17 Mei 2012

secuplik rekaman perjalanan

stupa Buddha di Borobudur

gerbang Benteng Vredeburg

titik awal Jalan Malioboro dari arah Stasiun Tugu

simpang Kilometer Nol, depan Monumen Serangan Umum 1 Maret

special breakfast

aku posting tulisan ini dari Gerai Dunkin Donuts di Jalan Malioboro :)

saat ini harga special breakfast (jam 06:00 - 10:00) adalah IDR 13.900,00 dapet secangkir kopi atau teh dengan sandwich, lumayan lho! bonusnya duduk ngadem bentar sambil ngenet (ada hot spot). gerai ini ada di sisi kanan (sisi barat) jalan malioboro, rada nyempil tapi cukup terlihat kalo kita jalan kaki.

meskipun kopi dan sandwich jelas-jelas bukan sarapan khas Jogja :D

ok, ini sedikit resume perjalananku sejauh ini. aku berangkat selasa (15 mei) dari Bandung jam 18:00 nyampe Terminal Salaman (jalan raya Magelang - Jogja) rabu (16 mei) sekitar jam 04:30, nongkrong bentar nungguin matahari terbit, sekitar jam 6-an nebeng motor ke Borobudur. terus jam 10:30 berangkat dari Terminal Borobudur menuju Terminal Jombor, nyampe jam 12:00. dari Jombor naik Trans Jogja ke Malioboro, jalan-jalan bentar ampe jam 13:00 masuk Losmen Family di Jalan Dagen. hari ini (kamis, 17 mei) abis jalan-jalan dikit di Jogja, rencananya malam mo nerusin perjalanan ke Malang.

segitu dulu ya bocorannya :D mudah-mudahan sepulang dari pelesiran masih ada semangat untuk berbagi cerita di sini! :) doakan aku masih punya cukup uang ya! :D

15 Mei 2012

jalan pelesiran

ini nama salah satu jalan kecil di bandung, dulu (sekitar tahun 1998-1999) aku pernah tinggal di jalan ini (tapi masuk gang, bukan di pinggir jalannya banget :D), sekarang aku tinggal gak jauh dari jalan ini. dulu tuh  (sebelum era pasupati) ini jalan tikus utama kalo mo nembus ke cihampelas dari tamansari (dari arah unisba/unpas) minus gandok (dan gak lewat itb/taman hewan) yang biasanya rada macet. uniknya jalan tembusan ini sebenernya dua jalan yang berbeda yang kebetulan nyambung, dari arah cihampelas ampe sekitar jembatan (lintas sungai cikapundung) adalah jalan pelesiran dan sisanya ampe tamansari adalah jalan kebon bibit.

entah kenapa diberi nama jalan pelesiran. tapi dalam bahasa Indonesia, pelesir berarti bersenang-senang atau berjalan-jalan untuk bersenang-senang. sementara pelesiran dapat berarti pergi berpelesir atau tempat berpelesir. mungkin karena dulu pada masa awal kuliah aku hampir tiap hari lewat jalan ini dan kemudian setelah lulus akhirnya aku juga sering lewat jalan ini untuk ke cihampelas, sekarang aku jadi jatuh cinta dengan pelesiran :D mungkin nama jalan ini sudah menyusup lama ke dalam alam-bawah-sadarku, terakumulasi selama bertahun-tahun, membuncahkan hati... lebay banget ya! :D

sebenernya aku cuma mo cerita kalo sore ini aku akan PELESIRAN dengan ransel! :) hore... hore... hore! :D setelah tertunda-tunda karena jadwal promo album baru dan syuting sinetron kejar tayang, akhirnya... aku belum akan bercerita banyak :D mudah-mudahan masih ada sisa semangat untuk menulis lepas jalan-jalan kali ini :)

selamat menikmati liburan teman! :)

13 Mei 2012

Astraphobia dan Politicophobia

Astraphobia didefinisikan sebagai ketakutan yang tidak rasional terhadap kendaraan-kendaraan produk toyota astra motor. maaf, cuma bercanda! :D Astraphobia adalah ketakutan yang tidak rasional terhadap kilat. meskipun tampaknya di dunia ini hampir tidak ada orang yang tidak takut kilat, khususnya tersambar kilat :) jadi kayaknya cukup rasional untuk memiliki ketakutan yang tidak rasional terhadap kilat yang secara rasional emang berbahaya :D

serius nih... satu kali, pada saat mengajar di sebuah sekolah dasar swasta di bandung, aku pernah melihat salah seorang anak kecil (muridku) yang takut banget dengan petir, bahkan ketika hujan yang normal (tidak begitu deras dengan petir yang jarang). meskipun pada saat itu aku sudah berusaha meredakan ketakutannya dengan menjelaskan bahwa kami aman terlindung dalam ruangan dan hujan yang turun tidak begitu deras, usaha untuk mengalihkan perhatiannya dengan bermainpun gagal. bahkan akhirnya anak tersebut mulai menangis... untungnya tidak lama kemudian hujan reda.

