01 Juli 2012

bakat terpendam a.k.a super-narsis :D


temenku bilang kok aku gak pernah "tampil" di blog sendiri... ok deh, atas permintaan para penggermar, aku akan mewujudkan mimpi mereka! :D gak hanya satu foto lho, tapi tiga sekaligus! ini adalah hasil pemotretan teman dari DKV Maranatha untuk salah satu tugas kuliah mereka. jadi bukan maen dokter-dokteran lho! :D pura-pura aja... dikit :D



gimana hasilnya? cukup meyakinkan sebagai "dokter" gak? :D mungkin dalam kehidupan yang lalu aku emang pernah jadi dokter (atau dukun atau tabib :D)... atau juga (mudah-mudahan) reinkarnasi berikutnya karena aku punya dharma yang baik akan diganjar karma yang baik pula, aku bisa jadi dokter (lagi)! :D ...ngimpi!

belahan bokong atau belahan dada? :D

sebelum tidur nih... mo ngutip sedikit berita dari salah satu portal favoritku, Media Travelista. konten portal ini lumayan informatif dan inspiratif buatku, dalam sajian yang ringan :). ini beberapa halaman yang baru aku baca tadi.

10 hal yang paling mengganggu penumpang pesawat:
1. Belahan bokong pria yang terlihat (28 persen)
2. Keringat yang merembes pada pakaian (22 persen)
3. Perut buncit yang terlihat (18 persen)
4. Logo tak pantas pada kaos (12 persen)
5. Kaus kaki putih dan sandal (9 persen)
6. Perempuan dengan atasan berpotongan rendah menampilkan belahan dada (4 persen)
7. Pria dengan dada berbulu yang terlihat (2 persen)
8. Perhiasan yang berisik (2 persen)
9. T- shirt sepak bola (1 persen)
10. Sandal jepit (0,5 persen)
 Lain-lain (1,5persen)

ada apa ini? kenapa belahan bokong pria bisa lebih mengganggu daripada belahan dada perempuan? penumpang pesawat bias jender? :D aku berani bertaruh kalo pria dan perempuan sama terganggunya dengan no. 1 dan 7. tetapi, pasti ada lebih banyak perempuan yang terganggu dengan no. 6! :D

berita lain pada beberapa hari sebelumnya, yang masih agak berhubungan:
seorang penumpang perempuan yang akan terbang dari Las Vegas ke New York baru-baru ini, diberi tahu bahwa ia tidak bisa naik ke pesawat Southwest Airlines. Alasannya, perempuan itu memperlihatkan belahan dada yang berlebihan. (Media Travelista)

tidak ada komentar! :D

meskipun tidak tercantum dalam 10 alasan di atas (mungkin masuk yang "lain-lain 1,5%"):
seorang penyiar radio asal Swedia, Lena Patterson, menuntut Kenya Airlines karena telah bersebelahan dengan orang mati dalam penerbangan selama 10 jam. Maskapai itu pun bersedia memberikan ganti rugi. (Media Travelista)

kalo aku sih sangat terganggu dengan tiket pesawat yang mahal! :D
selamat tidur ya.... oyasumi! :)

30 Juni 2012

tau gak: karyawan RIM dan Iphone/Android

RIM cukup lama mendominasi pasar smartphone global, kala itu layanan BlackBerry Messenger menjadi andalan. RIM memberi kebebasan kepada karyawannya untuk membawa perangkan sendiri (Bring Your Own Device-BYOD) yang menjadi tren di kalangan korporat.

Hal ini membuat banyak karyawannya menggunakan iPhone dan Android untuk bekerja, mereka tidak mengandalkan BlackBerry yang dibuat oleh perusahaan mereka sendiri. (kompas)

karena konon RIM merugi per 3 Maret (kuartal IV tahun fiskal RIM) sebesar 125 juta dollar AS (sekitar Rp 1,14 triliun), pun selama satu tahun terakhir saham RIM sudah anjlok hingga 80 persen... setelah melakukan PHK sebanyak 2.000 karyawan pada Juli tahun 2011 lalu, maka tahun ini pun RIM akan merencanakan perampingan.
kayaknya karyawan yang gak pake BB bakal dipecat duluan :D
kenapa ya mereka gak mau pake BB?

