ini akan menjadi kumpulan tanpa aturan, diambil dari banyak kertas, yang telah kukutip di sini, dengan harapan aku akan mengaturnya kemudian menurut pokok-pokok yang kubahas; dan aku yakin aku pasti mengulang pokok yang sama beberapa kali; untuk ini, oh pembaca, jangan salahkan aku... (Leonardo)
24 Desember 2015
Perjalanan baru...
Tahun ini, 2015, Alhamdulillah Tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk menempuh perjalanan lebih jauh, merasakan lebih banyak pengalaman baru. Meskipun hanya ada sedikit waktu untuk blog ini :D maafkan wahai sidang pembaca (kalo masih ada). Masih belum beruntung soal percintaan, mungkin tahun depan ya! :D
Seperti biasa, hati-hati membuat resolusi tahun baru, siapa tahu Tuhan akan mengabulkan lebih. Atau, tidak sama sekali. Atau ada kejutan dari-Nya! Tidak selalu bagus sih :D itulah kenapa aku gak suka kejutan. Ini apa ya? :D
Sampai ketemu di tulisan berikutnya!
18 Februari 2015
Naik Kereta Api, tut tut tut...
17 Februari 2015
Alfamart versus Indomaret: Edisi Gubeng 2015
Tepat dua tahun yang lalu aku menulis begini soal perang antara Alfamart dan Indomaret di blog ini. Kebetulan banget, bulan ini aku kembali mengunjungi tempat yang sama, Stasiun Gubeng :D
Ada yang berbeda? Ada yang berubah?
Banyak yang berubah... Dua tahun yang lalu aku "hanya" menumpang KA Pasundan ke Surabaya dan pulang ke Bandung dengan KA Mutiara Selatan. Wah.. wah.. sulitnya tidur di kelas ekonomi dan bisnis jarak jauh menempuh jarak lebih dari 600 kilometer! Terdampar di kursi tunggu penumpang menunggu pagi di emperan Stasiun Gubeng.
Kemarin... Menumpang kereta super keren dari Stasiun Malang dengan biaya sangat ekonomis, KA Bima! Bayangkan tiketnya dibanderol 40 ribu rupiah saja untuk kelas eksekutif, padahal untuk layanan yang sama kereta ekonomi Jayabaya mematok tarif 30 ribu perak! Daleman gerbong yang aku naiki bener-bener super nyaman. Kemarin aku tidak pulang ke Bandung melalui Stasiun Gubeng, tetapi menumpang KA Argo Bromo Anggrek dari Stasiun Pasar Turi.
Jadi... dapat dikatakan kali ini aku jauh lebih beruntung :) naik kelas! :D dan naik biaya! :D tetapi sebanding kok dengan peningkatan kenikmatan dalam perjalanan :)
Nah, karena kemarin langit mendung di Surabaya mengundang gerimis... sejenak aku terdampar di emperan stasiun. Aku teringat perseteruan abadi antara dua raksasa minimarket lokal ini, Alfamart versus Indomaret. Kenapa tidak membandingkan sekali lagi, seperti dua tahun yang lalu di tempat yang sama. Dan aku pun berbelanja... riset kecil-kecilan.
Tidak ada yang berubah! Pelayanan awak Alfamart masih lebih memuaskan daripada kru Indomaret, pada masing-masing cabang di Stasiun Gubeng. Masih seperti dua tahun yang lalu, menurutku, karyawan Alfamart masih jauh lebih ramah. Kasir Indomaret melayaniku dengan dingin. Sebagian pembeli di kedua toko ini mungkin hanya pelintas dan belanja murah (seperti aku yang lewat dua tahun sekali dengan total belanja belasan ribu). Tetapi, ini bukan alasan untuk menistakan kami, kaum pelintas-belanja hemat.
