06 Juli 2012

begadang II

ini cuplikan lirik "Begadang II" dari Bang Haji Rhoma Irama:

Begadang marilah kita begadang
Begadang sambil berdendang
Walaupun kita tidak punya uang
Kita juga bisa senang


akhirnya aku begadang lagi malam ini, tapi kali ini dengan restu Bang Rhoma... walaupun kita tidak punya uang tapi tidak sambil berdendang ya! mungkin lebih enak kalo begadang tuh sambil makan rendang atau pindang.

mo cerita aja soal makanan... khususnya yang pedas-pedas alias sambal.
seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, meskipun pada dasarnya aku tidak pilah-pilih soal makanan, lidahku ini cenderung sumatera. aku penggemar berat pempek dan masakan padang. meskipun ada cukup banyak penjual pempek di Bandung, yakinlah bahwa ada lebih banyak lagi rumah makan padang di sini :D

sekali lagi aku mo bilang juga kalo tinggal di Indonesia adalah musibah. musibah bagi mereka yang doyan makan kayak aku. sulit banget nembus target perut-enam-kotak kalo deket tempat tinggal kamu ada rumah makan padang :D ... alhamdulillah aku belum pernah keluar negeri, jadi gak bisa bandingin langsung. tapi, dari semua makanan asing (non-nusantara) yang pernah aku cobain di sini, menurutku makanan Indonesia tetap yang terbaik! untuk masalah dampak kesehatan, menurutku itu tergantung pada orangnya. mari kita fokus pada lidah aja gimana? :) soal rasa, lidah gak bisa bohong kan?

pada sebuah majalah ekspat di Bali, aku pernah membaca tentang banyaknya keluhan soal kuliner khas nusantara yang gak cocok dengan perut bule, kasian banget ya! kasian banget mereka yang tidak atau kurang bisa menghadapi ganasnya aneka sambal khas nusantara. kasian banget mereka yang lidahnya sudah cukup puas dengan sedikit garam dan merica. meskipun mungkin tidak semua bule punya lambung yang belagu.

sama seperti bahasa daerah yang unik pada setiap suku bangsa di negeri ini, boleh jadi ada segitu banyak juga (yah mungkin sedikit lebih sedikit :D) variasi sambal di seluruh pelosok negeri ini. ini baru sambal yang "cuma" jadi teman makan lauk, belum lagi variasi pelengkap menu lainnya. kalo kita masukan entri "kuliner khas Indonesia" aku yakin mang Google gak akan bisa jawab :D gini aja, kalo aku tanya "apa masakan khas Indonesia?" ke orang Indonesia asli, tau sendiri kan jawabannya :)

tapi aku juga gak anti kuliner asing :D kalo di Indonesia, tempat makan yang nyediain menu asing biasanya enak buat nongkrong. ini salah satu kelebihan makanan asing, kemasan! ya sesekali tak mengapa, untuk variasi hidup... toh isi perutku ini mayoritas tetap aja makanan lokal :) apalagi biasanya makanan asing dibanderol dengan harga rata-rata lebih mahal dari makanan kampung :D sesekali aja deh!

sebagai pemakan-segala-tidak-selektif tentu aku harus menjaga reputasi. temenku bilang kira-kira kayak gini "kalo ada yang wajar, kenapa harus makan yang ekstrim"... kalo menurutku sih "kalo ada yang ekstrim, ngapain makan yang biasa" :D beneran! kalo aku nemu makanan baru, apapun itu (asalkan terlihat bersih, hanya terlihat lho :D) kemungkinan besar aku akan nyobain. aku jarang banget nolak makanan, tapi emang saat ini rada sulit makan banyak dalam satu waktu... lebih nyaman makan dikit tapi sering :D

saat paling menderita dalam hidupku adalah ketika sakit dan harus membatasi makananan pedas... emang perutku saat itu gampang banget bergejolak. meskipun aku tau kalo rasa pedas sebenernya justru "mengalahkan" sensasi rasa lain di lidah, tapi aku tak kuasa menahan diri untuk tidak menyertakan sambal dalam setiap sesi makanku. ironis ya :) saking maniaknya, kadang-kadang aku bisa makan nasi dengan potongan cabe dan bawang saja, seleraku emang sederhana, anak singkong! :D

tapi... apapun pilihan makananmu, usahakan untuk mendahulukan memilih slow-food daripada fast-food! dan jangan lupa rajin olahraga, membakar lemak yang menumpuk di tubuh... supaya bisa makan yang enak-enak lagi di warung padang sebelah rumah! :D

semoga malam ini mimpi makan besar! amin! :)



05 Juli 2012

gosip baru!

