i've just joined the facebook or fb for short. kinda late i guess :-) but i dont mind, not a typical mainstream people :-D in fact, i didnt have an fs acc until some years later.. well,u know me ;-) my 1st impression is fs is a lot simpler than fb, or is it just me that rather more familiar with fs. since i've spent all my free 2GB acces data quota 4 this month (yippie!:-)) guess, every online stuff have 2 wait 4 a couple of days :-) passion o my mind!.. now i'm using my se w200i to post this blurbing. it's been about 3 month after my last session with my beautiful black se w200i (dont have much money 2 buy a latest se w-serie :-)) well i'm about to do my 'room yoga' now..
tata..
ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
03 Februari 2009
25 Januari 2009
the interpretation of murder
one down, more to go:) setelah beberapa hari, aku akhirnya bisa menyelesaikan the interpretation of murder. i dont really enjoy reading an e-book. it's illegal dan aku juga gak tahan lama-lama di depan monitor, but it's lot cheaper:) aku gak begitu yakin kalo e-book lebih ramah lingkungan dari pada buku kertas, karena untuk membaca e-book memerlukan listrik yang juga memakan bahan bakar fosil, jadi sama aja dengan menebang pohon untuk kertas, it may even worse. well, aku gak menentang perkembangan teknologi, tapi untuk soal membaca aku lebih suka cara konservatif... di atas kertas:) anyway, bout the novel...
sebenernya buku ini udah cukup lama, cetakan bahasa indonesianya aja udah terbit sejak maret 2007, jadi aku udah cukup ketinggalan. but, better late than nothing:)
pada tahun 1909, sigmund freud mengunjungi amerika serikat. konon setelah beberapa tahun berlalu, freud selalu mengeluhkan kunjungannya ke as tersebut. seminggu sebelum menuju clark university untuk memberikan ceramah, freud menginap di hotel manhattan di new york city. novel karya jed rubenfeld ini bercerita seputar pemecahan misteri pembunuhan dengan bumbu eksplorasi teori freudian.
aku ingat beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 97-98 aku membaca sebuah buku yang sangat menarik dan mempengaruhi banyak cara berpikirku. sebuah novel berjudul dunia sophie karya jostein gaarder. sebuah novel tentang sejarah filsafat sejak awal perkembangannya di yunani hingga abad kedua puluh (kebetulan juga memuat satu bab tentang freud). sebenernya sampai saat ini pun, tidak banyak yang bisa aku mengerti dari novel tersebut:P. tapi justru itu yang menarik, i keep reading the book, again and again:).
aku bukan ahli filosofi (i wish i were!), pun bukan ahli psikologi (amit-amit!). tapi novel "murder" ini memberikan dampak yang hampir sama dengan "sophie". funny feeling inside of me:). jed rubenfeld, menurutku, berhasil "menceritakan" dengan baik teori freud seputar seksualitas dan implikasi dari pengalaman seksual masa lalu terhadap perilaku saat ini. paling tidak dalam bahasa yang cukup bisa dimengerti oleh kami yang awam psikologi. sama seperti "sophie" yang dengan cerdas membawa kita dalam perjalanan sejarah filsafat dalam kerangka fiksi yang menarik. eksplorasi teori freudian ini berkelindan dengan upaya pemecahan misteri pembunuhan ala sherlock holmes dan sedikit bumbu shakespeare:). (meskipun rubenfeld adalah seorang profesor hukum, di princeton dia pernah menulis tesis tentang freud dan mempelajari shakespeare di juilliard school of drama... no wonder:))
ceritanya sendiri berjalan dengan cukup cepat, mungkin mengingat "durasi" yang pendek dari perjalanan frued yang bersejarah ini (hanya satu minggu). meskipun cukup tebal, seandainya aku membaca di atas kertas, aku gak yakin akan bisa meletakkan bukunya sampai ceritanya berakhir. pembaca cukup dibuat terus bertanya-tanya dan menebak siapa dalang utama di balik semua misteri ini sampai menjelang akhir novelnya. i must say that the author has done a great job:).