Tulisan ini bukan penilaian yang objektif. Aku juga tidak mendapatkan keuntungan seperserpun dari tulisan ini. Tapi, aku tetap mengapresiasi keramahan pelayanan awak Alfamart khususnya mereka yang bekerja pada tanggal 15 Februari 2015 sekitar jam 4 sore di cabang Stasiun Gubeng. Sengaja aku tidak menyapa/menanyakan Mbak Mayang Enonisa yang (mungkin) ada di toko pada saat itu. Mbak yang satu ini menulis komentar di tulisanku sebelumnya :D
Lain kali nyasar di Gubeng, aku pastikan akan mampir kembali ke Alfamart dan mungkin belanja sedikit lebih banyak :D
Kesimpulan: Alfamart menang telak 2-0 dari Indomaret di Stasiun Gubeng
nb: pengalaman tahun 2013 bisa dibaca di sini
10 Februari 2015
akhir pekan berkesan: Shorinjiryu Kenkokan Karatedo 4
Februari kali ini sepertinya akan menjadi bulan paling berkesan di 2015.
Untuk yang keempat kalinya, beberapa hari yang lalu aku mengikuti ujian mudansha bersama Hiroshi Hisataka Sensei. Latihan intensif dan ujian kali ini adalah yang terberat untuk saat ini, sekaligus sangat berkesan.
Bayangkan, aku dan sensei menembus macetnya jalanan dari kampus Unpad Jatinangor sampai ke kampus Maranatha di atas Revo, hujan-hujanan pula! Waktu tempuh hampir dua jam. Untuk beberapa saat kami harus menenangkan pantat sesampainya di tujuan : D
Pertama kali pula, sensei memasak nasi kari untuk makan malam kami semua. Sensei yang rendah hati. Sederhana pula, pada suatu kesempatan lebih memilih naik angkot daripada menumpang taksi. Makanan yang paling diminta adalah gehu dan semangka.
Ironi kali ini adalah pada akhir latihan intensif, berat badanku malah bertambah :D
Efek yang tak terduga, setelah beberapa waktu sebelumnya berat badanku malah turun. Mungkin latihan memang kurang relevan dengan fluktuasi berat badanku :D
By the way...
Masih banyak kekuranganku, masih banyak yang harus aku pelajari.
Makin banyak latihan, makin banyak lagi latihan diperlukan.
Karena latihan tidak pernah berbohong... Maka mari kita berlatih dengan lebih semangat! :-)
Akhir pekan depan... Aku akan merayakan hari (konon) kasih sayang dengan melakukan perjalanan-solo bertajuk rail-trip. Rencanaku adalah menempuh perjalanan dengan rute Bandung-Malang-Surabaya-Jakarta-Bandung dengan moda angkutan kereta api! Seru kan? :-)
Perjalanan kali ini didukung oleh Promo Imlek PT KAI! :D
Semua rute akan ditempuh dengan kelas eksekutif pada kereta api Malabar, Bima, Argo Bromo Anggrek, dan Argo Parahyangan. Aku akan menghabiskan sebagian besar waktuku di atas kereta dan menyisakan hanya sedikit waktu untuk berjalan-jalan di sekitar stasiun.
Tidak sabar....
Selamat menikmati februari!
17 Januari 2015
Secangkir Bahagia
Bahagia itu sekarang, bukan kemarin, bukan esok.
Bahagia itu sederhana, murah... Tapi, tidak murahan.
Karena bahagia akan berlipat dengan berbagi...
maka akan saya bagi kopi hitam siang ini, sambil bersama kita nikmati rintik hujan.
03 Januari 2015
Tips Memilih Taksi di Kota Bandung
07 Desember 2014
Bus DAMRI dari Stasiun Tanjung Karang, Lampung
28 Oktober 2014
Fight Club 15th Anniversary
"You met me at a very strange time in my life."
Demikian sepotong kalimat terakhir dalam film Fight Club. Dunia Sophie (Jostein Gaarder) dan Fight Club merupakan dua karya yang sangat menginspirasi hidupku. Dunia Sophie tidak sengaja kutemui di kamar seorang teman pada masa awal kuliah di Bandung, sekitar dua tahun kemudian tanpa rencana aku menonton Fight Club di bioskop.
