sebuah iklan menawarkan program diskon besar-besaran untuk produk elektronik pada akhir tahun, dengan judul "cuci gudang!" sebuah produk asuransi kesehatan menawarkan perlindungan istimewa bebas premi seumur hidup setelah klaim pertama.
terlalu indah untuk menjadi kenyataan :D
beberapa tahun yang lalu aku membeli sebuah kamera dijital dalam sebuah paket promosi sebuah toko. sebagai orang yang cukup awam dalam hal perangkat elektronik, aku pun banyak bertanya kepada pelayan toko tersebut. beberapa produk dijual dengan potongan harga yang sangat menggiurkan, menerbitkan pertanyaan "kenapa?"
beruntung sang pelayan cukup "jujur" dalam memberikan penjelasan. dia menerangkan bahwa produk yang mendapatkan diskon sangat besar biasanya adalah produk lama. harga asli yang dicantumkan adalah harga produk tersebut ketika pertama kali dirilis ke pasar. seperti yang kita ketahui bahwa harga sebuah produk elektronik sangat tergantung pada teknologi yang diusungnya, sementara teknologi berkembang sangat cepat. jadi, ada kecenderungan pada beberapa perangkat untuk terjadi penurunan harga yang sangat signifikan sejalan dengan waktu. kesimpulannya "diskon" tersebut adalah sebuah ilusi :D
menurut seorang teman (yang lebih sadar-teknologi)... kita juga harus mencermati penjualan barang elektronik bermerk dengan harga murah, misalnya komputer jinjing. biasanya barang-barang tersebut dijual bukan di toko resmi. biasanya lagi layanan pasca penjualan yang ditawarkan hanya berlaku di toko tersebut (tempat kita membeli). harga yang terlalu miring untuk produk keluaran cukup baru wajib dicurigai kualitasnya. ditengarai saat ini banyak praktik rekondisi, menjual barang dengan label baru padahal sebagian besar komponennya adalah rakitan dari komponen bekas.
kita dapat saja beruntung mendapatkan hasil rakitan yang cukup bagus, tetapi tentu saja tidak akan pernah sebagus produk "asli" buatan pabrik resmi. yang seringkali terjadi adalah perangkat elektronik tersebut rentan kerusakan. biasanya kerusakan terjadi pada bulan-bulan pertama setelah pembelian. toko memang menjamin perbaikan gratis, misalnya... tetapi biasanya perbaikan berjalan lamban dan kerusakan atau keluhan cenderung berulang.
pengalaman pribadi yang lain adalah merencanakan sebuah perjalanan. seperti yang pernah aku bilang... sebuah perjalanan dimulai jauh sebelum perjalanan itu sendiri dilakukan, dimulai dari perencanaan. perencanaan yang baik meliputi hampir semua variabel dalam sebuah persamaan (perjalanan sempurna), termasuk beberapa rencana cadangan.
yang seringkali terjadi adalah (paling tidak yang aku alami) perjalanan bahkan tidak terjadi alias dibatalkan :) atau yang rada mendingan dapet status "tertunda" :D
membatalkan (atau menunda) sebuah perjalanan yang sudah direncanakan dengan baik sejak lama terasa lebih menyakitkan hati daripada mengalami perjalanan yang buruk karena kurang matangnya proses perencanaan :)
kadang-kadang sesuatu terlalu indah atau sempurna untuk menjadi kenyataan. tetapi kita tetap tidak boleh berhenti berharap... hanya jangan berlebihan :)
ada harga yang harus dibayar untuk setiap harapan yang tinggi. harapan yang tinggi dibarengi usaha yang rendah sama aja dengan menyepelekan Hukum Newton ke-tiga :D
harapan yang tinggi juga mengandung konsekuensi logis kejatuhan yang menyakitkan... karena energi potensial berbanding lurus dengan ketinggian :D
tetapi hidup tanpa rencana dan menyerahkan sepenuhnya nasib kepada takdir... juga bukan pilihan yang bijak! masalahnya bukan terletak pada percaya takdir atau tidak, tetapi aku percaya bahwa usaha yang tekun pasti akan membuahkan hasil :)
sepanjang ini sebenernya aku cuma mo curhat :D ... kalo akhir tahun 2012 semua rencana perjalanan impianku harus buyar. dan awal tahun ini aku bertekad melakukan paling tidak satu petualangan baru. mudah-mudahan aja untuk kali ini..."If it sounds too good to be true then it probably is!" :)
ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
07 Januari 2013
04 Januari 2013
2013: lebih banyak! (catatan pribadi)
tahun 2012 aku berhasil mencatat sedikit lebih banyak posting daripada tahun 2011, meskipun sepertinya total tayangan laman masih lebih banyak pada tahun 2011 (berkat TKM :D). sayangnya, sulit buatku untuk menilai perbaikan kualitas tulisan dari waktu ke waktu.