29 Juni 2012

rekomendasi: sedikit oleh-oleh dari cerbon

hotel famili: buat pelancong kere, bolang, numpang tidur doang, ngetrip irit, backpacking, apapun judulnya... pokoknya yang nyari kasur murah (dan gak keberatan dengan yang murahan) dan kenyamanan bukan prioritas, hotel (?) famili adalah tempat yang pas buat kamu yang nyasar di Kota Cirebon! :) Hotel Famili terletak di Jalan Siliwangi No. 66 nomor telepon (0231) 207935.
nilai plus: tarif hotel super murah di Kota Cirebon, mulai 30 ribu (muat 1 orang, kamar mandi luar) paling mahal 70 ribu (cukup besar muat sekitar 3 orang, kamar mandi dalam). lokasi strategis, tetangga sebelah Stasiun Kejaksan, dekat banget dengan Pusat Kota Cirebon, tempat makan juga banyak pilihan (ada nasi soto dua ribu lima ratus, ada juga kafe dan resto mewah), dilalui cukup banyak angkot, bangunan dan perabotan retro-klasik (entah kapan terakhir dipugar, mungkin belum pernah :D)... bonus lain kalo kamu beruntung kayak aku, kamu bisa nemu mayat kecoak di bawah meja/kasur. biaya kamar tidak termasuk jasa pijat plus-plus ibu-ibu menor! :D
nilai minus: gak ada tuh, cuma nyari tempat tidur doang kan? :D

buat yang nyalinya lebih kecil tapi kantungnya lebih longgar :D maaf cuma becanda! :D sepanjang Jalan Siliwangi Kota Cirebon ini ada banyak juga hotel yang murah meriah (tarif kamar masih ada yang dibawah 100 ribu per malam dan lebih bagus dari Famili :D), bisa nyobain: Hotel Cordova (0231 204677), Hotel Slamet (0231 203296), Hotel Priangan (0231 202929). semuanya masih dalam jangkauan jalan kaki dari Stasiun Kejaksan.

angkot biru muda-tiga nama: angkot di Kota Cirebon semuanya berwarna biru muda, ada tiga identitas angkot di sini, pertama dengan kode huruf-angka, kedua mencantumkan rute yang dilewati, dan ketiga dengan inisial rute. maksudnya gini: angkot "04" a.k.a "Gunung Sari - Plered" a.k.a "GP" ngerti kan? ketiga nama ini merujuk pada angkot dengan rute yang sama :). kalo mo ngirit, karena Kota Cirebon tidak terlalu luas menurutku kemana-mana naik angkot plus jalan kaki aja cukup kok (bonus terik mentari :D). bingung ngapalin kode angkot, gak tau naik angkot apa, jangan malu-malu bertanya di pinggir jalan :). kemaren sih ongkos angkot paling mahal dua ribu lima ratus saja (mending siapin uang pas kalo tongkrongan kamu kayak turis atau siapin mental pas dapet kembalian :D)
tips lain adalah hampir semua angkot akan melintasi Gerage Mall, jadi kayaknya tempat ini cukup nyaman untuk dijadikan patokan dan cukup aman untuk berganti angkot di sini sambil nanya ke satpam mall :) good luck!

tempat kebugaran puas-lemas: nah kalo yang ini aku cuma diceritain ama temen... sumpah! :D ada fenomena menarik seputar menjamurnya tempat kebugaran di sekitar daerah Geronggongan. daerah ini kayaknya terletak rada tinggi daripada pusat kota (mirip dengan Lembang buat Kota Bandung atau Batu bagi Kota Malang), jadi udaranya rada lebih adem, emang kondusif banget buat olahraga. tapi kok tempat olah raga jauh banget dari pusat kota? dari luar kok keliatannya sepi banget? kok banyak kamar yang berjajar di belakang ya? kenapa ayam berkokok? :D kalo pengen tau jawabannya mending nyobain sendiri deh berbugar-bugar puas-lemas di daerah ini...ehm, dingin-dingin gini enaknya ngapain ya?

