05 November 2011

The Kitchen Musical eps 6

tema episode kali ini adalah pesta staf tahunan. kabar baiknya ternyata serial ini baru tayang 6 episode... jadi aku hanya tertinggal 3 episode :D kalo dari saluran youtube yang udah aku unduh, kayaknya aku bisa dapet gambaran cerita dan musik dari 3 episode yang aku gak sempat nonton. untuk episode yang ke-6 ini aku udah nongkrong di depan tv dari lepas maghrib :D mastiin aja aku gak ketinggalan apa-apa...

kabar buruknya adalah aku udah mulai ngerasa sedikit bosan... padahal baru 6 episode. emang sih baru sedikit banget. tapi mungkin juga karena aku pada dasarnya emang gampang bosan dengan apa aja :D tapi cuma sedikit kok, karena sajian grafis dari makanan yang ditayangkan masih sangat membuat mulut basah liur :D dan karena temanya pesta... sajian utama tidak terlalu ditonjolkan, yang paling banyak adalah makanan kecil yang disajikan dalam tampan. liat gambar-gambarnya aja kayaknya liur udah mo luber dari tepi bibir ini :D

lagu-lagunya masih menarik :) aku paling suka lagu "can't fight this feeling anymore" (dipopulerkan oleh reo speedwagon kalo gak salah) yang disajikan dalam format karaoke :D lucu juga liatnya, tapi tetap ada jiwanya... dan penampilan para pemeran wanita masih menggugah selera mata, khususnya peran selena :) kayaknya aku jatuh cinta dengan peran ini :D ehm, untuk penggemar serial ini yang menyukai pria tentu juga akan masih sangat terhibur :)

kalo soal cerita aku gak gitu tertarik untuk komen lebih dalam... ceritanya masih biasa aja dengan akting yang biasa juga, ya lumayanlah daripada nonton sinetron indonesia :D yang menarik dalam episode kali ini adalah sedikit mengangkat isu yang masih cukup sensitif di timur yaitu "homoseksualitas." ternyata peran winston, staf bagian pastry, adalah seorang gay, dan pada pesta tahunan kali ini dia membawa teman kencan prianya. winston khawatir kalo identitasnya sebagai seorang homo akan membuat dia mendapatkan perlakuan yang berbeda dari teman-temannya. kenyataannya adalah semua kru ternyata dapat menerima winston seperti apa adanya, jadi kekhawatiran winston tidak terbukti. mungkin ini juga bisa jadi gambaran perilaku masyarakat kita juga yang sudah lebih bisa menerima keberadaan orang lain dengan orientasi seksual sejenis.

itu aja ulasan episode ke-6 kitchen musical... seperti yang aku bilang sebelumnya, aku percaya serial ini akan jadi serial yang populer di asia karena menawarkan format tayangan fiksi yang unik dalam bentuk musikal (meskipun gak orisinal banget, misalnya ada serial glee) ditambah sajian grafis resep-resep istimewa yang mewah. jadi... selamat menikmati ya!

p.s.: kalo ada yang ketinggalan jangan khawatir, kamu masih bisa nonton klip-klip (paling tidak lagu-lagunya) pada saluran khususnya yang resmi di youtube :)

asertif-fiktif

pasti sering denger nih ungkapan semacam ini... misalnya ditawarin mau minum atau makan apa jawabnya "terserah" atau dimintai bantuan jawabnya "bebas" ... ini salah dua jawaban yang menyebalkanku...
aku ingin sekali menjadi pribadi yang asertif. aku ingin selalu bisa mengatakan apa yang aku mau dengan terbuka. aku ingin jadi diri sendiri dengan tidak memakai topeng basa-basi. aku ingin jujur dengan diri aku sendiri.

aku tahu kalo apa yang aku mau lakukan ini tidak sesederhana yang aku bayangkan, tapi juga bukan sesuatu hal yang tidak mungkin. hambatan terbesar pastinya akan datang dari dalam diri sendiri. tidak mudah menjadi pribadi yang terbuka. terpaan norma ketimuran yang intens selama hidupku sudah membangun semacam karakter yang banyak menolak keterbukaan. aku juga terbiasa untuk berbohong dengan diri sendiri atau paling tidak berusaha menutup-nutupi perasaan atau menekan ekspresi demi menjaga kesopanan.