yang menyebalkan adalah membaca salah satu komentar di sebuah jurnal psikologi populer. komentar yang merendahkan kaum kami (awam psikologi). komentarnya adalah seolah-olah kami yang awam ini akan kesulitan menikmati novel tersebut karena mereka (yang ngakunya tau psikologi) "udah terhabituasi" dengan istilah-istilah psikologi yang terdapat di dalam "murder", sementara kami tidak. trus ada yang bilang "bagus tapi agak sedikit ruwet kalau dibaca orang yg nggak terlalu ngerti istilah-istilah psikoanalisis". so what?! well, u're all FUCKING WRONG!!! menurutku kita gak harus belajar psikologi dulu untuk menikmati novel ini. dan kadang-kadang sedikit ruwet juga menarik, it makes us think. mereka sudah merendahkan kapasitas intelektual kami yang awam. no wonder you guys are called "shrink" in english:P jadi ya sudahlah... biarin aja mereka hidup di awan:) dan tentu saja gak semua orang dari spesies ini nyebelin kok:). oia aku lupa ada juga yang bilang kalo "konflik Freud-Jung digambarkan kurang intens" dan ngakunya "Padahal dalam surat-surat Freud-Jung yang pernah kubaca, isinya benar-benar adu “teori” dan adu “urat” " trus "Sayang Fernczi tidak terlalu menonjol teorinya, juga dgn anaknya Freud, Anna yg hanya mengulang teori Freud". are you stupid or something?! makanya kalo baca pake mata dan otak, jangan pake dengkul! baca dong catatan pengarang di halaman akhir.
calm down my self....:) maaf buat teman-teman varian dari spesies "psikologi" yang lain, nothing personal:) and as i've said before, i don't really hate you all guys, know and love your enemy they said:)
dan sebagai simpulan, menurutku ini novel yang bagus dan layak dibaca :).
sebenernya buku ini udah cukup lama, cetakan bahasa indonesianya aja udah terbit sejak maret 2007, jadi aku udah cukup ketinggalan. but, better late than nothing:)
pada tahun 1909, sigmund freud mengunjungi amerika serikat. konon setelah beberapa tahun berlalu, freud selalu mengeluhkan kunjungannya ke as tersebut. seminggu sebelum menuju clark university untuk memberikan ceramah, freud menginap di hotel manhattan di new york city. novel karya jed rubenfeld ini bercerita seputar pemecahan misteri pembunuhan dengan bumbu eksplorasi teori freudian.
aku ingat beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 97-98 aku membaca sebuah buku yang sangat menarik dan mempengaruhi banyak cara berpikirku. sebuah novel berjudul dunia sophie karya jostein gaarder. sebuah novel tentang sejarah filsafat sejak awal perkembangannya di yunani hingga abad kedua puluh (kebetulan juga memuat satu bab tentang freud). sebenernya sampai saat ini pun, tidak banyak yang bisa aku mengerti dari novel tersebut:P. tapi justru itu yang menarik, i keep reading the book, again and again:).
aku bukan ahli filosofi (i wish i were!), pun bukan ahli psikologi (amit-amit!). tapi novel "murder" ini memberikan dampak yang hampir sama dengan "sophie". funny feeling inside of me:). jed rubenfeld, menurutku, berhasil "menceritakan" dengan baik teori freud seputar seksualitas dan implikasi dari pengalaman seksual masa lalu terhadap perilaku saat ini. paling tidak dalam bahasa yang cukup bisa dimengerti oleh kami yang awam psikologi. sama seperti "sophie" yang dengan cerdas membawa kita dalam perjalanan sejarah filsafat dalam kerangka fiksi yang menarik. eksplorasi teori freudian ini berkelindan dengan upaya pemecahan misteri pembunuhan ala sherlock holmes dan sedikit bumbu shakespeare:). (meskipun rubenfeld adalah seorang profesor hukum, di princeton dia pernah menulis tesis tentang freud dan mempelajari shakespeare di juilliard school of drama... no wonder:))
ceritanya sendiri berjalan dengan cukup cepat, mungkin mengingat "durasi" yang pendek dari perjalanan frued yang bersejarah ini (hanya satu minggu). meskipun cukup tebal, seandainya aku membaca di atas kertas, aku gak yakin akan bisa meletakkan bukunya sampai ceritanya berakhir. pembaca cukup dibuat terus bertanya-tanya dan menebak siapa dalang utama di balik semua misteri ini sampai menjelang akhir novelnya. i must say that the author has done a great job:).