jadi untuk tahun ini, 2013... aku berharap bisa menulis lebih banyak posting yang lebih berkualitas! :)
jadi untuk tahun ini, 2013... aku berharap bisa menulis lebih banyak posting yang lebih berkualitas! :)
katakan "Tidak!" pada Agama
menurutku ini judul paling provokatif yang pernah aku buat di sini :)
beberapa jam yang lalu aku membaca "Spiritual, but not religious" di majalah daring BBC News. artikel yang berangkat dari hasil riset yang menyatakan bahwa orang "spiritual" mungkin mengalami kesehatan mental yang lebih buruk daripada orang beragama, agnistik, atau atheis. (ada banyak sumber referensi, tapi buat yang buru-buru bisa klik di wikipedia: Agosticism, Atheism, Theism, Deism, Spirituality tapi bukan Spiritualism, atau sebagian besar dapat dibaca pada lema God, atau terusin aja baca tulisan ini :D)
beberapa jam yang lalu aku juga terusik membaca komentar seorang teman yang intinya dia kasihan dengan orang atheis yang tidak punya tempat mengadu di kala hati susah... kesimpulan yang terlalu dini dan opini yang bodoh menurutku :D (mengingat temanku ini lulusan salah satu kampus ternama di Indonesia). tetapi tidak mengejutkan karena datang dari seseorang yang percaya hanya orang gila yang melakukan konsultasi psikologi :) karena orang atheis tentu saja menolak Tuhan (dan agama) sebagai solusi, kenapa harus bergantung pada-Nya? :D
menurut salah satu sumber dari artkel tersebut di atas, mungkin salah satu penyebab masalah mental (misalnya depresi) adalah fakta bahwa pencarian makna dapat menjadi perjalanan yang melelahkan. sangat beresiko untuk pergi dan mencoba memandang suatu masalah dari perspektif yang lebih besar. perjalanan yang sangat menjanjikan tetapi bisa jadi sangat menyakitkan (dalam prosesnya).
tetapi menurutku proses yang kadang menyakitkan ini adalah "imbalan" yang sepadan :) aku sendiri percaya bahwa sesuatu yang kita dapatkan dengan pengorbanan yang besar akan terasa lebih nikmat dan bertahan lebih lama. aku sendiri juga adalah tipe orang yang menikmati perjalanan, tidak semata-mata berorientasi tujuan... karena pencarian makna buatku berarti bahwa perjalanan itu sendiri (boleh jadi) adalah tujuannya.
sedikit menengok ke belakang... kecenderungan semakin ditinggalkannya agama formal (dipisahkan dengan spiritualitas) pada saat ini sudah "diramalkan" sejak puluhan tahun yang lalu. salah satu prediksi yang terkenal misalnya terungkap pada Megatrend 2000 karya Naibitt dan istrinya. ketika agama terjebak sebagai ideologi dan institusi sosial, maka agama tidak lagi menjadi satu-satunya solusi. senada dengan Naisbitt, K Hidayat dan MW Nafis dalam Agama Masa Depan (2003) juga meramalkan beberapa kecenderungan perilaku keberagaan dalam masa mendatang, salah satunya adalah Deisme.
