaleng juga enak... plus sambal terasi :D
27 Mei 2014
man in the mirror
Beberapa minggu yang lalu aku terpaksa menghadiri sebuah perhelatan adu bakat di sebuah kampus... sangat membosankan. Tapi ada sebuah kejutan... Sebagian besar "bakat" yang ditampilkan adalah hal-hal yang jamak kita lihat dalam acara serupa di televisi. Salah satunya adalah kemampuan bermain musik dan bernyanyi.
Salah seorang peserta, menurutku, menampilkan bakat yang menarik. Dia bermain piano sambil bernyanyi... Man in the Mirror (MitM) yang dipopulerkan oleh mendiang Michael Jackson pada era 80an (kalo gak salah :D). Aku kaget masih ada "anak jaman sekarang" yang tau (dan membawakan) lagu ini. Sudah bisa ditebak, tidak ada penonton yang sing-a-long :D tidak seperti beberapa lagu populer jaman alay yang dibawakan oleh beberapa peserta lain.
I'm Starting With The Man In The Mirror
I'm Asking Him To Change His Ways
And No Message Could Have Been Any Clearer
If You Wanna Make The World A Better Place
Take A Look At Yourself, And Then Make A Change
Demikian secuplik lirik dari lagu tersebut. Oke aku tau... di luar segala ke-tidak-lazim-an gaya hidup dan gosip miring seputar MJ, harus kita akui bahwa beberapa lagunya membawa pesan yang positif (e.g., Heal the World, Earth Song).
Aku suka MitM... aku setuju kalo kita semua bisa membawa perubahan bagi dunia yang lebih baik, mulai dari diri kita sendiri! Mulai dari hal yang kecil, karena semua yang BESAR pasti berasal dari yang kecil. Itu menjadi salah satu alasan kenapa aku senang bekerja dengan anak-anak.
Aku agak pesimis bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, paling tidak dalam waktu yang dekat. Tapi kita masih punya waktu untuk menanam benih perubahan itu ke dalam jiwa anak-anak. Seperti semua bentuk investasi, kita mungkin akan menang dan kaya atau malah kalah dan jatuh miskin. Untuk yang satu ini aku optimis kita akan meraih laba yang berlimpah :)
Sejak beberapa tahun terakhir aku sudah beralih ke BBM non subsidi. Bukan sok kaya :D pun sepeda motorku cuma model bebek "motor cewek" (istilah temanku). Aku cuma berusaha memberi kontribusi kecil kepada negara (meskipun aku juga sadar sepenuhnya dengan resiko korupsi di Pertamina). Aku sendirian tidak akan mampu mengurangi beban subsidi negara yang membengkak tiap tahunnya, aku sadar itu :)
Tapi jika setiap orang mau berubah dan beralih secara perlahan ke BBM non subsidi, akhirnya (entah kapan :D) beban itu dapat berkurang (sekali lagi tetap dengan resiko kebocoran anggaran :D).
Banyak orang yang mengutuk acara televisi lokal yang tidak mendidik. Sambil memaki mereka tetap meyalakan dan menonton televisi. Solusinya sederhana, matikan televisimu! :) Salah seorang aktivis pendidikan anak menganjurkan keluarga untuk mencabut kabel antena dan bahkan tidak berlangganan TV kabel, kemudian mulai rajin mengoleksi film-film dokumenter pilihan. Ketinggalan berita? Kembalilah berlangganan koran harian. Mari kita mengundang anak untuk menyentuh kertas dan belajar membaca tulisan berkualitas.
Masih banyak hal kecil lain yang bisa kita lakukan. Seorang temanku bercocok tanam di sembarang lahan kosong di sekitarnya. Ini di Surabaya. Beneran lho! Bagaimana jika ada anak kecil yang iseng mencabut tanamannya? "Biarkan saja!" ujarnya. Bagaimana jika nanti ada yang "memanen" hasil tanamnya? "Alhamdulillah!" jawabnya. Bahkan ada kemungkinan tidak akan ada tanaman yang akan bertahan hingga tumbuh dewasa. "Paling tidak aku sudah berusaha." katanya sambil tersenyum.
Sepetak tanaman hias atau sayuran tidak akan mampu mengatasi kelaparan dunia atau menyaring polusi udara di Surabaya. Tapi coba bayangkan jika ada lebih banyak warga negara seperti temanku yang edan itu. Dunia masih akan tetap lapar dan kotor udaranya sih :D tapi pasti akan berkurang dan semakin berkurang ketika semakin banyak orang yang menanam dan merawat tanaman :)
Akan selalu ada hal kecil yang bisa kita lakukan dan suatu saat akan membawa perubahan besar yang mudah-mudahan bermanfaat. Tidak perlu menunggu punya uang dan luang yang berlimpah! Tidak perlu menunggu sampai tua dan dewasa! Tidak perlu menunggu sampai kita kuat menggeser gunung!