yang menyebalkan adalah membaca salah satu komentar di sebuah jurnal psikologi populer. komentar yang merendahkan kaum kami (awam psikologi). komentarnya adalah seolah-olah kami yang awam ini akan kesulitan menikmati novel tersebut karena mereka (yang ngakunya tau psikologi) "udah terhabituasi" dengan istilah-istilah psikologi yang terdapat di dalam "murder", sementara kami tidak. trus ada yang bilang "bagus tapi agak sedikit ruwet kalau dibaca orang yg nggak terlalu ngerti istilah-istilah psikoanalisis". so what?! well, u're all FUCKING WRONG!!! menurutku kita gak harus belajar psikologi dulu untuk menikmati novel ini. dan kadang-kadang sedikit ruwet juga menarik, it makes us think. mereka sudah merendahkan kapasitas intelektual kami yang awam. no wonder you guys are called "shrink" in english:P jadi ya sudahlah... biarin aja mereka hidup di awan:) dan tentu saja gak semua orang dari spesies ini nyebelin kok:). oia aku lupa ada juga yang bilang kalo "konflik Freud-Jung digambarkan kurang intens" dan ngakunya "Padahal dalam surat-surat Freud-Jung yang pernah kubaca, isinya benar-benar adu “teori” dan adu “urat” " trus "Sayang Fernczi tidak terlalu menonjol teorinya, juga dgn anaknya Freud, Anna yg hanya mengulang teori Freud". are you stupid or something?! makanya kalo baca pake mata dan otak, jangan pake dengkul! baca dong catatan pengarang di halaman akhir.
calm down my self....:) maaf buat teman-teman varian dari spesies "psikologi" yang lain, nothing personal:) and as i've said before, i don't really hate you all guys, know and love your enemy they said:)
dan sebagai simpulan, menurutku ini novel yang bagus dan layak dibaca :).
tentang membaca
aku suka membaca. aku sangat suka membaca sejak kecil, sejak pertama kali aku bisa membaca, meskipun saat itu (dan sampai sekarang) tidak semua yang aku baca bisa aku mengerti. dan seumur itu tidak banyak berita di koran yang bisa kita diskusikan dengan teman main bukan?:) buat aku, membaca buku itu seperti menempuh sebuah perjalanan jiwa. kita menentukan tujuan kita ketika kita memutuskan untuk membaca suatu judul buku. bahkan ketika kita hanya iseng. tujuan yang berbeda membuat kita menempuh jalan yang berbeda pula, tujuan yang sama pun tidak berarti kita akan melalui jalan atau memakai moda angkutan yang sama bukan? jadi setiap perjalanan adalah unik. tujuan yang sulit memerlukan pengorbanan untuk menempuh perjalanan yang lama dan berat, bahkan dengan resiko tersesat. dan aku tidak keberatan untuk berkorban demi mencapai tujuanku. tujuan yang layak.
masalahnya adalah akses terhadap bacaan yang bagus tidaklah mudah. apalagi dulu waktu aku masih di prabumulih. hambatan utama adalah harga buku yang masih cukup mahal bagi sebagian besar rakyat indonesia (termasuk aku). selain itu budaya membaca juga tidaklah terlalu populer di negara kita ini.
bukannya tidak menghargai proses dan hasil kreatif dari seorang pengarang. aku tau kalo menulis itu bukanlah pekerjaan yang gampang, menulis apapun. tetapi maaf, karena kondisi keuangan yang terbatas, aku terpaksa "mencuri" karya kalian via illegal download. aku berjanji suatu saat, kalo udah punya cukup uang, aku akan kembali membeli buku yang banyak:).
masalahnya adalah akses terhadap bacaan yang bagus tidaklah mudah. apalagi dulu waktu aku masih di prabumulih. hambatan utama adalah harga buku yang masih cukup mahal bagi sebagian besar rakyat indonesia (termasuk aku). selain itu budaya membaca juga tidaklah terlalu populer di negara kita ini.
bukannya tidak menghargai proses dan hasil kreatif dari seorang pengarang. aku tau kalo menulis itu bukanlah pekerjaan yang gampang, menulis apapun. tetapi maaf, karena kondisi keuangan yang terbatas, aku terpaksa "mencuri" karya kalian via illegal download. aku berjanji suatu saat, kalo udah punya cukup uang, aku akan kembali membeli buku yang banyak:).