padahal kita tahu sendiri apa yang terjadi di negara kita yang "penuh sopan-santun" ini. kita, sebagai sebagai bangsa, lebih sibuk dan repot memikirkan apakah bikini dua helai layak dipakai oleh seorang putri indonesia. anggota badan anggaran juga merasa lebih terganggu kemaluannya (bukan kehormatannya, karena menurut ku mereka udah gak punya itu lagi) dengan "kekurangajarannya" KPK yang memanggil mereka secara kolektif daripada memandang ini sebagai proses yang dapat membantu terungkapnya sebuah kasus korupsi. jaman orde baru lebih parah lagi. presiden saat itu (yang kebetulan orang jawa) banyak sekali memakai ungkapan-ungkapan dalam bahasa jawa yang menurut saya lebih mengutamakan kesopanan dan ketentraman daripada kebenaran yang kadang menyakitkan. banyak basa-basi politis. sederhananya aja basa-basi nilai rupiah dan hutang yang dibalut nama hibah. alhasil saat ini bahkan setiap anak indonesia yang belum lahir dari rahim ibunya sudah menanggung hutang negara akibat kkn yang terjadi jauh sebelum dia dilahirkan.

yang aku tahu, ini juga sebenernya menjadi budaya hampir semua bangsa timur. waktu kuliah dulu aku pernah baca buku yang judulnya kalo gak salah "japan who can say no" yang kira-kira isinya adalah otokritik terhadap budaya jepang yang terlalu banyak basa-basi. dalam sebuah dokumenter aku juga pernah mendengar alasan kenapa perempuan jepang dahulu menggambar alis yang tinggi pada dahinya, alasannya adalah supaya ekspresi muka mereka itu tidak terlalu mencolok, alias dingin-dingin aja. padahal yang aku tahu sekarang adalah (setelah membaca ekman) bahwa ekspresi muka adalah salah satu gerbang kejujuran yang paling utama. kalo kita sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran kenapa kebebasan berekspresi kita harus dibatasi.

baru-baru ini aku juga mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan (pasal karet nih kalo di UU kita :D)... sebagai individu yang berusaha untuk lebih asertif, aku merasa dibatasi keinginanku untuk mengekspresikan selera humorku dan keinginan untuk mengungkap fakta. selera humor menurutku adalah salah satu karakter unikku, salah satu jadi diriku yang dahulu sering aku pendam. aku gak bilang aku pribadi yang lucu, tapi aku senang berusaha untuk mengungkapkan suatu pesan dengan selimut humor. aku juga merasa bahwa kebenaran adalah hak semua orang yang berkepentingan. definisi yang berkepentingan inilah yang tidak bisa diterima oleh semua orang. beberapa orang merasa bahwa beberapa fakta lebih baik tidak diketahui oleh khalayak, sementara aku berpikir sebaliknya. ehm... karena ini adalah pekerjaan sukarela, aku memilih untuk mengundurkan diri :)

aku emang bisa jadi sangat keras kepala dalam beberapa hal dan juga sangat lentur dalam hal yang lain. tapi ini manusiawi kan :) karena aku gak mau memaksa semua orang untuk menjadi pribadi yang mirip dengan aku, aku memilih untuk tidak mau bekerja sama dengan orang-orang yang menurutku tidak menciptakan situasi yang kondusif bagi suatu keberhasilan. mungkin ini juga alasan kenapa aku seringkali kesulitan bekerja di bawah otoritas tertentu yang cenderung membatasi kebebasan ekspresi, atau dalam suasana atasan-bawahan yang kental.

seperti biasa... sebelum keluhan ini bertambah panjang :D
aku percaya bahwa ada cara-cara yang baik dalam mengungkapkan kebenaran. aku juga percaya bahwa ada cara-cara yang baik juga dalam berekspresi, dengan tetap berusaha untuk sopan. tapi jangan sampai hal-hal yang normatif ini membuat kita menjadi pribadi yang palsu. tari topeng cukup dinikmati jangan dibawa mati.
dan meskipun menjunjung tinggi nilai kebebasan, aku juga percaya dengan tanggung jawab lho :) jadi jangan asal bebas aja... jangan asal bacot juga :D

02 November 2011

hati-hati kecanduan!