ada gosip baru nih! sesuatu banget deh! :D

konon... angka kemiskinan di negara kita sudah turun lho! selamat ya buat keluarga-keluarga yang berhasil naik kelas dari miskin menuju hampir-miskin. lho kok hampir-miskin? menurutku ini istilah yang lebih pas, meskipun terdengar pesimistis. karena, gejolak ekonomi nasional khususnya akhir-akhir ini, sepertinya cenderung memiskinkan-mendadak daripada mengayakan-mendadak :D bener gak? pernah gak sih ada era atau masa dimana penduduk kita tiba-tiba jadi banyak yang kaya? pada masa orde baru, sepengetahuanku, angka pertumbuhan ekonomi kita cukup baik dan stabil. tetapi, angka-angka ini rawan rekayasa. terbukti dengan terjadinya krisis ekonomi yang melanda negara kita pada era transisi. bahkan, meskipun misalnya penyebab utama krisis adalah imbas dari krisis global, maka ini pun bermakna bahwa pondasi ekonomi kita rapuh! sejak awal era reformasi sampai sekarang Indonesia sudah mengalami banyak perubahan, konsekuensi logis dari pertumbuhan. tetapi apakah nasib anak-anak bangsa ada mengalami perubahan? simpan saja jawaban kamu di dalam benak! aku dan kamu sama-sama tahu aja ya :D

oke, aku akan berusaha dulu mencari sumber-sumber data yang kredibel soal gosip penurunan angka kemiskina ini. sambil menunggu kamu bisa mengamati di sekitar kamu... kira-kira bener gak sih kalo orang miskin di Indonesia ini sudah berkurang?

Sangkuriang dan Bandung Bondowoso

kedua lelaki sakti nan gagah tapi labil nan galau ini bernasib sama...

aku lempar handuk deh! rencana bikin catatan perjalanan ke Jogja berantakan karena aku banyak lupa detailnya (udah rada lama sih) dan buku kecil catatan perjalananku entah nyasar dimana.

azan subuh sudah berkumandang, banyak juga ayam yang sudah berdendang. biarkan perahunya tertelungkup, koleksi patungnya kurang dari seribu... Sangkuriang dan Bandung Bondowoso akan nyari cewek lain yang lebih layak untuk dicintai!

mulai ngawur... ngelindur... zzzzzz

gawat nih... liburan penuh dengan jadwal begadang yang padat. stamina menurun, sudah lama tidak berlari lintang-pukang. bukannya bangun pagi, tapi baru tidur pagi... apa kabar matahari.

maaf, petani tembakau!

aku bisa mengerti penderitaan para petani Indonesia. meskipun petani adalah pekerjaan dominan di negara kita ini, kepentingan mereka tidak dominan sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan. populasi keluarga miskin mungkin sebagian besar dipimpin oleh profesi ini sebagai kepala keluarga. bisa kamu sebutkan beberapa nama petani yang masuk dalam daftar nama orang terkaya di Indonesia. okelah, kekayaan dan materi bukan satu-satunya variabel dalam persamaan hidup-bahagia. tetapi mereka memerlukan uang untuk membiayai hidup (makan, kesehatan, pendidikan

ketika harga-harga produk pertanian meroket di pasaran, apakah itu menguntungkan petani? tentu... TIDAK! sebagian besar porsi keuntungan ada di tangan pedagang. bahkan ketika mereka kebagian lebih banyak rejeki darinya, beban hidup mereka juga bertambah (kenaikan harga pangan berperan besar dalam laju inflasi!). jadi serba salah kan?

ketika para petani di negara-negara maju hidup nyaman dan dilindungi oleh pemerintahnya, para petani kita justru dikurangi subsidinya. tidak heran bila banyak petani yang beralih profesi dan menjual lahannya. negara kita yang dahulu sempat swasembada beras, sekarang malah banyak mengimpor beras. perhatian yang lebih untuk sektor pertanian mungkin cukup besar, tapi tidak dengan nasib petani. banjirnya buah impor di masyarakat dengan kemasan yang lebih menarik dan harga yang lebih murah sepertinya tidak sungguh-sungguh jadi perhatian. pemerintah tidak dengan sungguh-sungguh berusaha meningkatkan daya saing produk buah lokal. bahkan ketika buah-buah impor tersebut ditengarai mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan, kayaknya importirnya aman-aman aja tuh!

menurutku pemerintah kita seharusnya lebih fokus dalam menggarap sektor pertanian. apa salahnya dengan julukan negara agraris? malu dengan negara industri? investasi perhatian dan sumber daya yang besar pada sektor pertanian akan membuat negara kita lebih mandiri... untuk kemudian menjadi lebih berwibawa.

makin jauh dari judul nih :D ... sekarang nih...

tapi ada satu jenis produk pertanian yang untuk saat ini buatku sangat berat untuk mendukungnya, tembakau. sulit banget buat aku untuk tidak membenci rokok. sulit banget untuk aku bisa menerima julukan negara-perokok-bayi untuk Indonesia. sulit banget buatku untuk bisa menerima pembenaran menyandu rokok padahal sudah mengetahui dampak buruknya. sulit banget menerima fakta bahwa belanja rokok adalah prioritas bagi kepala keluarga yang miskin.