22 Januari 2009
krisis finansial
tidak mau kalah dengan negara-negara maju yang sedang krisis keuangan, as bahkan (konon) kehilangan jutaan lahan kerja sepanjang tahun kemarin. seluruh dunia terancam, atau bahkan sudah, dilanda krisis global. sebagai warga dunia yang baik aku juga harus menunjukkan solidaritas terhadap para milyuner yang kehilangan banyak uangnya karena menanam di "lahan" yang salah. kasihan mereka. mereka tidak biasa kehilangan jutaan dolar uang mereka, dan aku tidak biasa (tidak pernah malah) memiliki (bahkan dalam mimpi) uang jutaan dolar:p.
sebenernya yang mo aku bilang adalah sekarang aku lagi gak punya duit. uhm belum semiskin fakir di tepi sungai gangga emang:). miskin tapi paling tidak aku masih bisa makan dengan teratur tiap hari, masih bisa on line dengan tabungan akses data dari smart dan komputer pinjaman, masih bisa latian aikido, masih bisa ngopi susu pagi-pagi, masih bisa nonton tv kabel, dan masih banyak masih-masih yang lainnya. so overall, aku masih lebih beruntung daripada milyaran orang lain di dunia ini. pun masih lebih bahagia:), isn't it the most important thing in the world?
aku gak suka orang yang suka mengeluh. bahkan bila orang itu adalah aku sendiri. aku selalu berusaha bersyukur (meskipun kadang gagal) dalam keadaan apapun. bahkan pada saat ini. yang aku sedihkan adalah, kemiskinan aku ini menyebabkan orang lain menderita. karena belum mampu membayar uang kos, dengan sangat terpaksa aku harus memakai uang orang lain terlebih dahulu a.k.a ngutang. alhamdulillah masih ada keringanan. mudah-mudahan orang yang diutangin tidak menderita karenanya. tahun ini aku juga terpaksa mengubur keinginan untuk mengikuti ujian yudansha, gpp lah.. masih ada tahun depan:)
salah satu hal yang aku hindari di kala ekonomi sulit seperti ini adalah makan mi instan:). well, sebenernya aku seneng banget makan mi instan, apalagi indomie goreng...uhhmmm, maknyus! tapi aku juga sadar akan bahayanya, jadi ya sekarang berusaha menghindari atau paling tidak mengurangi konsumsi barang haram yang satu ini:p. saat ini di kamar aku sudah menyimpan beberapa bungkus mi instan, buat jaga-jaga!:) mudah-mudah aku masih bisa menahan laju turunnya cadangan devisa rupiah di dompet, sehingga masih bisa makan makanan yang sehat dan cukup setiap hari! amin!
seperti lirik lagu alanis... i'm broke but i'm happy... :)
sebenernya yang mo aku bilang adalah sekarang aku lagi gak punya duit. uhm belum semiskin fakir di tepi sungai gangga emang:). miskin tapi paling tidak aku masih bisa makan dengan teratur tiap hari, masih bisa on line dengan tabungan akses data dari smart dan komputer pinjaman, masih bisa latian aikido, masih bisa ngopi susu pagi-pagi, masih bisa nonton tv kabel, dan masih banyak masih-masih yang lainnya. so overall, aku masih lebih beruntung daripada milyaran orang lain di dunia ini. pun masih lebih bahagia:), isn't it the most important thing in the world?
aku gak suka orang yang suka mengeluh. bahkan bila orang itu adalah aku sendiri. aku selalu berusaha bersyukur (meskipun kadang gagal) dalam keadaan apapun. bahkan pada saat ini. yang aku sedihkan adalah, kemiskinan aku ini menyebabkan orang lain menderita. karena belum mampu membayar uang kos, dengan sangat terpaksa aku harus memakai uang orang lain terlebih dahulu a.k.a ngutang. alhamdulillah masih ada keringanan. mudah-mudahan orang yang diutangin tidak menderita karenanya. tahun ini aku juga terpaksa mengubur keinginan untuk mengikuti ujian yudansha, gpp lah.. masih ada tahun depan:)
salah satu hal yang aku hindari di kala ekonomi sulit seperti ini adalah makan mi instan:). well, sebenernya aku seneng banget makan mi instan, apalagi indomie goreng...uhhmmm, maknyus! tapi aku juga sadar akan bahayanya, jadi ya sekarang berusaha menghindari atau paling tidak mengurangi konsumsi barang haram yang satu ini:p. saat ini di kamar aku sudah menyimpan beberapa bungkus mi instan, buat jaga-jaga!:) mudah-mudah aku masih bisa menahan laju turunnya cadangan devisa rupiah di dompet, sehingga masih bisa makan makanan yang sehat dan cukup setiap hari! amin!
