30 April 2009

mencoba untuk hidup

'dunia sophie' jostein gaarder (dlm bhs indonesia) mungkin adalah buku yg paling sering aku baca ber-ulang2. dan setiap kali membaca ulang, biasanya aku butuh waktu yg lbh lama untuk menyelesaikan tiap bab dlm buku ini. entah kemampuan berpikir yang mengendur atau emang bukunya yg semakin sulit dibaca. meskipun kadang didera bosan, tetapi buku ini tetap menarik minat untuk dibaca dan dibaca lg.
hampir sama dengan kondisi di atas.. aikido adalah aktivitas fisik yg paling sering aku lakukan (dan ajaibnya dlm jangka waktu yg cukup lama, ajaib krn aku gampang bosan). sama seperti 'dunia sophie', berlatih aikido jg sama uniknya. gerakan2/teknik2 dasar justru semakin lama semakin sulit untuk dilakukan. kayaknya taisho lebih mudah dilakukan ketika aku masih kyu 6. mengulang2 melakukan teknik2 dasar kyu 6 selalu menciptakan sensasi baru dan rasa ingin tahu yg baru jg.
apa emang seperti ini proses menuju pemahaman yg lazim dilalui semua org? apa ini hanya aku yg mempersulit diri sendiri? took the road less travelled? apa cara berlaku dan berpikirku yg hrs didekonstruksi?
tapi aku menikmati caraku menempuh perjalanan ini. kebosanan pasti ada, tp ini cuma jd rehat bentar. entahlah, tp sepertinya aku akan tetap begini, no matter what. sedikit pusing tak apalah. sedikit liku tak masalah. ini aku. i ketut catur ramadhan.

27 April 2009

i'm only human

aku selalu mencoba untuk berdamai dengan ketidaksempurnaan. berusaha untuk lebih sabar setiap waktu. menerima kenyataan bahwa hidup ini tidak adil. lebih relaks. berusaha mengabaikan pikiran negatif. aku selalu berusaha menikmati hidup, saat ini, sekarang. bahagia, dimanapun aku berada.
tapi aku hanya manusia biasa...

31 Maret 2009

tergesa-gesa.... makin lambat

komik Zen Membebaskan Pikiran

satu orang anak muda mendaki gunung, ingin belajar ilmu pedang pada guru pedang tersohor. sesampainya di padepokan sang guru, anak muda langsung menemui beliau dan bertanya, "guru, jika saya belajar dengan tekun, berapa lama saya baru bisa berhasil?" sang guru menjawab, "barangkali, sepuluh tahun." anak muda kembali bertanya, "ayahku sudah semakin tua dan saya harus merawatnya. jika saya berlatih lebih giat lagi, berapa lama baru bisa berhasil?" sambil tersenyum sang guru menjawab, "dalam hal ini, bisa jadi tiga puluh tahun." anak muda terperanjat. bingung dan penasaran, kembali dia bertanya, "mulanya, guru menyebut sepuluh tahun, lalu tiga puluh tahun. saya bersedia menempuh jalan sesulit apapun. saya mesti mempelajarinya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya." dengan tenang sang guru berkata, "kalau begitu, engkau perlu tujuh puluh tahun."

mereka yang terburu-buru mengharapkan hasil, cenderung tidak mendapatkan apapun pada akhirnya. perhatian pada peristiwa sehari-hari adalah jalan keluarnya. :)

pernah beberapa kali ada yang nanya... mas butuh waktu berapa lama untuk menguasai aikido? latihan berapa lama untuk mencapai sabuk hitam? dulu sih sempat kepikiran seperti itu. kapan ya... ? berapa lama lagi ya... ?
tapi beberapa tahun kemudian, jawaban-jawaban apapun dari pertanyaan-pertanyaan sejenis di atas menjadi tidak relevan. berjalan di jalan aiki (aikido) merupakan perjalanan sepanjang hayat. setuju banget dengan pernyataan bahwa "jalan" itu sendiri adalah tujuan :).

tapi bukan berarti berlatih tanpa ambisi atau tanpa tujuan. menikmati setiap bagian dalam perjalanan ini adalah jalan keluarnya. setiap kali latihan adalah pengalaman baru yang mengasah kemampuan diri. bahkan tidak ada satu teknik-pun yang sama yang pernah dilakukan, bahkan kepada orang yang sama. seperti sungai yang mengalir, sungai yang sama tetapi airnya selalu berbeda.

limit waktu hanya akan membatasi perkembangan diri kita. aikido itu dapat menjadi terbatas dan tidak terbatas, tergantung kita sebagai pelaku. potensi diri kita pun memiliki karakteristik yang sama. jadi kembali kepada tujuan semula, kenapa kita berlatih aikido? apa motivasi diri kita berlatih aikido? berapa lama kita akan berlatih aikido? sampai kapan kita akan tetap berlatih aikido? kenapa kita tidak menikmati saja pemandangan indah sekarang, disini :).

jadi... mari kita berlatih saja! berlatih dan terus berlatih... terus berlatih sampai di ujung nafas :). konon di saat-saat terakhir sebelum meninggal dunia, O-sensei berkata bahwa beliau sendiri masih belajar Aikido. imagine!

30 Maret 2009

normal or nuts?

are you too shy? too pushy? do you cry too much? do you cry too little? do you pull your hair? other's people hair? are you afraid of spider? or water tanks? or stuffed animals? from the Reader's Digest Indonesia (RDI) Feb 2009 ed.

sometimes i don't like talking, am afraid of others will think that what i say is stupid. sometimes i'm afraid of high places, especially those without railing. i'm afraid that the wind will blows me and i'll fall. and more afraid of i'll jump! it's not the suicidal thought (though i admitted that it rarely thought), but it's the sense of flying or floating. the desire to jump frightened me. i'm so proud of my brain and not too keen on my heart. once, ones said that i'm heartless. nothing fazes me emotionally for a long span of time. but sometimes i cry on the movie. sometimes i'm afraid of intimacy. i just don't trust human.

the good news is it's all normal, at least at some points :), but the line is thin :p. many of us suffer from depression, anxiety, or another pshycological problem. i used to don't give a damn care when something wrong with my thinking or feeling or behaviour. many people don't either. but the brain is an organ of the body and we should seek treatment when something wrong bout it. i've started to talked to someone, a nonjudgemental friend. i've tried to put more trust in people (a certain people). and i feel better. as the chinese proverb says, a sorrow shared is halved; a joy shared is doubled.

what i'm trying to say is, like the RDI said, to be human is to be quirky :). there're no group of perfect people out there. but if you feel something wrong with your thinking or feeling or behaviour, talk to someone (someone with crediblility), it might help :).

konsistensi

susah banget menjaga komitmen untuk tetap berusaha menulis apapun bentuknya, bagaimanapun kualitasnya. padahal punya cita-cita pengen jadi penulis.