Pesan ini juga untukku... Aku sendiri masih jauh dari baik, jauh dari bijak :) lebih jauh lagi dari kaya :D Masih banyak perubahan baik yang bisa aku buat
Mudah-mudahan kita semua masih diberi kesempatan, kemauan, dan kemampuan untuk melakukan perubahan sekecil apapun ke arah yang lebih baik... mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri!
tetap bermimpi.... :)
Salah seorang peserta, menurutku, menampilkan bakat yang menarik. Dia bermain piano sambil bernyanyi... Man in the Mirror (MitM) yang dipopulerkan oleh mendiang Michael Jackson pada era 80an (kalo gak salah :D). Aku kaget masih ada "anak jaman sekarang" yang tau (dan membawakan) lagu ini. Sudah bisa ditebak, tidak ada penonton yang sing-a-long :D tidak seperti beberapa lagu populer jaman alay yang dibawakan oleh beberapa peserta lain.
I'm Starting With The Man In The Mirror
I'm Asking Him To Change His Ways
And No Message Could Have Been Any Clearer
If You Wanna Make The World A Better Place
Take A Look At Yourself, And Then Make A Change
Demikian secuplik lirik dari lagu tersebut. Oke aku tau... di luar segala ke-tidak-lazim-an gaya hidup dan gosip miring seputar MJ, harus kita akui bahwa beberapa lagunya membawa pesan yang positif (e.g., Heal the World, Earth Song).
Aku suka MitM... aku setuju kalo kita semua bisa membawa perubahan bagi dunia yang lebih baik, mulai dari diri kita sendiri! Mulai dari hal yang kecil, karena semua yang BESAR pasti berasal dari yang kecil. Itu menjadi salah satu alasan kenapa aku senang bekerja dengan anak-anak.
Aku agak pesimis bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, paling tidak dalam waktu yang dekat. Tapi kita masih punya waktu untuk menanam benih perubahan itu ke dalam jiwa anak-anak. Seperti semua bentuk investasi, kita mungkin akan menang dan kaya atau malah kalah dan jatuh miskin. Untuk yang satu ini aku optimis kita akan meraih laba yang berlimpah :)
Sejak beberapa tahun terakhir aku sudah beralih ke BBM non subsidi. Bukan sok kaya :D pun sepeda motorku cuma model bebek "motor cewek" (istilah temanku). Aku cuma berusaha memberi kontribusi kecil kepada negara (meskipun aku juga sadar sepenuhnya dengan resiko korupsi di Pertamina). Aku sendirian tidak akan mampu mengurangi beban subsidi negara yang membengkak tiap tahunnya, aku sadar itu :)
Tapi jika setiap orang mau berubah dan beralih secara perlahan ke BBM non subsidi, akhirnya (entah kapan :D) beban itu dapat berkurang (sekali lagi tetap dengan resiko kebocoran anggaran :D).
Banyak orang yang mengutuk acara televisi lokal yang tidak mendidik. Sambil memaki mereka tetap meyalakan dan menonton televisi. Solusinya sederhana, matikan televisimu! :) Salah seorang aktivis pendidikan anak menganjurkan keluarga untuk mencabut kabel antena dan bahkan tidak berlangganan TV kabel, kemudian mulai rajin mengoleksi film-film dokumenter pilihan. Ketinggalan berita? Kembalilah berlangganan koran harian. Mari kita mengundang anak untuk menyentuh kertas dan belajar membaca tulisan berkualitas.
Masih banyak hal kecil lain yang bisa kita lakukan. Seorang temanku bercocok tanam di sembarang lahan kosong di sekitarnya. Ini di Surabaya. Beneran lho! Bagaimana jika ada anak kecil yang iseng mencabut tanamannya? "Biarkan saja!" ujarnya. Bagaimana jika nanti ada yang "memanen" hasil tanamnya? "Alhamdulillah!" jawabnya. Bahkan ada kemungkinan tidak akan ada tanaman yang akan bertahan hingga tumbuh dewasa. "Paling tidak aku sudah berusaha." katanya sambil tersenyum.