karena aku masih percaya Tuhan (meskipun juga menghormati teman-teman yang memilih lain)... menurutku menurunnya nilai agama di mata pemeluknya (atau mantan pemeluknya) adalah ulah para manusia itu sendiri, khususnya para pemuka agama. sejarah agama yang penuh percikan darah membuat pesan damainya terdengar sumbang. sementara perselingkuhan agama ke dalam banyak sektor kehidupan terbukti tidak melahirkan dunia yang lebih baik (sejauh ini). sepertinya kepadatan penduduk di surga akan sangat rendah, sementara neraka mengalami ledakan populasi :D
ulah segelintir manusia ini akan membuat agama kehilangan wibawa.
aku percaya bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. nilai-nilai moral ini lebih luwes dan berlaku universal. tidak seperti agama, yang kaku dan mengkotak-kotakkan umat manusia. nilai-nilai moral inilah yang akan bertahan sepanjang masa. orang-orang yang kecewa akan berpaling dari agama... sebagian masih percaya kepada Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya yang luhur dan bersifat universal, sebagian lagi akan menempuh perjalanan yang berbeda untuk menemukan jawaban yang lain. sebagian akan mengeluarkan Tuhan dari agama, sebagian akan meninggalkan-Nya.
jadi... tulisan ini akan aku tutup dengan pertanyaan yang sama yang mengakhiri artikel "Spiritual, but not religious" dari BBC News.
beberapa jam yang lalu aku membaca "Spiritual, but not religious" di majalah daring BBC News. artikel yang berangkat dari hasil riset yang menyatakan bahwa orang "spiritual" mungkin mengalami kesehatan mental yang lebih buruk daripada orang beragama, agnistik, atau atheis. (ada banyak sumber referensi, tapi buat yang buru-buru bisa klik di wikipedia: Agosticism, Atheism, Theism, Deism, Spirituality tapi bukan Spiritualism, atau sebagian besar dapat dibaca pada lema God, atau terusin aja baca tulisan ini :D)
beberapa jam yang lalu aku juga terusik membaca komentar seorang teman yang intinya dia kasihan dengan orang atheis yang tidak punya tempat mengadu di kala hati susah... kesimpulan yang terlalu dini dan opini yang bodoh menurutku :D (mengingat temanku ini lulusan salah satu kampus ternama di Indonesia). tetapi tidak mengejutkan karena datang dari seseorang yang percaya hanya orang gila yang melakukan konsultasi psikologi :) karena orang atheis tentu saja menolak Tuhan (dan agama) sebagai solusi, kenapa harus bergantung pada-Nya? :D
menurut salah satu sumber dari artkel tersebut di atas, mungkin salah satu penyebab masalah mental (misalnya depresi) adalah fakta bahwa pencarian makna dapat menjadi perjalanan yang melelahkan. sangat beresiko untuk pergi dan mencoba memandang suatu masalah dari perspektif yang lebih besar. perjalanan yang sangat menjanjikan tetapi bisa jadi sangat menyakitkan (dalam prosesnya).
tetapi menurutku proses yang kadang menyakitkan ini adalah "imbalan" yang sepadan :) aku sendiri percaya bahwa sesuatu yang kita dapatkan dengan pengorbanan yang besar akan terasa lebih nikmat dan bertahan lebih lama. aku sendiri juga adalah tipe orang yang menikmati perjalanan, tidak semata-mata berorientasi tujuan... karena pencarian makna buatku berarti bahwa perjalanan itu sendiri (boleh jadi) adalah tujuannya.
sedikit menengok ke belakang... kecenderungan semakin ditinggalkannya agama formal (dipisahkan dengan spiritualitas) pada saat ini sudah "diramalkan" sejak puluhan tahun yang lalu. salah satu prediksi yang terkenal misalnya terungkap pada Megatrend 2000 karya Naibitt dan istrinya. ketika agama terjebak sebagai ideologi dan institusi sosial, maka agama tidak lagi menjadi satu-satunya solusi. senada dengan Naisbitt, K Hidayat dan MW Nafis dalam Agama Masa Depan (2003) juga meramalkan beberapa kecenderungan perilaku keberagaan dalam masa mendatang, salah satunya adalah Deisme.