"Welcome to Fight Club.
The first rule of Fight Club is.. You do not talk about Fight Club.
The second rule of Fight Club is.. You do not talk about Fight Club!"
Oke, aku bersalah... Tapi aturan dibuat untuk dilanggar, bukan?
Lima belas tahun kemudian film ini tentu saja tidak 'mengejutkan' lagi. Entah sudah berapa kali film ini aku tamatkan (saking terpesonanya, aku bahkan menonton film ini dua kali berturut-turut di bioskop yang sama saat itu, 1999). Menonton film ini berulang-ulang berfungsi untuk menguatkan iman, mencerna ulang wahyu-wahyu yang berserakan sepanjang film, mencari pesan-pesan tersembunyi, memberi semangat dalam hidup.
Film ini mungkin saja tidak memberikan banyak kejutan lagi... tetapi tetap menarik untuk disimak.
"The things you own end up owning you."
Bayangkan membaca pesan tersebut di atas pada fase labil dalam hidupmu! Menurutku pesan ini tidak baru. Banyak sistem kepercayaan yang menyarankan pesan yang sama tentang kepemilikan duniawi, Buddha misalnya. 'Penderitaan berasal dari keterikatan' sementara 'keterikatan berasal dari kepemilikan' jadi jika 'tanpa-penderitaan adalah sama dengan bahagia' maka ... Aku rasa kamu cukup pintar untuk mengisi sendiri titik-titik tersebut.
"Advertising has us chasing cars and clothes. Working jobs we hate so we can buy shit we don't need."
...
"We've all been raised on television to believe that one day we'd be millionaires and movie gods and rock stars. But we won't." (dalam film, dialog terakhir ini diucapkan Brad Pitt yang berdiri di sebelah Jared Leto... '30 Seconds to Mars' lahir pada tahun 1998, sindiran? mungkin)
"You are not your job. You're not how much money you have in the bank. You're not the car you drive. You're not the contents of your wallet. You're not your fucking khakis." (untuk saat ini mungkin bisa ditambahkan "you are not how many friends you have in facebook, how many likes, how many tweets, how many followers... etc")
Sebagian dari kita terjebak dalam kehidupan sosial. Kita adalah binatang sosial, kita memang sulit sekali untuk hidup sendiri. Tetapi kita tidak harus menjalani kehidupan orang lain. Yang terburuk menurutku, adalah mereka yang terjebak kehidupan sosial di dunia maya. Kasihan.
Ya kamu harus menonton filmnya sendiri. Ada banyak aksi, dijamin tidak membosankan. Ada banyak pesan... Dan ada lebih banyak kejutan jika kamu lebih teliti. Menonton di bioskop tidak tergantikan kenikmatannya, efek gambar dan suara yang menggelegar membangun cerita. Tetapi buat kamu yang lahir belakangan... menonton di monitor membuat kamu dapat menikmati lebih banyak kejutan. Aku beruntung diberi kesempatan untuk menonton film ini di bioskop dan di rumah.
"And the eight and final rule. If this is your first night at Fight Club... you have to fight."
Tulisan ini bukan resensi, hanya selebrasi pribadi. Selamat malam.
02 Oktober 2014
Galau Kelas Ekonomi
Menurut situs resmi PT. Kereta Api Indonesia (Persero):
update: tarif baru dengan PSO berlaku mulai 1 maret 2015, kereta ekonomi kembali ekonomis! :D
31 Agustus 2014
akhir pekan berkesan: Shorinjiryu Kenkokan Karatedo
Akhir pekan ujung Februari 2013 merupakan salah satu momen penting dalam hidupku.
Akhir pekan ujung Agustus 2014 menjadi penanda waktu berikutnya. Alhamdulillah diberi keteguhan hati untuk terus berlatih dan berlatih.
Semoga tetap semangat! Semoga lebih baik tahun depan!
02 Juli 2014
sign in ... and out!