seperti lirik lagu alanis... i'm broke but i'm happy... :)
Ooo Obama..
menyaksikan siaran langsung pengambilan sumpah jabatan presiden Amerika yang ke-44 Barack Obama.. sebelumnya aku harus memberitahukan dulu bahwa aku tidak anti-barat juga tidak anti-amerika, juga tidak anti-yahudi. sama seperti semua hal di dunia ini, aku percaya bahwa setiap hal memiliki kekurangan dan kelebihan. aku selalu berusaha untuk tidak terlalu mencintai atau membenci sesuatu, tidak dengan berlebihan. dan selalu berusaha untuk berpikirna terbuka. insya Allah.
pertama-tama, Obama adalah warga negara keturunan kulit hitam pertama yang mampu menduduki tampuk pemerintahan as, salah-satu jabatan yang paling menentukan nasib dunia. like it or not, kita harus dapat menerima bahwa saat ini as masih menjadi salah satu negara paling berpengaruh di dunia dalam banyak hal. jadi, presiden as adalah salah satu orang paling berpengaruh di dunia. wajar bila acara pelantikan obama dihadiri secara langsung oleh hampir 4 juta manusia! (bayangkan!) dan entah berapa juta lagi para pemirsa siaran langsung (dan tunda, atau sebagai cuplikan berita) yang tersebar di seluruh dunia. obama seperti menjadi simbol perubahan, sesuai dengan tema kampanyenya, dan inspirasi bagi banyak orang.
yang paling menarik adalah obama pernah melewatkan masa kecilnya di jakarta. empat tahun kalo gak salah. ibu obama juga pernah menikah dengan warga negara indonesia. nah, ini juga salah satu keunikan obama. dia banyak melewatkan masa hidupnya dalam lingkungan yang heterogen. sehingga menimbulkan pengharapan-pengharapan tertentu bahwa paparan kemajemukan dalam perjalanan hidupnya akan membuat obama menjadi presiden as yang "berbeda."
tanpa bermaksud mematahkan mimpi-mimpi kalangan tertentu terhadap perubahan yang akan terjadi di as khususnya dalam bidang kebijakan luar negeri as lebih khusus lagi terhadap indonesia, menurut saya bangsa indonesia terlalu ke-GR-an :). sebagai presiden, tentu obama memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan, tetapi dia BUKAN satu-satunya. banyak organ pemerintahan lain yang juga terlibat. banyak pihak yang berkepentingan. dan tentu saja dengan tetap mengutamakan kepentingan negara as. jadi.. mungkin (mungkin lho) dia emang masih inget kalo dulu dia pernah tinggal bentar di jakarta. tapi, menurut aku, lebih mungkin lagi kalo dia tidak akan memberikan pertimbangan yang besar berdasarkan memori tersebut dalam mengambil suatu keputusan yang (misalnya nanti) berhubungan dengan indonesia.
terpilihnya obama juga memberikan harapan terhadap wajah baru as yang lebih ramah terhadap dunia islam. tapi untuk hal yang satu inipun, kayaknya kita tidak usah berharap terlalu banyak. dalam suatu pidato obama secara tegas menunjukkan dukungannya terhadap pengakuan negara israel dan mengecam hamas. meskipun saat ini (baru saja setelah 22 hari) israel telah menarik pasukannya dari jalur gaza, ini bukan karena obama. kita saksikan sendiri bagaimana tidakpedulinya as terhadap penderitaan rakyat palestina selama 22 hari terakhir. bahkan as melakukan abstain terhadap resolusi (lunak) DK PBB terhadap aksi israel. obama juga tidak menyebutkan satu kalipun "palestina" dalam pidato pelantikannya. kita tunggu saja komitmen obama untuk menampilkan wajah as yang lebih ramah terhadap dunia muslim. yang pasti, bila harus memilih pihak, kita sudah tahu pihak mana yang akan dibela obama.