karena aku masih percaya Tuhan (meskipun juga menghormati teman-teman yang memilih lain)... menurutku menurunnya nilai agama di mata pemeluknya (atau mantan pemeluknya) adalah ulah para manusia itu sendiri, khususnya para pemuka agama. sejarah agama yang penuh percikan darah membuat pesan damainya terdengar sumbang. sementara perselingkuhan agama ke dalam banyak sektor kehidupan terbukti tidak melahirkan dunia yang lebih baik (sejauh ini). sepertinya kepadatan penduduk di surga akan sangat rendah, sementara neraka mengalami ledakan populasi :D
ulah segelintir manusia ini akan membuat agama kehilangan wibawa.
aku percaya bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. nilai-nilai moral ini lebih luwes dan berlaku universal. tidak seperti agama, yang kaku dan mengkotak-kotakkan umat manusia. nilai-nilai moral inilah yang akan bertahan sepanjang masa. orang-orang yang kecewa akan berpaling dari agama... sebagian masih percaya kepada Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya yang luhur dan bersifat universal, sebagian lagi akan menempuh perjalanan yang berbeda untuk menemukan jawaban yang lain. sebagian akan mengeluarkan Tuhan dari agama, sebagian akan meninggalkan-Nya.
jadi... tulisan ini akan aku tutup dengan pertanyaan yang sama yang mengakhiri artikel "Spiritual, but not religious" dari BBC News.
Do you consider yourself spiritual but not religious? What do you believe in?
01 Januari 2013
polemik tahun baru
(masih) soal tahun baru nih :D
okezone.com melansir berita Jakarta Night Festival Hasilkan 600 Ton Sampah. selain sampah, keramaian tahun baru sudah bisa dipastikan membuat kemacetan. sementara untuk Antisipasi Sampah Tahun Baru, Jawa Barat Gelar Operasi BCL (Budaya Cinta Lingkungan). rada basa-basi sih kalo menurutku, tapi ya patut juga diapresiasi. dan meskipun judulnya "Jawa Barat" kegiatan ini (baru atau hanya) dilaksanakan di Bandung (atau tempat lain tapi tidak diberitakan). sepanjang tahun 2012 ini sebenernya Pemkot Bandung punya semacam program kebersihan dan penghijauan kota, tapi ya gitu deh.... banyak juga papan reklame besar yang memuat "entah-siapa-tapi-sepertinya-pejabat" yang pura-pura nanam pohon sambil senyum-senyum gak jelas. (ngelantur jadi curhat deh :D padahal lagi mo ngomongin soal tahun baru)
sementara kompas.com juga merilis berita senada seperti Dipenuhi Wisatawan, Monas Kebanjiran Sampah. sementara itu, menjelang berakhirnya liburan tahun baru Lalu Lintas Bandung-Jakarta Macet. beruntunglah mereka yang menyisihkan uang 80 ribu untuk pulang naik Argo Parahyangan. :D bisa dipastikan berita-berita yang mirip-mirip juga dimuat pada media lain.
sementara opini masyarakat di media daring yang aku baca paling tidak terbagi dua antara yang pro dan kontra perayaan tahun baru. yang kontra biasanya merasa perayaan tahun baru tuh terlalu berlebihan dan lebih banyak mudharatnya, ada juga yang masih sempet-sempetnya nyelipin sentimen agama. sebaliknya, yang pro lebih menyoroti kegembiraan dan harapan-harapan positif menyambut hari yang baru. sebenernya ada juga sebagian massa mengambang, kayak aku nih, yang tidak mendukung atau menolak perayaan tahun baru (meskipun mungkin sedikit lebih cenderung ke pro :D karena tidak memungkiri nikmatnya liburan)
karena tidak ada yang sempurna di dunia ini... pun kita tidak bisa memuaskan semua pihak... kita harus dapat menerima bahwa perayaan tahun baru dapat membawa manfaat dan mendatangkan mudharat. perbedaan pendapat pun adalah sebuah keniscayaan.