Ehm.. Sekalian ngecek surel dan akun sosmed, ah. Klik satu tautan, nyambung ke tautan lain.. dan seterusnya. Ah lupa, harus menulis sesuatu malam ini!
Nyalakan pemutar lagu.. pilih lagu latar yang pas. Sejenak, dua jenak ikut menyanyi.. beberapa album kemudian! Ah baru inget, harus menulis sesuatu malam ini!
Ke dapur sebentar, segelas kopi dan sekerat roti.. perut terisi, umpan inspirasi. Semangat kembali! Harus menulis sesuatu malam ini!
Sekarang aku siap.. Ah, satu notifikasi di akun sosmed! Satu-dua klik tidak akan lama... Ups! Hampir terjebak ke lingkaran setan. Bener-bener beneran serius nih, harus menulis sesuatu malam ini!
Leherku kenapa ya? Sekarang baru kerasa capeknya latihan abis maghrib tadi...
Mungkin menulis "sesuatu"nya dilanjutkan nanti saja setelah sahur!
Ya! Setelah sahur...
Sign out!
01 Juni 2014
spageti terasi
Ups... Sumpah mati, piring ini tadi berisi spaghetti saus sambal terasi. Ada beberapa potongan daging sapi dan banyak cincangan bawang bombay. Saus sambal terasi merupakan racikan khas dapur kami yang memadukan saus spaghetti bolognese dengan sambel terasi. Prinsip masakku sederhana: sesuatu yang enak dimakan terpisah, akan tetap enak jika dimakan bersama (dalam satu masakan maksudnya). Prinsip lain yang tidak kalah pentingnya: seorang seniman sejati tidak pernah membuat dua karya yang sama. Jadi aku gak bisa mengulangi lagi resep ajaib spaghetti fusion barusan :D
Selamat makan (ke)malam(an)!
berita terbaru (5 juni 2014): spaghetti bolognese dengan rendang enak juga! :D teruji di dapur Hikari!
10 juni 2014: pake sarden kaleng juga enak... plus sambal terasi :D
27 Mei 2014
man in the mirror
Salah seorang peserta, menurutku, menampilkan bakat yang menarik. Dia bermain piano sambil bernyanyi... Man in the Mirror (MitM) yang dipopulerkan oleh mendiang Michael Jackson pada era 80an (kalo gak salah :D). Aku kaget masih ada "anak jaman sekarang" yang tau (dan membawakan) lagu ini. Sudah bisa ditebak, tidak ada penonton yang sing-a-long :D tidak seperti beberapa lagu populer jaman alay yang dibawakan oleh beberapa peserta lain.
I'm Starting With The Man In The Mirror
I'm Asking Him To Change His Ways
And No Message Could Have Been Any Clearer
If You Wanna Make The World A Better Place
Take A Look At Yourself, And Then Make A Change
Demikian secuplik lirik dari lagu tersebut. Oke aku tau... di luar segala ke-tidak-lazim-an gaya hidup dan gosip miring seputar MJ, harus kita akui bahwa beberapa lagunya membawa pesan yang positif (e.g., Heal the World, Earth Song).
Aku suka MitM... aku setuju kalo kita semua bisa membawa perubahan bagi dunia yang lebih baik, mulai dari diri kita sendiri! Mulai dari hal yang kecil, karena semua yang BESAR pasti berasal dari yang kecil. Itu menjadi salah satu alasan kenapa aku senang bekerja dengan anak-anak.
Aku agak pesimis bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik, paling tidak dalam waktu yang dekat. Tapi kita masih punya waktu untuk menanam benih perubahan itu ke dalam jiwa anak-anak. Seperti semua bentuk investasi, kita mungkin akan menang dan kaya atau malah kalah dan jatuh miskin. Untuk yang satu ini aku optimis kita akan meraih laba yang berlimpah :)
Sejak beberapa tahun terakhir aku sudah beralih ke BBM non subsidi. Bukan sok kaya :D pun sepeda motorku cuma model bebek "motor cewek" (istilah temanku). Aku cuma berusaha memberi kontribusi kecil kepada negara (meskipun aku juga sadar sepenuhnya dengan resiko korupsi di Pertamina). Aku sendirian tidak akan mampu mengurangi beban subsidi negara yang membengkak tiap tahunnya, aku sadar itu :)
Tapi jika setiap orang mau berubah dan beralih secara perlahan ke BBM non subsidi, akhirnya (entah kapan :D) beban itu dapat berkurang (sekali lagi tetap dengan resiko kebocoran anggaran :D).