Sepetak tanaman hias atau sayuran tidak akan mampu mengatasi kelaparan dunia atau menyaring polusi udara di Surabaya. Tapi coba bayangkan jika ada lebih banyak warga negara seperti temanku yang edan itu. Dunia masih akan tetap lapar dan kotor udaranya sih :D tapi pasti akan berkurang dan semakin berkurang ketika semakin banyak orang yang menanam dan merawat tanaman :)
Akan selalu ada hal kecil yang bisa kita lakukan dan suatu saat akan membawa perubahan besar yang mudah-mudahan bermanfaat. Tidak perlu menunggu punya uang dan luang yang berlimpah! Tidak perlu menunggu sampai tua dan dewasa! Tidak perlu menunggu sampai kita kuat menggeser gunung!
Pesan ini juga untukku... Aku sendiri masih jauh dari baik, jauh dari bijak :) lebih jauh lagi dari kaya :D Masih banyak perubahan baik yang bisa aku buat
Mudah-mudahan kita semua masih diberi kesempatan, kemauan, dan kemampuan untuk melakukan perubahan sekecil apapun ke arah yang lebih baik... mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri!
tetap bermimpi.... :)
18 Mei 2014
my babies :D
Sekarang aku tau... kenapa ibu-ibu (atau bapak-bapak) seneng banget mamerin foto-foto bayi mereka :)
Foto di atas bukan adonan kue atau roti cokelat di dalam loyang :D tapi adonan tanah dan pupuk dalam pot kaleng, isinya benih tanaman sayur. Gambar di atas, diambil pada pagi hari tanggal 10 Mei 2014. Benihnya sendiri ditabur ke media tanam pada malam sebelumnya (jadi tanggal 9 Mei 2014 malam).
Apa yang terjadi sekitar 1 minggu kemudian?
Bisa liat kan? Bisa liat kan dua tunas imut-imut yang malu-malu itu? :) Akhirnya... Berikut satu tunas lagi yang lebih pemalu, mungkin karena dia cuma sendirian :D
Kedua foto di atas diambil pada pagi hari tanggal 17 Mei 2014. Padahal hal hal... malam sebelumnya aku gak liat ada tanda-tanda kehidupan lho! Tau-tau pagi-pagi mereka bertiga muncul :D senangnya!
Akupun menyiapkan media tanam yang lebih banyak untuk menampung trio imut (dan teman-temannya yang diprediksi akan segera menyapa langit beberapa hari lagi).
Untuk saat ini sekitar 10 liter media tanam (yang sudah dioplos kompos) tampaknya sudah cukup. Selain itu, aku sudah menyiapkan 10 pot kecil dan 1 pot sedang... mungkin akan bereksperimen juga dengan memanfaatkan limbah kantong atau botol plastik sebagai pot.
Bahagia itu sederhana. Bahkan terkadang kotor :D
Bahagia itu mengaduk media tanam dan kompos (yang salah satu komponennya adalah kotoran hewan) dengan tangan telanjang, sambil membayangkan sehatnya tanaman yang akan menumpangkan hidup di dalamnya :) tentu saja tidak lupa mencuci tangan sesudahnya :D dua kali malah! :DD
Pengen tau gak apa yang terjadi pada hari ini (18 mei 2014)? Pengen tau aja ya? Ya? Ya? :D
Setelah ini...
| adonan kue cokelat :D 10-05-2014 |
Apa yang terjadi sekitar 1 minggu kemudian?
| duo imut :D 17-05-2014 |
| sundul solo :D 17-05-2014 |
Akupun menyiapkan media tanam yang lebih banyak untuk menampung trio imut (dan teman-temannya yang diprediksi akan segera menyapa langit beberapa hari lagi).
| media tanam : kompos = 1 : 1 |
Untuk saat ini sekitar 10 liter media tanam (yang sudah dioplos kompos) tampaknya sudah cukup. Selain itu, aku sudah menyiapkan 10 pot kecil dan 1 pot sedang... mungkin akan bereksperimen juga dengan memanfaatkan limbah kantong atau botol plastik sebagai pot.
Bahagia itu sederhana. Bahkan terkadang kotor :D
Bahagia itu mengaduk media tanam dan kompos (yang salah satu komponennya adalah kotoran hewan) dengan tangan telanjang, sambil membayangkan sehatnya tanaman yang akan menumpangkan hidup di dalamnya :) tentu saja tidak lupa mencuci tangan sesudahnya :D dua kali malah! :DD
Pengen tau gak apa yang terjadi pada hari ini (18 mei 2014)? Pengen tau aja ya? Ya? Ya? :D
Setelah ini...
Langganan:
Postingan (Atom)