sebenarnya semua tanggal adalah biasa dari 1 Januari (pada tahun kapanpun), sama tidak istimewanya dengan 12 Deember 2012 (12-12-12) atau 20 Desember 2012 (20-12-2012) atau esoknya 21 Desember 2012 (gak jadi kiamat Maya :D) atau tanggal berapapun. semua tanggal juga istimewa karena tidak pernah ada tanggal yang sama yang terulang dua kali kan! :) beberapa tanggal ditakdirkan lebih mudah diingat, sementara tanggal lain jadi menarik karena diwarnai merah pada kalender. :D
suka atau tidak suka dengan perayaan pergantian tahun... manusia memerlukan "penanda waktu" untuk bertahan hidup. misalnya, untuk menentukan musim tanam. penanda waktu juga diperlukan untuk memaknai durasi sebagai salah satu variabel dalam menilai pencapaian tertentu, misalnya dalam hal pelajaran di sekolah. otoritas keuangan misalnya, memakai penanda waktu tertentu untuk mengukur beberapa indikator ekonomi.
manusia kemudian merayakan pergantian atau peralihan "penanda-waktu" misalnya dalam tahun baru, ulang tahun, pernikahan, dan lainnya. menurutku ini wajar-wajar saja, misalnya "merayakan" hari kelahiran. aku pribadi lebih memaknai berulangnya hari lahir setiap tahun sebagai peringatan akan bertambahnya usia biologis dan merenungkan banyak hal yang sudah terjadi, mengambil hikmah dari perjalanan yang sudah aku lalui. bila kemudian kami sekeluarga biasanya melakukan makan malam istimewa, itu lebih sebagai tanda bersyukur.
nilai istimewa di mata setiap manusia pastilah relatif, sama seperti sang waktu yang sebenarnya juga tidak berlaku mutlak (relatif berdasarkan kerangka acuan tertentu). pun soal perayaan hari istimewa... cukup dan berlebihan sebenarnya tidak mendefinisikan batasan tertentu. apakah layak "membakar" kembang-api bernilai jutaan rupiah (bahkan ada yang milyaran) hanya untuk kegembiraan satu-malam? berapa besar biaya sosial dan ekonomi yang yang harus kita tanggung dari perayaan tahun baru? layakkah? bila kebahagiaan tidak dapat diukur dengan uang, kenapa pula kita harus pusing dengan pengeluaran ekstra sesekali? berapa rupiah batas perayaan yang wajar? wajar itu apa sih? :D
karena hasil unduhan film sudah selesai... maka selesai pulalah tulisan ini tanpa kesimpulan berarti :D
selamat menikmati hari ya!
okezone.com melansir berita Jakarta Night Festival Hasilkan 600 Ton Sampah. selain sampah, keramaian tahun baru sudah bisa dipastikan membuat kemacetan. sementara untuk Antisipasi Sampah Tahun Baru, Jawa Barat Gelar Operasi BCL (Budaya Cinta Lingkungan). rada basa-basi sih kalo menurutku, tapi ya patut juga diapresiasi. dan meskipun judulnya "Jawa Barat" kegiatan ini (baru atau hanya) dilaksanakan di Bandung (atau tempat lain tapi tidak diberitakan). sepanjang tahun 2012 ini sebenernya Pemkot Bandung punya semacam program kebersihan dan penghijauan kota, tapi ya gitu deh.... banyak juga papan reklame besar yang memuat "entah-siapa-tapi-sepertinya-pejabat" yang pura-pura nanam pohon sambil senyum-senyum gak jelas. (ngelantur jadi curhat deh :D padahal lagi mo ngomongin soal tahun baru)
sementara kompas.com juga merilis berita senada seperti Dipenuhi Wisatawan, Monas Kebanjiran Sampah. sementara itu, menjelang berakhirnya liburan tahun baru Lalu Lintas Bandung-Jakarta Macet. beruntunglah mereka yang menyisihkan uang 80 ribu untuk pulang naik Argo Parahyangan. :D bisa dipastikan berita-berita yang mirip-mirip juga dimuat pada media lain.