ini sebenernya judul artikel dalam Kompas Muda edisi Jumat, 28 Oktober 2011. beberapa bagian aku copy-paste dari artikel ini :) sebagian lagi aku cuma ngelantur ... :D (jadi jangan terlalu dimasukin hati ya!)

sebagai makhluk sosial, komunikasi menjadi salah satu bekal hidup yang penting bagi manusia. model komunikasi mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. media komunukasi yang populer saat ini, khususnya di kalangan sebagian remaja (sebagian dewasa juga) adalah media sosial seperti Facebook dan Twitter (dan blog juga). pengguna Blacberry di Indonesia juga tampaknya semakin berkembang dan mempopulerkan BBM (bahan bakar minyak :D, Blacberry Messenger). kalo pengguna layanan surat atau pos sebagai media komunikasi, jangan ditanya deh :D aku pribadi entah udah berapa tahun gak nulis surat dengan tinta dan kertas. bahkan dalam suatu tayangan dokumenter di sebuah stasiun TV, diceritakan bahwa pak pos sendiri (yang tukang nagnterin surat) udah lama beralih ke telepon selular untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung :)

komunikasi adalah kebutuhan setiap orang yang wajar. kita membutuhkan komunikasi untuk menyampaikan opini, perasaan, minta pendapat, beragumentasi atau apapun tujuan komunikais itu. sepertinya model komunikasi lewat media sosial (bagi sebagian orang) sudah menjadi kebutuhan, bukan hanya alternatif kemajuan teknologi atau media baru sebagai bentuk rekereasi. adanya Blacberry, Facebook, blog, dan Twitter buat anak muda bisa menjadi sarana "buka mulut, buka pikiran, buka hati' karena sebagian remaja kesulitan memulai komunikasi. sebagian remaja tak percaya diri, kurang nyaman, cemas, dan takut dinilai salah. sebagian remaja lho! :D gak semuanya...

selanjutnya, mereka digiring menjadi pribadi yang punya banyak teman meski belum tentu mereka kenali dengan baik. beberapa pengguna media sosial bahkan sampai mengalami kejahatan yang serius karena jenis pertemanan maya ini. entah karena jiwa yang labil atau emang karena BODOH aja (maaf memakai bahasa yang kasar). meskipun ada juga sisi manfaatnya, misalnya bertemu teman lama yang sudah lama tidak bersua dan terpisah jarak yang jauh. ini seperti teman lama yang menjadi "teman baru" melalui media sosial. jadi ada resiko dan manfaat.

kalo kita amati juga pernyataan-pernyataan dalam status (atau kicauan) biasanya berpusat pada diri sendiri, perlahan menggiring kita menjadi pribadi yang narsistik (dengan atau tanpa kita sadari). beberapa orang bahkan mulai mengaburkan (dengan sadar) batas antara ruang publik dan pribadi. dari yang ringan (misalnya "kangen pacar" :D) sampai ke pada yang berat (misalnya masalah suami-istri atau pernikahan). media sosial membuat kurangnya penghargaan terhadap hal-hal yang bersifat pribadi, sebaliknya malah menjadi rahasia publik. yang lebih parahnya lagi, ini menjadi gaya hidup yang lalu dianggap sebagai keharusan hingga menimbulkan perilaku ketergantungan. kalo udah kayak gini, kasian banget nih orang. kesepian? gak ada kerjaan? mudah-mudahan kita gak termasuk ke dalam pengguna media sosial jenis ini.

ada resiko ada manfaat. seperti sudah disebutkan sebelumnya, penggunaan media sosial tidak selalu beresiko buruk. media sosial bisa jadi alternatif media komunikasi yang murah misalnya, untuk sahabat yang jauh terpisah jarak atau untuk media komunikasi massa dalam menjalin kerjasama. seorang teman misalnya menggunakan fasilitas chat dari sebuah media sosial untuk berdiskusi ilmiah dengan beberapa orang dari benua yang berbeda. dan masih banyak manfaat lain bila kita bisa menggunakannya dengan bijak.