Banyak orang yang mengutuk acara televisi lokal yang tidak mendidik. Sambil memaki mereka tetap meyalakan dan menonton televisi. Solusinya sederhana, matikan televisimu! :) Salah seorang aktivis pendidikan anak menganjurkan keluarga untuk mencabut kabel antena dan bahkan tidak berlangganan TV kabel, kemudian mulai rajin mengoleksi film-film dokumenter pilihan. Ketinggalan berita? Kembalilah berlangganan koran harian. Mari kita mengundang anak untuk menyentuh kertas dan belajar membaca tulisan berkualitas.
Masih banyak hal kecil lain yang bisa kita lakukan. Seorang temanku bercocok tanam di sembarang lahan kosong di sekitarnya. Ini di Surabaya. Beneran lho! Bagaimana jika ada anak kecil yang iseng mencabut tanamannya? "Biarkan saja!" ujarnya. Bagaimana jika nanti ada yang "memanen" hasil tanamnya? "Alhamdulillah!" jawabnya. Bahkan ada kemungkinan tidak akan ada tanaman yang akan bertahan hingga tumbuh dewasa. "Paling tidak aku sudah berusaha." katanya sambil tersenyum.
Sepetak tanaman hias atau sayuran tidak akan mampu mengatasi kelaparan dunia atau menyaring polusi udara di Surabaya. Tapi coba bayangkan jika ada lebih banyak warga negara seperti temanku yang edan itu. Dunia masih akan tetap lapar dan kotor udaranya sih :D tapi pasti akan berkurang dan semakin berkurang ketika semakin banyak orang yang menanam dan merawat tanaman :)
Akan selalu ada hal kecil yang bisa kita lakukan dan suatu saat akan membawa perubahan besar yang mudah-mudahan bermanfaat. Tidak perlu menunggu punya uang dan luang yang berlimpah! Tidak perlu menunggu sampai tua dan dewasa! Tidak perlu menunggu sampai kita kuat menggeser gunung!
Pesan ini juga untukku... Aku sendiri masih jauh dari baik, jauh dari bijak :) lebih jauh lagi dari kaya :D Masih banyak perubahan baik yang bisa aku buat
Mudah-mudahan kita semua masih diberi kesempatan, kemauan, dan kemampuan untuk melakukan perubahan sekecil apapun ke arah yang lebih baik... mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri!
tetap bermimpi.... :)
18 Mei 2014
my babies :D
| adonan kue cokelat :D 10-05-2014 |
Apa yang terjadi sekitar 1 minggu kemudian?
| duo imut :D 17-05-2014 |
| sundul solo :D 17-05-2014 |
Akupun menyiapkan media tanam yang lebih banyak untuk menampung trio imut (dan teman-temannya yang diprediksi akan segera menyapa langit beberapa hari lagi).
| media tanam : kompos = 1 : 1 |
Untuk saat ini sekitar 10 liter media tanam (yang sudah dioplos kompos) tampaknya sudah cukup. Selain itu, aku sudah menyiapkan 10 pot kecil dan 1 pot sedang... mungkin akan bereksperimen juga dengan memanfaatkan limbah kantong atau botol plastik sebagai pot.
Bahagia itu sederhana. Bahkan terkadang kotor :D
Bahagia itu mengaduk media tanam dan kompos (yang salah satu komponennya adalah kotoran hewan) dengan tangan telanjang, sambil membayangkan sehatnya tanaman yang akan menumpangkan hidup di dalamnya :) tentu saja tidak lupa mencuci tangan sesudahnya :D dua kali malah! :DD
Pengen tau gak apa yang terjadi pada hari ini (18 mei 2014)? Pengen tau aja ya? Ya? Ya? :D
Setelah ini...