sementara opini masyarakat di media daring yang aku baca paling tidak terbagi dua antara yang pro dan kontra perayaan tahun baru. yang kontra biasanya merasa perayaan tahun baru tuh terlalu berlebihan dan lebih banyak mudharatnya, ada juga yang masih sempet-sempetnya nyelipin sentimen agama. sebaliknya, yang pro lebih menyoroti kegembiraan dan harapan-harapan positif menyambut hari yang baru. sebenernya ada juga sebagian massa mengambang, kayak aku nih, yang tidak mendukung atau menolak perayaan tahun baru (meskipun mungkin sedikit lebih cenderung ke pro :D karena tidak memungkiri nikmatnya liburan)
karena tidak ada yang sempurna di dunia ini... pun kita tidak bisa memuaskan semua pihak... kita harus dapat menerima bahwa perayaan tahun baru dapat membawa manfaat dan mendatangkan mudharat. perbedaan pendapat pun adalah sebuah keniscayaan.
sebenarnya semua tanggal adalah biasa dari 1 Januari (pada tahun kapanpun), sama tidak istimewanya dengan 12 Deember 2012 (12-12-12) atau 20 Desember 2012 (20-12-2012) atau esoknya 21 Desember 2012 (gak jadi kiamat Maya :D) atau tanggal berapapun. semua tanggal juga istimewa karena tidak pernah ada tanggal yang sama yang terulang dua kali kan! :) beberapa tanggal ditakdirkan lebih mudah diingat, sementara tanggal lain jadi menarik karena diwarnai merah pada kalender. :D
suka atau tidak suka dengan perayaan pergantian tahun... manusia memerlukan "penanda waktu" untuk bertahan hidup. misalnya, untuk menentukan musim tanam. penanda waktu juga diperlukan untuk memaknai durasi sebagai salah satu variabel dalam menilai pencapaian tertentu, misalnya dalam hal pelajaran di sekolah. otoritas keuangan misalnya, memakai penanda waktu tertentu untuk mengukur beberapa indikator ekonomi.
manusia kemudian merayakan pergantian atau peralihan "penanda-waktu" misalnya dalam tahun baru, ulang tahun, pernikahan, dan lainnya. menurutku ini wajar-wajar saja, misalnya "merayakan" hari kelahiran. aku pribadi lebih memaknai berulangnya hari lahir setiap tahun sebagai peringatan akan bertambahnya usia biologis dan merenungkan banyak hal yang sudah terjadi, mengambil hikmah dari perjalanan yang sudah aku lalui. bila kemudian kami sekeluarga biasanya melakukan makan malam istimewa, itu lebih sebagai tanda bersyukur.
nilai istimewa di mata setiap manusia pastilah relatif, sama seperti sang waktu yang sebenarnya juga tidak berlaku mutlak (relatif berdasarkan kerangka acuan tertentu). pun soal perayaan hari istimewa... cukup dan berlebihan sebenarnya tidak mendefinisikan batasan tertentu. apakah layak "membakar" kembang-api bernilai jutaan rupiah (bahkan ada yang milyaran) hanya untuk kegembiraan satu-malam? berapa besar biaya sosial dan ekonomi yang yang harus kita tanggung dari perayaan tahun baru? layakkah? bila kebahagiaan tidak dapat diukur dengan uang, kenapa pula kita harus pusing dengan pengeluaran ekstra sesekali? berapa rupiah batas perayaan yang wajar? wajar itu apa sih? :D
karena hasil unduhan film sudah selesai... maka selesai pulalah tulisan ini tanpa kesimpulan berarti :D
selamat menikmati hari ya!
1 Januari 2013
| kembang-api di pasupati |
... kecuali mungkin di neraka, ketika api (konon) menjadi pemandangan sehari-hari.