Rancangan Peraturan Pemerintah Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau (atau RPP Tembakau) menurutku adalah hal yang positif. meskipun harus aku akui aku tidak begitu mengetahui secara detail isinya. tetapi, membaca dari sumber-sumber yang ada, RPP ini menurutku dapat memuat ketentuan-ketentuan yang lebih keras. bila sulit untuk 100% melarang rokok, buatlah aturan niaga yang lebih sulit untuk produk tembakau yang satu ini!

aku kurang memahami kegunaan ekonomis lain dari tembakau selain sebagai bahan baku utama rokok. tidak bisa dipungkiri bahwa akan ada banyak keluarga petani tembakau (yang mungkin sudah miskin) lebih terpuruk keadaan ekonominya. mudah-mudahan pemerintah memiliki strategi lain untuk mengatasi dampak negatif ini. bisa gak sih para petani tembakau ini beralih jenis tanaman, misalnya?

jadi aku minta maaf... maaf pak petani tembakau. aku mendukung RPP Tembakau!

cita-cita: penulis

banyak membaca seharusnya membuat menulis semakin mudah... seharusnya :D
sayangnya aku bukan tipikal manusia yang mudah memahami sebuah bacaan, sekedar membaca buatku mudah dan cepat sekali, soal mencerna makna tidak semudah mencerna makan(nan). mungkin aku tidak memiliki bakat menulis, mungkin aku tidak sabar dan malas belajar, mungkin aku lebih cerewet dalam bahasa cakap, dan banyak mungkin yang lain. tetapi setelah membaca beberapa tulisan Pak I Ketut Suweca, aku menjadi semakin bersemangat untuk belajar dan berlatih menulis :)

mudah-mudahan semangat baru yang berkobar-kobar ini bisa bertahan menyala selamanya (paling tidak lebih lama daripada sebelumnya)! :) dian yang tak kunjung padam.

tidak ada cara singkat untuk menjadi penulis handal! aku percaya dengan pesan ini... tapi tepatnya berapa lama waktu yang "cukup" itu? definisikan "singkat"? :) dalam Zen ada adagium "semakin cepat maka akan semakin lambat," seperti biasa, klise mungkin dan mudah banget untuk dikatakan ("dikutip" dalam hal tulisan) tetapi sangat sulit untuk dipahami dan dilaksankan.

menghargai proses adalah sesuatu yang sulit dipahami oleh generasi instan saat ini, aku contohnya. bahkan Tuhan pun memerlukan waktu untuk mencipta Hawa setelah Adam (buat yang percaya Tuhan :) meskipun buatku terdengar rada bias-jender :D). secara ilmiah juga dapat dibuktikan bahwa Bumi memerlukan waktu jutaan tahun untuk menjadi tempat yang layak huni (buat manusia) seperti saat ini, meskipun manusia mungkin "hanya" butuh ribuan tahun untuk mengotori dan merusaknya (bahkan mungkin menghancurkannya). Taj Mahal, dibutuhkan puluhan ribu orang dan puluhan tahun untuk membangunnya. sebelum meninggal, Morihei Ueshiba penemu Aikido sempat mengatakan bahwa beliau "masih belajar."

nama lain makan siap-saji (fast-food) adalah makanan sampah (junk-food). mi instan ditengarai menjadi salah satu penyebab gangguan sistem pencernaan. sistem-kebut-semalam menjelang ujian akhir semester mungkin bisa menelurkan nilai A atau B, tetapi kecil kemungkinan memberi pemahaman dan berkah-ilmu.

bahkan kecepatan tinggi seperti pada bidang olahraga, pun sebenarnya adalah akumulasi dari latihan yang lama dan berat. mobil tercepat di dunia tidak dibuat dalam waktu semalam. reaksi cepat para ahli bela diri adalah hasil dari latihan intensif dengan komitmen yang tinggi.

ehm, kepanjangan ya. mulai mubazir kalimat :D tautologi? pleonasme? maaf ya! mohon dimaklumi :)

jadi... kolom cita-cita masih berisi PENULIS! Insya Allah, Amin! :)

n.b.: nilai dari menghargai-proses ini juga berlaku untuk profesi (dan profesional) lainnya seperti fotografer dan seniman.
n.b.: meskipun sudah lama banget gak makan mi instan :) tapi aku masih tergantung pada kopi dan bubur oat instan :D