11 Mei 2014
Syukur Alhamdulillah
Sampai di rumah: Oh my Dog! Semua pesanan lengkap kubentang di atas piring. Ternyata... ternyata... ternyata potongan ayam gorengnya adalah paha! Kabar buruk, seharusnya aku tidak lalai menyebut "dada" pada saat memesan makanan tadi. Sebel b4n993Dz!!!
Sabar dulu...
Astaga... aku lupa. Bahkan saat ini, ketika aku mengutuk makanan yang tersaji di hadapanku, entah ada berapa juta orang di dunia yang belum (atau bahkan tidak) makan malam (padahal perutnya lapar). Melihat ke bawah akan membuat kita menjadi lebih tinggi. Bahagia itu hanya masalah sudut pandang, jadi sederhana kan?
Sabar dulu...
Betul... kita tidak akan pernah puas jika kita selalu melihat ke atas. Ada langit di atas langit, bahkan setelah langit ke tujuh, di luar atmosfer bumi entah sampai dimana ujung semesta. Bahagia akan lebih sederhana jika kita "menutup" mata. Keindahan wujud perlahan sirna. Prasyarat bahagia berkurang, bahagia lebih cepat datang.
Sabar dulu...
Bagaimana seandainya kita "menutup" kelima panca indera? Secara teoretis bahagia akan lebih cepat melanda. Hidup akan jauh lebih sederhana. Karena derita berawal dari nafsu. Sementara nafsu berawal dari indera.
Wah teori apaan ini? :D
Meloncat ke masa depan pada kehidupan nyata: Mari kita bersyukur atas semua yang kita miliki dari yang remeh sampai yang sepele (karena syukur atas nikmat yang besar sudah terlalu mainstream!). Sesungguhnya derita itu adalah ilusi dan bahagia itu adalah nyata :D
Selamat (makan) malam! Alhamdulillah....
07 Mei 2014
Anak-anak Cahaya
04 Mei 2014
Latihan...
Sekarang, sendirian di rumah, hujan deras di luar rumah, secangkir kopi hitam panas... tetap saja jemari ini melamun, bergeming di atas papan ketik. Radiasi cahaya monitor menyihir perhatian, menghapus semua rangkaian kalimat yang sudah tersusun rapi di dalam benak. Atau ini cuma alasan :D
Beberapa menit kemudian.....
Hujan sudah reda, kopi sudah mendingin, tapi latihan menulis belum mendingan.
Banyak-banyak membaca sebelum menulis, begitu mereka bilang. Jadi, mungkin saja aku masih kurang banyak membaca. Atau sudah banyak membaca, tetapi paham kurang dalam. Atau ini cuma alasan :D
Berjanji dalam hati untuk menghadiahkan diri sendiri sebuah setrika dari merek ternama dan secangkir kopi mahal ala kafe, SETELAH berhasil menyelesaikan paling tidak satu tulisan.
Berhenti sejenak... bersenandung. Duet bersama Jared Leto: From Yesterday!
Berlatih menulis itu, paling tidak untuk saat ini, ternyata jauh lebih sulit daripada latihan Aikido atau Karate. Paling mudah berlatih Aikido, karena biasanya aku dibayar untuk latihan. Latihan Karate juga relatif lebih menyenangkan, menyalurkan agresi secara legal dan sehat. Yoga juga enak, menyegarkan jasmani dan rohani... padahal bayarnya mahal :D
Mungkin ini yang kurang dari latihan menulis. Tidak (atau belum) ada imbalan yang cukup merangsang, kurang motivasi. Kepuasan pribadi? Lumayan... tapi belum cukup untuk saat ini. Atau ini cuma asalan :D
Baiklah kiranya jika aku menghentikan penderitaan kalian wahai sidang pembaca, secepatnya. Perburuan alasan masih berlanjut... hasil buruan akan aku kabar-kabarkan secepatnya. Lain kali....