(meskipun ada beberapa orang -dengan alasan tertentu, termasuk salah satu keponakan kecilku- yang sangat takut dengan kembang api)
entah sejak kapan manusia mulai merayakan pergantian tahun dengan meledakkan kembang-api di angkasa, atau jangan-jangan kembang-api memang diciptakan untuk itu, entahlah :D (mungkin bisa dicari pake mesing-pencari, kalo udah ketemu kabar-kabarin ya!)
yang bisa dipastikan adalah saat ini di hampir seluruh penjuru dunia perayaan tahun baru bisa dipastikan satu paket dengan memeriahkan langit malam dengan percikan bunga api.
satu hal yang unik dari malam pergantian kalender masehi di Indonesia adalah sebagian orang menikmatinya dengan malu-malu bahkan ada yang sembunyi-sembunyi. sebagian lagi berlaku munafik dengan mencela perayaan tahun baru (dengan alasan keagamaan, biasanya) tetapi menikmati libur tanggal 1 Januari, begadang ampe tengah malam, dan ikut mendongak ke langit menikmati percikan bunga api. ada juga yang lebih aneh (menurutku), mereka mengisi malam tahun baru dengan pengajian?! (dan mungkin sedikit makan-makan atau bakar jagung sesudahnya) kalo malam tahun baru (masehi) tidak istimewa, kenapa harus di-"rayakan" dengan pengajian?
| kembang-api di pasupati |
kemungkinan besar aku juga akan memenuhi undangan makan-makan untuk merayakan semua tahun baru yang ada (kalo ada yang ngundang :D)
kalo ada yang menghibahkan tiket pesawat pulang-pergi -walau cuma sehari, untuk merayakan tahun baru- bandung-bali... sudah pasti tidak akan aku tolak!
akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013 kali ini sendiri cukup berkesan dan sangat aku nikmati. pertama, beberapa hari yang lalu aku menjatuhkan diri dengan sadar di atas permukaan keras dan sukses mencederai bahu kiri-ku :D jadi paling tidak selama beberapa hari ini aku bisa beristirahat memulihkan cedera. satu lagi, karena libur panjang awal-pekan, salah seorang saudaraku berkunjung ke bandung. jadilah selama liburan kemarin pola dietku berubah drastis, mumpung gratis! meskipun pada malam tahun baru aku cukup kesulitan mencari makan malam di luar karena banyak warung yang tutup dini dan pulangnya terjebak macet.
salah satu "berkah" lain pada kemarin malam dan hari ini adalah pemakaian jasa internet yang cuma-cuma dengan kecepatan yang tidak mengecewakan! :) jadilah aku dari semalam mengunduh beberapa film favoritku... lumayan untuk "tabungan-hiburan" di musim paceklik nanti. :D
| kembang-api di pasupati |
secara umum aku sangat menikmati liburan pada akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013 ini. hikmah lain dari inpseksi mendadak saudara ke bandung adalah kamarku terlihat lebih rapi dan bersih :) mudah-mudahan kali ini bisa bertahan lebih lama! :D
libur buatku sebenernya belum sepenuhnya berakhir... masih ada jeda beberapa waktu sebelum memulai rutinitas penuh. selain menjaga kebersihan dan kerapian kamar... mudah-mudahan aku juga bisa lebih semangat untuk memulai lagi berolahraga secara rutin. beberapa hari terakhir aku harus menyerah pada dinginnya udara malam dan siang yang basah, pertahanan tubuh yang menurun salah satunya karena semangat berolahraga yang menurun.
tampak seperti catatan akhir tahun dan impian tahun baru ya? :D udah ah...
jadi bagaimana dengan liburanmu? apapun pandangan relijiusmu seputar merayakan pergantian tahun masehi... tidak ada salahnya kan untuk paling tidak menikmati liburan tanpa-perasaan-bersalah? :)
selamat bersenang-senang... bahkan buat yang gak liburan! :D
Langganan:
Postingan (Atom)