well, kesimpulannya.. presiden obama telah menerbitkan harapan di hati bayak orang tidak hanya bangsa as, tetapi juga di seluruh dunia. tapi kita juga tidak bisa terlalu berharap banyak akan ada perubahan radikal, terutama masalah kebijakan luar negeri as. apalagi orang-orang indonesia yang mimpi obama akan banyak membantu negara kita. get real man!
let's hope i'm wrong...:)
pertama-tama, Obama adalah warga negara keturunan kulit hitam pertama yang mampu menduduki tampuk pemerintahan as, salah-satu jabatan yang paling menentukan nasib dunia. like it or not, kita harus dapat menerima bahwa saat ini as masih menjadi salah satu negara paling berpengaruh di dunia dalam banyak hal. jadi, presiden as adalah salah satu orang paling berpengaruh di dunia. wajar bila acara pelantikan obama dihadiri secara langsung oleh hampir 4 juta manusia! (bayangkan!) dan entah berapa juta lagi para pemirsa siaran langsung (dan tunda, atau sebagai cuplikan berita) yang tersebar di seluruh dunia. obama seperti menjadi simbol perubahan, sesuai dengan tema kampanyenya, dan inspirasi bagi banyak orang.
yang paling menarik adalah obama pernah melewatkan masa kecilnya di jakarta. empat tahun kalo gak salah. ibu obama juga pernah menikah dengan warga negara indonesia. nah, ini juga salah satu keunikan obama. dia banyak melewatkan masa hidupnya dalam lingkungan yang heterogen. sehingga menimbulkan pengharapan-pengharapan tertentu bahwa paparan kemajemukan dalam perjalanan hidupnya akan membuat obama menjadi presiden as yang "berbeda."
tanpa bermaksud mematahkan mimpi-mimpi kalangan tertentu terhadap perubahan yang akan terjadi di as khususnya dalam bidang kebijakan luar negeri as lebih khusus lagi terhadap indonesia, menurut saya bangsa indonesia terlalu ke-GR-an :). sebagai presiden, tentu obama memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan, tetapi dia BUKAN satu-satunya. banyak organ pemerintahan lain yang juga terlibat. banyak pihak yang berkepentingan. dan tentu saja dengan tetap mengutamakan kepentingan negara as. jadi.. mungkin (mungkin lho) dia emang masih inget kalo dulu dia pernah tinggal bentar di jakarta. tapi, menurut aku, lebih mungkin lagi kalo dia tidak akan memberikan pertimbangan yang besar berdasarkan memori tersebut dalam mengambil suatu keputusan yang (misalnya nanti) berhubungan dengan indonesia.
terpilihnya obama juga memberikan harapan terhadap wajah baru as yang lebih ramah terhadap dunia islam. tapi untuk hal yang satu inipun, kayaknya kita tidak usah berharap terlalu banyak. dalam suatu pidato obama secara tegas menunjukkan dukungannya terhadap pengakuan negara israel dan mengecam hamas. meskipun saat ini (baru saja setelah 22 hari) israel telah menarik pasukannya dari jalur gaza, ini bukan karena obama. kita saksikan sendiri bagaimana tidakpedulinya as terhadap penderitaan rakyat palestina selama 22 hari terakhir. bahkan as melakukan abstain terhadap resolusi (lunak) DK PBB terhadap aksi israel. obama juga tidak menyebutkan satu kalipun "palestina" dalam pidato pelantikannya. kita tunggu saja komitmen obama untuk menampilkan wajah as yang lebih ramah terhadap dunia muslim. yang pasti, bila harus memilih pihak, kita sudah tahu pihak mana yang akan dibela obama.
well, kesimpulannya.. presiden obama telah menerbitkan harapan di hati bayak orang tidak hanya bangsa as, tetapi juga di seluruh dunia. tapi kita juga tidak bisa terlalu berharap banyak akan ada perubahan radikal, terutama masalah kebijakan luar negeri as. apalagi orang-orang indonesia yang mimpi obama akan banyak membantu negara kita. get real man!
let's hope i'm wrong...:)
Langganan:
Postingan (Atom)