Pteromerhanophobia biasanya diartikan sebagai takut terbang. salah satu penyebabnya adalah ketakutan terhadap terjadinya kecelakaan yang (kemungkinan besar, sangat sering) menyebabkan kematian. ketakutan terhadap terjadinya kecelakaan ini salah satunya disebabkan oleh pemberitaan yang (biasanya) berlebihan bila terjadi kelakaan pesawat. meskipun faktanya ada lebih banyak korban tewas akibat kecelakaan mobil daripada pesawat, dan pesawat adala moda angkutan yang paling aman dibandingkan moda angkutan massal yang lain. tapi sekali lagi... siapa yang bisa menyangkal kekhawatiran akan jatuhnya pesawat yang sedang kita tumpangi.

mudah-mudahan pemberitaan yang berlebihan terhadap insiden jatuhnya pesawat Sukhoi komersil di Gunung Salak, bahkan ada yang cenderung lebay dari salah satu stasiun tv swasta kita, tidak menyebabkan lebih banyak lagi ketakutan terhadap penggunaan moda angkutan udara di Indonesia. satu lagi yang cukup menyedihkan adalah beredarnya foto-foto di dunia maya yang diklaim sebagai foto korban insiden ini (yang kemudian disangkal oleh pihak yang berwenang). buatku bukan keaslian foto yang menjadi masalah... tapi buat apa sih foto gituan disebar-sebarin, bahkan ada yang dengan bangga mengunggah foto tersebut ke akun FB-nya. apa faedah yang bisa kita peroleh dari melihat foto korban kecelakaan? (hal menyedihkan yang juga terjadi pada foto otopsi almarhumah istri seorang pesohor yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil).

anehnya lagi... banyak media yang ramai berspekulasi perihal penyebab kecelakaan. padahal (saat ini ditulis) kotak hitam belum ditemukan, apalagi dianalisa isinya. penyelidikan kecelakaan pesawat bukanlah hal yang sederhana. spekulasi yang beredar alih-alih memberikan informasi yang akurat, malah dapat menyesatkan dan berbuah fitnah. (cuma politisi yang pantas difitnah!). gaya pemberitaan ala gosip pesohor dunia hiburan semacam ini emang bukan hal baru di negara kita. beginilah nasib bangsa yang tuhan-nya dihisap dan berukuran sembilan senti (mengutip istilah seorang penyair).

bangsa kita ini emang bangsa yang ajaib!

ada satu fobia yang menurutku sangat rasional... Politicophobia! khususnya di Indonesia saat ini, siapa yang tidak muak dengan tingkah-pola para politisi kita yang sibuk mengejar kepentingan pribadi dan kelompok jauh di atas kepentingan rakyat. dengan prasangka buruk, aku pikir saat ini satu-satunya golongan yang dapat bernafas lega saat ini (ketika banyak yang tercekat dan berduka atas tragedi Sukhoi) adalah para politisi dan partai politik, khususnya mereka yang sedang bermasalah. untuk sesaat, beberapa hari ini, publik sedikit teralihkan perhatiannya dari kasus-kasus hukum yang sedang ditangani oleh KPK. menurutku prasangka buruk terhadap politisi adalah halal, sama rasionalnya dengan Politicophobia!

Paul Ekman benar... dalam bukunya beliau menyarankan pembaca untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri sebelum membaca bab kemarahan dalam Emotions Revealed :) kemarahan bahkan yang hanya dibayangkan emang tidak menyenangkan. jadi sampai di sini dulu curhat daring ku ini... mudah-mudahan ada manfaat!

salam

12 Mei 2012

narsis 97

barusan banget ada senpai yang komen pada salah satu fotoku di FB. foto ini diambil pada hari pertama aku (dan 12 temanku) kuliah di sebuah PTN di Bandung (meskipun 1 orang teman tidak turut difoto karena udah pulang duluan). piranti yang digunakan masih sangat primitif untuk standar pemotretan saat ini :D hasilnya pun cuma dicetak "apa adanya" tanpa sentuhan rekayasa perangkat lunak canggih. foto ini berhasil diselamatkan setelah dipindai dan diunggah ke akun FB temanku. alhamdulillah :)

secara fisik foto ini mungkin tidak memenuhi kriteria gambar pemenang pulitzer :D pencahayaan, komposisi, dan harmonisasi warna yang buruk :D tapi konteks dan ekspresinya sangat ... sangat "sesuatu" banget buat kami sekelas :) sangat berarti buat kami. sayangnya aku gak bisa berbagi foto tersebut di sini.

sebenernya setelah foto tersebut, kami tidak juga terlalu sering foto bareng lagi. bahkan ironisnya foto ini adalah foto pertama dan yang paling lengkap isinya dibandingkan dengan foto-foto bersama berikutnya :D. mungkin kalo saat itu kami udah pada punya kamera dijital atau smart-phone, pastinya akan ada lebih banyak lagi foto-foto yang kami ambil pada masa labil nan galau tersebut. apa yang bisa kita harapkan dari tahun 97? :D

 curhat yang cukup panjang :D gak kerasa saat ini sudah hampir 15 tahun sejak foto tersebut diambil.
pesannya sederhana aja... jangan malu-malu untuk narsis deh :D belasan atau bahkan puluhan tahun kemudian, kita akan tertawa bersama mengenangnya! :) (termasuk mengenang mereka yang sudah mengahului kita)