aku pribadi sudah berusaha untuk membatasi penggunaan media sosial, dalam hal ini Facebook. tidak (atau mungkin belum) tertarik juga untuk ikut-ikutan punya akun Twitter. kalo Blackberry, kecuali diberi gratis kayaknya ogah juga :D kalo ada duit lebih, lebih pengen buat jalan-jalan ke lombok atau ambon tahun depan :)

yang paling bikin aku kecanduan adalah blog ini. buat aku pribadi blog ini punya banyak manfaat... aku bisa menyalurkan minat menulisku dengan bebas. dari dulu aku punya minat (entah dengan bakat :D) menulis yang berapi-api, mungkin karena aku juga sangat suka membaca. orang-orang juga gak aku paksa untuk membaca blog ini, tidak seperti media sosial lain yang cenderung "memaksa" kita membaca atau mengetahui status atau kicauan teman yang lain. blog ini juga berperan sebagai katarsis. aku mencoba belajar untuk menyampaikan opini dalam bentuk yang lebih sistematis dan mudah dipahami. aku sedang berusaha memperbaiki bahasa lisanku melalui tulisan di sini. meskipun ada juga sifat narsis dan egosentris nya :D kadang suka pamer, biar terlihat pinter :D

meskipun ini mungkin hanya pembelaan dan penyangkalan :D menurutku aku sudah (paling tidak berusaha keras untuk) menerapkan batas-batas yang baik dalam penggunaan media sosial. mudah-mudahan juga apa yang aku sampaikan di sini bisa memberi manfaat bagi pembaca, gak cuma jadi saluran curhat :D paling gak bisa menjadi hiburan ringan atau menawarkan alternatif baru dalam memandang suatu hal (pengennya sih kayak berfilsafat, tapi kayaknya berat :D)

yang terakhir, aku setuju banget dengan opini seorang psikolog yang menjadi nara sumber dalam artikel ini, "tetaplah fleksibel melihat model komunikasi lain yang bisa jadi lebih efektif." jadi, curhat boleh-boleh aja asal jangan sampai kecanduan. selain itu, menurutku atau buat aku pribadi, tidak ada satu pun media sosial (khususnya di dunia maya) yang bisa menggantikan hangatnya percakapan dan sentuhan tangan langsung seorang teman atau sahabat :) apalagi ditemani secangkir kopi hangat :D

cewek brengsek!

jangan kaget dulu... aku tidak bermaksud mengumpat :) beneran lho! :D ya sedikit sebel... dikit banget, itu pun lebih ke arah iri yang positif :) (apaan sih ini? labil banget paragrafnya :D)

jadi begini... dalam sebuah sesi percakapan setelah latihan di sebuah dojo, muncul dialog (kira-kira) seperti ini antara sang pelatih dan murid (aku cuma pendengar alias nguping, sambil melipat hakama :D)
pelatih: kamu kemana aja? kok kemaren-kemaren gak ikut latihan?
murid : maaf sensei! saya sedang liburan ke phuket
(aku dalam hati, "belagu banget nih orang! dasar anak orang kaya yang sombong!" bikin sirik aja)
pelatih: ooo ke thailand? ... berapa lama?
murid: seminggu, sensei.
pelatih: sama siapa?
murid: tadinya mo sama temen, tapi dia gak jadi berangkat... jadinya saya berangkat sendirian.
(aku dalam hati, dengan nada rada keras tapi masih dalam hati, "apa? sendirian? keren banget!" sirik langsung berganti jadi kagum :D)
percakapan selanjutnya seputar "kemana aja" dan "akomodasi" yang ternyata sang murid ini backpacking dan tinggal di semacam asrama yang murah meriah, dan seterusnya dan seterusnya. sang pelatih sendiri (aku tahu banget) adalah orang yang kaya, seorang pengusaha sukses, tapi emang gak sombong (paling tidak yang aku tahu selama ini kenal dia). percakapan bahkan bergulir menjadi lebih serius seputar perbedaan industri wisata di thailand dan di indonesia. kemudian berlanjut ke era perdagangan bebas dan daya saing produk indonesia di pasar yang semakin bebas serta strategi pemerintah dalam keadaan ini (banyak produk asing membanjiri pasar). beuh... serius banget deh untuk obrolan sekitar setengah jam setelah latihan :D

ok, aku bukan mau membahas kenapa marie elka pangestu "dirotasi" menjadi menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, atau membahas kebijakan pemerintah seputar perlindungan terhadap produk lokal, atau strategi pemasaran industri pariwisata indonesia :D kalo masalah-masalah semacam ini cukuplah jadi bahasan jaman kuliah dulu, sekarang prosesor otak-ku udah gak kuat lagi, banyak terguncang gara-gara ukemi :D

yang brengsek itu adalah aku iri dengan si murid ini yang jelas-jelas lebih muda dari aku tapi lebih berani... gak sopan banget! :D aku gak iri kalo liat ada temenku yang beli BB baru, atau ada temen yang pake ipad, atau teman yang gonta-ganti smartphone... aku gak ngerasa semua barang itu penting buat aku, meskipun kalo ada yang mendermakan BB atau smartphone atau tabletnya aku pasti gak akan nolak :D aku udah cukup puas dengan hape yang aku punya meskipun suka mati sendiri dan itupun jarang aku pake akhir-akhir ini.