01 April 2014
Saya dan Mentari Pagi
Kamis kemarin, saya menghanguskan dua tiket penerbangan... Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Lombok. Sedih? Sudah pasti. Tapi... Ya sudahlah :D mungkin lain kali.
Seperti pagi-pagi indah sebelum hari ini... Saya pun menyiapkan sarapan ringan, roti bakar keju dengan sedikit taburan coklat dan kopi hitam. Telanjang dada, kaca mata hitam... Saya siap berjemur :D bahagianya! :) Di rumah yang baru ini, selain dojo pribadi, saya juga memiliki tempat berjemur pribadi di lantai dua.
Mungkin kali ini saya gagal berpeluh di salah satu Gili sekitaran Lombok... Biarlah tanggal 1 April ini saya menipu diri sendiri :D
Tutup mata! Menghayal dimulai... Sekarang!
19 Maret 2014
Latihan, yuk!
Bulan maret ini sepertinya akan menjadi bulan yang paling basah...
Keringat bercucuran, lengan dan kaki terasa berat enggan bergerak, nafas tersengal, kepala sedikit pusing, badan tak henti teriak 'henti!' rindu sangat ingin berbaring.
Aku sadar semua pangkal pasti akan berujung... penderitaan yang tidak seberapa ini pasti akan berakhir. Teringat sebuah pesan: latihan ini harus keras dan berat, karena kalo lembut dan ringan semua orang akan bisa melakukannya dan hal ini tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa. Benarlah... karena ketika semua latihan berakhir, tidak butuh jeda yang lama untuk merindukannya kembali. Tidak ada yang bisa mengingkari buah dari latihan yang keras.
Minggu lalu aku menjalani ujian karatedo-ku yang kedua. Alhamdulillah berjalan cukup sukses, paling tidak menurutku :D
Materi ujiannya sendiri tidak terlalu sulit, karena aku menghabiskan waktu cukup lama untuk belajar dan berlatih. Justru latihan sebelum ujian yang membuatku cukup kelelahan. Padahal paket latihan yang kami lahap disajikan dalam porsi yang lebih kecil, durasi latihan lebih singkat dari rencana semula. Dapat aku katakan di sini dengan bangga bahwa aku sudah memukul dan menendang sekuat tenagaku :)
Minggu kemarin aku mengikuti seminar aikido di Jakarta. Acara seminar biasa yang terbagi dalam empat sesi latihan dalam tiga hari. Sekali lagi, sebenarnya materi latihan yang disajikan tidak terlalu istimewa. Pun, durasi latihan seharusnya masih dalam batas toleransi nyaman. Tantangan terbesar buatku adalah cuaca panas. Bahkan ketika hanya berdiri atau duduk santai, mengenakan seragam latihan saja sudah cukup membuat keringat mengalir deras. Sungguh besar sekali godaan untuk melewatkan satu sesi latihan atau sekedar rehat sejenak duduk di pinggir matras.
Ini menurutku. Tantangan terberat sebuah latihan adalah "memulai latihan." Selama latihan tantangan berikutnya adalah "menunda istirahat." Dan tidak ada yang lebih nikmat daripada perasaan "setelah latihan berat." Latihan itu menyemai bibit candu, itu istilahku.
Mungkin saja semua masalah dan cobaan hidup di dunia ini adalah laksana "latihan yang berat"... Nah menurutku latihan seperti ini jauh lebih berat daripada latihan manapun yang pernah aku lakukan. Aku gak yakin latihan semacam ini membuat kita menjadi kecanduan untuk terus berlatih (alias terlibat masalah) :D
Itulah alasan kenapa kerasnya latihan di dojo tidak akan pernah sebanding dengan kerasnya kehidupan di dunia nyata. Jadi mari berlatih di dojo! Masa segitu aja udah 'tap out' :D
(pesan untuk diri sendiri)