catatan khusus Jalan Siliwangi Kota Cirebon: nyari penginapan murah tentu aja gak jauh dari stasiun (berlaku hampir di semua kota) yang rada mahalan juga ada... sepanjang jalan ini juga banyak tempat makan dengan pilihan menu yang beragam dengan rentang harga yang bersahabat (bahkan untuk pelancong-kere), hari minggu jalan ini car-free, sepanjang jalan juga ada banyak pusat perbelanjaan, kalo gak mo repot (banyak pilihan makanan di satu tempat) ada pujasera nyaman di sebelah Hotel Priangan seberang Griya Siliwangi. kalo gak keberatan jalan kaki dan sedikit bejemur... menurutku jalan ini sangat strategis untuk dijadikan titik awal perjalanan (tempat menginap/istirahat)

selamat menikmati liburan ala cerbonan! :)

tangan kuasa dalam kelamin: kampanye kondom

"Tangan Kuasa dalam Kelamin" adalah judul buku karya Hatib Abdul Kadir, menurut beliau ada tiga kekuatan maha besar yang berusaha mengontrol dan mempengaruhi kehidupan seksual manusia demi kepentingan kekuatan itu sendiri. kekuatan tersebut adalah Negara, Agama (mungkin lebih tepatnya agama), dan Kapitalisme. buku ini sendiri secara spesifik hanya menelaah tiga minoritas seksual: homoseks (khususnya lelaki), pekerja seks (khususnya wanita), dan seks bebas di Indonesia.

aku gak punya pisau analisa yang tajam dan kredibel layaknya bung Hatib ini :) aku cuma pemikir kelas bulu dan kritikus usil :D kalo bung Hatib banyak mengutip dan menganalisa menggunakan pelbagai kitab dan teori, maka aku cukup nikmatin hasilnya aja dan menyadur alur pemikiran beliau :D

nah baru-baru ini lagi heboh (atau heboh lagi) soal kampanye kondom (khususnya kondom lelaki, setauku). secara objektif, penggunaan kondom dalam hubungan seksual dapat mengurangi resiko tertularnya beberapa penyakit (dan mencegah kehamilan tentunya :D). meskipun, ada beberapa penelitian juga yang menyatakan bahwa resiko penularan penyakit masih cukup besar meskipun sudah memakai kondom, karena beberapa vidurs ditengarai memiliki ukuran yang lebih kecil daripada pori-pori kondom. atau yang memakai kondom di jari telunjuk (masih inget lelucon kampanye kondom era orde baru? :D). hasil-hasil penelitian seputar efektivitas kondom ini bisa dicari di dunia maya (hati-hati dengan sumber yang tidak kredibel! :))

seperti yang disebutkan oleh bung Hatib... yang paling heboh emang ketiga aktor tersebut di atas. usulan kampanye kondom (yang terbaru) ini berasal dari pemerintah (melalui menkes) sebagai salah satu bagian dari paket program pencegahan HIV/AIDS. sepertinya banyak anggota legislatif (yang juga adalah bagian dari Negara) yang tidak menyetujui kampanye ini. aktor agama sudah pasti gak mau ketinggalan, bahkan boleh jadi mereka juga yang mendasari dan melatarbelakangi sikap beberapa wakil rakyat (yang munafik). kalo dari unsur Kapitalisme kayaknya adem ayem aja, yang pasti industri kondom akan meraup keuntungan yang lebih besar kalo kampanye penggunaan kondom ini sukses :)

aku pribadi sangat mendukung program kampanye kondom, khususnya kepada lapisan masyarakat berpotensi tinggi dan kalangan anak muda. pengalaman pribadi, pada masa kanak-kanak aku sempat berpikir kalo kondom itu menjijikkan dan kalo nempel di kulit gak bisa lepas lagi (padahal bentuk kondom aja aku gak tau saat itu :D). trus pada usia remaja, aku pikir kondominium tuh artinya pabrik kondom. dan harus aku akui dengan jujur, "petunjuk visual" penggunaan kondom yang pertama kali aku dapat berasal dari film biru :D butuh waktu yang cukup lama buatku untuk mendapatkan informasi yang relevan dan kredibel soal kondom ini. mudah-mudahan ini cuma pengalaman pribadiku aja yang kampungan dan norak :D. tapi aku bisa membayangkan bahwa pengalaman ini juga dialami oleh banyak remaja Indonesia lainnya.

aku setuju dengan intervensi pemerintah dalam hal pendidikan seks mulai dari usia dini (kondom hanyalah salah satu isu, bukan tema utama sebenarnya). menurutku Negara gak perlu ikut-ikutan ngurusin kelamin warganya deh! tapi emang, urusan kelamin ini gak cuma masalah lendir... banyak juga ekses lainnya, misalnya masalah kesehatan dan kesejahteraan. untuk yang berhubungan dengan kedua masalah terakhir, aku harap pemerintah dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. sehubungan dengan pelayanan masyarakat inilah aku mendukung program kampanye kondom dari kemenkes.