aku iri dengan orang-orang yang berani membuat pilihan dalam hidupnya. aku iri dengan orang-orang yang bener-bener bisa bikin hidupnya jadi lebih hidup. aku iri dengan orang-orang yang melakukan perjalanan dengan uang pas-pasan, backpacking. aku iri dengan teman-teman yang berani mengambil resiko dalam menjalani hidup. aku lebih iri dengan pengalaman hidup yang baru daripada barang baru :)

cewek ini brengsek banget! seharusnya laki-laki seperti aku bisa lebih berani... gak cuma berani mimpi dan ngelantur di dunia maya. sebenernya ada banyak juga orang (laki atau perempuan) yang lebih berani dan udah menjelajah dunia dengan uang yang pas-pasan (tapi persiapan yang matang lho)... cuma kalo ada yang aku kenal, atau orang itu ada di dekat-dekat aku, kok jadinya lebih menyebalkan ya? :D

jadi... mudah-mudahan peristiwa semalam bisa menjadi inspirasi dan semangat baru buat aku :)
ehm, tapi kalo aku udah punya cukup nyali :D kayaknya aku lebih milih untuk jalan-jalan keliling indonesia aja dulu... secepatnya! amin!

golden classic movies

tengah malam, iseng-iseng ngetik "moulin rouge" di search-engine youtube... pada salah satu hasil pencarian, ada tulisan ini "Before Kidman and McGregor there was Zsa Zsa Gabor!!" karena penasaran langsung aja aku klik, keluar saluran ini "golden classic movies"... PARAH BANGET!!! kok aku baru tau ya ada saluran kayak gini? NDESO!!! :D

memang belumlah banyak film yang diunggah di saluran ini, pun film yang ada "hanya" dengan kualitas gambar dan suara yang pas-pasan... TAPI buat penggemar film kayak aku, ini RUARRR BIASAAA! lebay ya? :D film Moulin Rouge ini misalnya... dengan lugunya aku kira aku udah tau semua dan putus asa gak bakal bisa nemuin versi jadul-nya. ada juga The Phantom of the Opera. ini salah dua musikal yang aku suka (versi modernnya maksudku), sesuatu banget aku bisa nemuin versi klasiknya! :) aku beneran terharu lho...

aku sendiri gak gitu ngerti soal HAKI (hak atas kekayaan intelektual) yang berlaku di youtube... kayaknya ada semacam daluwarsa yang berlaku pada jangka waktu tertentu sehingga beberapa film komersil bisa edar-gratis di internet. ehm, sebenarnya tidak "gratis" sepenuhnya :D ... paling tidak kan kita harus punya akses ke dunia maya :) dan meskipun "hanya" berukuran 200-300an MB, buat yang kecepatan aksesnya terbatas, lumayan juga tuh "biaya"-tunggunya :D ehm, buat aku sebenernya mending beli DVD bajakan (ngaku aja nih :D) daripada unduh film dari dunia maya, itu kalo ada bajakannya. harga 5 ribu rupiah masih layak banget daripada nyalain komputer semaleman :D tapi sayangnya tidak semua materi video yang aku cari ada versi bajakan murahnya. jadi untuk rekaman-rekaman yang layak ditonton, aku rela deh bikin Lenovo S10-3 ini rada panas baterenya :D

youtube emang Alhamdulillah sesuatu banget deh! meskipun aku terlambat... orang jawa bilang better late than nothing :D entar kalo aku nemu saluran-saluran yang bagus, aku bakal ceritain lagi di sini deh! :) dan kalo kamu juga pernah nemu saluran-saluran yang bagus dan bermanfaat, jangan pelit ya! :D bagi-bagi di sini gak dilarang kok...