kalo aku amati (mudah-mudahan cukup akurat :D) tangan kuasa yang paling keras menolak kampanye ini adalah agama. alasan-alasan agama juga yang tampaknya menjadi alasan langsung maupun tidak langsung dari para anggota legislatif yang menolak atau menghambat rencana kampanye ini. anggota legislatif kita emang sangat ber-agama... korupsi pun dilakukan berjamaah! :D

banyak pihak yang menilai kampanye ini justru "berbahaya" bagi anak-anak muda. mereka berpendapat bahwa kampanye penggunaan kondom ini justru akan menyuburkan seks bebas (di luar lembaga pernikahan). beberapa juga menilai kalo kampanye ini tidak menyelesaikan masalah, lebih baik berkonsentrasi kepada pencegahan yang lebih dini (khususnya secara moral). barulah alasan terakhir, yang paling kontroversial, soal tingkat keamanan kondom sebagai alat pencegah penularan penyakit.

kalo menurutku, alasan pertama terlalu naif. pertama aku harus bilang kali aku sendiri tidak menentang atau mendukung perilaku seks bebas, karena menurutku urusan kelamin adalah urusan pribadi. faktanya di lapangan adalah perilaku seks "coba-coba" di tingkat remaja saat ini cukup tinggi. celakanya, seperti juga aku dahulu, adalah mereka tidak mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi dan hubungan seksual. paling celaka, sekali lagi merujuk pada pengalaman pribadi, adalah informasi yang pertama kali mereka dapat berasal dari film semi-dokumenter yang ratingnya XXX!

memberikan informasi dan mengedukasi remaja soal perilaku seks yang sehat dan bertanggungjawab adalah tugas pemerintah. karena pemerintah pulalah yang akan ketiban pulung kalo ampe ada banyak kelahiran dini yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan calon anak, serta kelahiran tidak diinginkan yang akan menambah beban masyarakat dan negara. karena negara (melalui pemerintah) kudu ngurusin jumlah penduduk (tidak produktif) yang bakalan makin banyak. termasuk penyebaran penyakit menular seksual. sedikit banyak pemerintah harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk pelayanan kesehatan gratis.

soal pencegahan moral (yang lebih dini) aku setuju, tetapi ini gak berarti kita tidak memerlukan senjata kampanye yang lain. kenapa tidak semua program ini bekerja secara simultan dan bersinergi. mungkin dengan lebih selektif memilih target kampanye, artinya program yang dipilih akan disesuaikan dengan karakter target. aku percaya kalo meskipun memiliki pengetahuan yang cukup memadai soal kondom, tidak lantas membuat para target kampanye jadi pengen nyobain :D.

kalo soal alasan medis, aku gak bisa komentar :D. aku gak tau apakah kondom itu 100% aman dan mampu mencegah penularan penyakit menular seksual. yang aku tau, meskipun mungkin tidak 100% aman, penggunaan kondom paling tidak bisa mengurangi resiko kehamilan (tidak diinginkan) dan menurunkan resiko penularan penyakit menular seksual... dibandingkan gak pake kondom! sama seperti dengan hebohnya soal kehalalan imunisasi. terserah apa pendapat mereka yang kontra, yang pasti progran imunisasi pemerintah sudah berhasil membuat lebih banyak bayi Indonesia menjadi lebih sehat.

soal tangan-tangan pemilik modal menurutku ini malah bagus buat negara kita. yang aku tau kemenkes tuh ngeborong kondom buatan anak negeri... jadi ya uangnya gak lari kemana-mana. pabrik kondom kan lumayan juga kontribusinya dalam menyerap pengangguran. mudah-mudahan aja mutu kondomnya gak murahan :D tapi enggaklah, aku percaya kalo cuma bikin kondom (yang bermutu sekalipun) orang kita pasti bisa! :) jadi kesimpulannya (paling enggak untuk saat ini), menurutku ada lebih banyak manfaat dari kampanye kondom kemenkes, layak untuk dilanjutkan dan didukung oleh semua pihak.

jadi mo pake kondom atau gak pake? :D apapun pilihanmu, pikirkan baik-baik dan lakukanlah dengan bertanggung-jawab! :)

dan mengutip pendapat seorang teman yang kira-kira gini bunyinya: kalo kamu gak punya solusi lain yang lebih baik dan efektif, kalo kamu belum bisa bantu apa-apa kecuali bacot doang, mending diem aja dan gak usah ngritik!